Loading...

Transfer Teknologi Melalui Pelatihan Bujangseta Di Kecamatan Ukui

Transfer Teknologi Melalui Pelatihan Bujangseta Di Kecamatan Ukui
Disusun Oleh : Ngatijan SP Penyuluh Muda Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan 40 peserta dari 5 Desa atau kelurahan ( Kelurahan Ukui,Bukit Gajah,Kampung Baru,Lubuk Kembang Bunga dan Air Hitam di kecamatan ukui kabupaten Pelalawan provinsi Riau mengikuti kegiatan Pelatihan Teknologi Pembuahan Jeruk Berjenjang Sepanjang Tahun (Bujangseta) yang diselenggarakan Oleh Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika ( Balitjestrom) di kecamatan ukui desa kampung baru, 10 /02/2020. Kegiatan pelatihan ini dibuka oleh Kepala Desa Kampung Baru Bapak Taryo yang di dampingin oleh Koordinator BPP kecamatan Ukui Bapak Ngatijan SP dan Dinas Ketahanan Pangan,Tanaman Pangan dan Hortikultura yang di wakili oleg Kabid Hortikultura Kabupaten Pelalawan. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu cara transfer teknologi untuk diterapkan kepada petani.khususnya petani jeruk Teknologi ini untuk mengatasi permasalahan tentang pembuahan jeruk yang selama ini terbatas hanya setahun sekali. Dengan bujangseta petani dapat mengatur masa pembuahan jeruk sehingga dapat mengatasi jatuhnya harga di masa panen. Kepala Balitjestro yang di wakili oleh Ir.Nirmala Friyanti Devy,MSc dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada antusiasme peserta yang terdiri dari petani jeruk, penyuluh Pertanian, serta staf dinas ketahana pangan tanaman pangan dan Hortikultura ,dan lainnya dalam mengikuti pelatihan ini. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini peserta dapat mengadopsi teknologinya untuk mendapatkan hasil yang baik dan kualitas buah yang premium. Kemudian acara dilanjutkan dengan penyampaian materi Tehnologi Bujangseta oleh Ir.Mutia Erti Dwiastuti.MS Materi ini menjelaskan tentang teknologi bujangseta yang telah diaplikasikan di kecamatan ukui kabupaten Pelalawan dan di daerah lain dalam pendampingan teknologi dan penelitian. Selanjutnya manajemen nutrisi merupakan faktor utama dalam mendukung bujangseta. Dengan pembuahan yang dapat dilakukan berjenjang maka kebutuhan nutrisi pun harus diperhatikan. Selain itu unutk menghasilkan buah premium diperlukan Manajemen Pengendalian Hama Penyakit untuk mengendalikan penyakit yang dititik beratkan pada penyakit burik kusam, embun jelaga dengan mengendalikan hama penyebabnya diantaranya Aphis, Trip, kutu dompolan dan kutuk sisik dengan model pengendalian perpaduan antara monitoring dan interval pengendalian secara berkala yang disampaikan oleh Agus Suryadiwanto. serta penyampaian tehnologi SITARA Kegiatan dilanjutkan dengan praktikum di Kebun tanaman jeruk yang ada di Desa kampung baru yang dihadirin seluruh perserta pelatihan, untuk praktek Bujangseta. Dengan praktek ini peserta dapat melihat alur proses perlakuan untuk menghasilkan Pembuahan Jeruk Berjenjang Sepanjang Tahun. dan selanjutan pengisian Kuesioner dan penutup.