Kata Edamame berasal dari bahasa Jepang. Eda berarti cabang dan mame berarti kacang, yang diartikan sebagai buah yang tumbuh di bawah cabang (Branched bean). Edamame di Cina dikenal dengan sebutan mao dou (Hairy bean). Orang Eropa terutama Inggris lebih mengenal jenis kedelai ini dengan nama vegetable soybean (kedelai sayur) atau green soybean dan sweet soybean. Edamame dapat didefinisikan sebagai kedelai berbiji sangat besar(>30g/100 biji) yang dipanen muda dalam bentuk polong segar, dan dipasarkan dalam bentuk segar (fresh Edamame) atau dalam keadaan beku (frozen Edamame). Syarat tumbuh Edamame menghendaki ketinggian lahan minimal 200 m diatas permukaan laut, suhu berkisar 26 – 30 ° C, dengan penyinaran matahari penuh. Edamame menghendaki tanah yang subur dengan pengairan yang baik dan kemasaman tanah netral. Pada umumnya pertumbuhan tanaman kedelai akan baik pada ketinggian tidak lebih dari 500 meter di atas permukaan laut. Kedelai Edamame dapat tumbuh baik pada tanah-tanah yang subur, gembur, dan kaya bahan organik. Keasamaan tanah (pH) yang cocok berkisar antara 5,8 - 7,0. Menurut petani yang tergabung dalam Kelompok Tani “Giri Mekar” Dusun Munduk Andong, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan Bali, selain factor tersebut, hal yang paling penting diperhatikan dalam budidaya kedelai edamame adalah musim yang tepat. Bila salah musim maka menyebabkan kedelai menjadi kempes dan banyak polong yang kosong. Dari pengalaman yang dimiliki, yang telah lama melakukan budidaya kedelai, biasanya paling bagus tanam sekitar bulan Maret – April, yaitu pada saat menjelang berakhirnya musim hujan dan menuju musim kemarau. Dalam budidaya tanaman kedelai edamame ini tahapan-tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut :1. Persiapan tanam. Sebelum ditanam, tanah diolah dan dibuatkan bedengan dengan panjang dan lebar sesuai kondisi lapangan. Yang penting saluran draenasi yang baik, sehingga bila ada air berlebihan tidak akan menggenangi bedengan. Pengunaan pupuk organic dilakukan bersamaan pada saat pengolahan lahan.2. Persiapan Benih. Benih yang digunakan adalah dengan membeli benih yang sudah siap tanam, dan biasanya tersedia di kios-kios pertanian;3. Penanaman. Bila lahan sudah siap, maka dilanjutkan dengan penanaman, dengan cara menajuk dengan kedalaman + 3 cm, kemudian benih kedelai Edamame dimasukan ke dalam lubang tanam sebanyak dua benih per polibag. 4. Penyulaman. Penyulaman tanaman kedelai Edamame dilakukan 1 minggu setelah tanam (MST). Tanaman kedelai yang tidak tumbuh atau kena hama dan penyakit dilakukan penyulaman. Penyulaman tanaman bertujuan untuk mengganti tanaman yang tidak tumbuh atau mati dan mengganti tanaman yang pertumbuhannya kurang baik yang disebabkan serangan hama dan penyakit. Penyulaman dilakukan dengan mengganti tanaman dengan cara pindah tanaman dari tanaman kedelai yang tumbuh dua tanaman perlubang, atau memang telah disiapkan benih yang telah ditumbuhkan sebagai bibit untuk menyulam sehingga umurnya sama.5. Penyiangan, Penyiangan Rerumputan atau gulma lainya perlu dibersihkan agar tidak bersaing dengan Edamame, penyiangan dilakukan pada saat tanaman berumur 9 HST. Penyiangan selanjutnya dilakukan sesuai kondisi pertanaman. 6. Penyiraman. Penyiraman dilakukan bila kondisi terlalu kering. Fase tanaman kedelai yang membutuhkan penyiraman adalah pada saat perkecambahan (0-5 hst), stadium awal vegetative (15-20 hst), masa pembungaan dan pembentukan biji (35-65 hst). 7. Pemupukan. Jumlah takaran pupuk pada saat pemberiannya tidak sama untuk setiap lokasi, tergantung kepada keadaan lahannya. Selain pupuk, kapur juga perlu diberikan untuk mengurangi kemasaman tanah. Kedelai tidak dapat tumbuh baik di lahan yang sangat masam. Dosis pemupukan yang dianjurkan biasanya adalah: 50-100 kg Urea/ha, 200 – 300 NPK/ha dan ditambah dengan pupuk organik 5 ton/ha. Waktu dan cara pemupukan, pupuk diberikan tiga kali, yaitu : i. Pupuk dasar : diberikan pada saat tugal, dengan cara ditugalkan disamping tugalan biji, dengan dosis sepertiga dari total dosis. ii. Pupuk susulan I : umur 20 hari setelah tanam, dosis sepertiganya dengan cara ditajuk disamping tanaman. iii. Pupuk susulan II : umur 40 hari setelah tanam, dosis sepertiganya dengan cara ditajuk disamping tanaman.8. Pengendalian OPT. Edamame tidak luput terkena serangan organisme penganggu tanaman (OPT) baik hama maupun penyakit. Pengendalian dilakukan secara terpadu sesuai dengan jenis hama maupun penyakitnya. Penggunaan pestisida dilakukan secara selektif dan terkendali. Jenis OPT yang menyerang Edamame biasanya ulat grayak, sehingga pengendalianya dilakukan dengan penyemprotan dengan pestisida. 9. Panen. Edamame yang diminta oleh pasar lokal adalah Edamame yang bernas, warna hijau segar dan harus bebas dari bekas serangan hama atau penyakit. Kedelai Edamame biasanya dipanen pada umur 63 hari setelah tanam (HST) sampai 68 HST untuk polong segar. Pengalaman petani yang berada di Dusun Munduk Andong, Desa Bangli, biasanya panen yang diperoleh bila menggunakan benih 1 kg, maka akan memperoleh 80 – 110 kg kedelai edamame segar, dengan harga Rp. 10.000 /kg yang dijual di pasar local ( I Made Widiada, Distan Kab.Tabanan, Bali).