Dalam rangka menetapkan jadwal tanam pada musim tanam 2017 maka pemerintah kabupaten Pinrang kerjasama dengan KTNA menggelar rembug madya dan tudang sipulung KTNA tungkat kabupaten Pinrang yang berlangsung di halaman kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura kabupaten Pinrang akhir Januari 2017.Tudang sipulung antara pemerintah dengan masyarakat tani bertujuan untuk membahas dan menyepakati jadwal tanam, penggunaan varietas padi, pendistribusian pupuk yang tetap waktu, jumlah dan harga serta menentukan langkah antisipasi OPT khususnya hama tikus.Tudang Sipulung dihadiri Bupati Pinrang Andi Aslam Patonangi, para pimpinan SKPD dan ribuan Petani yang tergabung dalam Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) kabupaten Pinrang mengangkat tema "Dengan Tudang Sipulung kita Tingkatkan Semangat Kebersamaan Untuk Mewujudkan Program Pertanian Berkelanjutan Menuju Pinrang Lebih Baik". Bupati Pinrang Aslam Patonangi dalam sambutannya mengatakan melalui Tudang Sipulung yang sebelumnya dilakukan Rembug madya KTNA akan menjadi patokan bersama untuk menghadapi musim tanam mendatang. Menurut Aslam Patonangi fokus utama Pertanian Kabupaten Pinrang masih tetap untuk meningkatkan hasil produksi pertanian dengan memperhatikan siklus iklim dan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) "Dalam dua musim tanam yang lalu Hasil pertanian kita diganggu oleh OPT Tikus sehingga diperlukan langkah bersama untuk mengantisipasi pada musim tanam berikut dan kami minta hasil Rembug Madya dan Tudang Sipulung KTNA harus dilaksanakan dengan baik "harapnya. Dikatakan Andi Aslam, persatuan dan kebersamaan sangat penting untuk peningkatan Hasil produksi pertanian di Kabupaten Pinrang. Keberadaan Kelompok Tani sangat penting untuk membangun kebersamaan tersebut dengan terus mengedepankan persatuan "Bila semua stakeholder pertanian bersatu maka semua permasalahan pertanian di daerah ini akan bisa diatasi" ujarnya. Pada kesempatan tersebut bupati Pinrang menyerahkan bantuan pompa air 12 Inch yang dipersiapkan untuk memberantas OPT tikus kepada para Camat se Kabupaten Pinrang.Tudang Sipulung kali ini merupakan kegiatan terakhir yang diikuti oleh Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Pinrang Johannis Sampebua yang telah memasuki masa pensiun per 31 Januari "Pak Jon adalah sahabat Petani yang telah menjabat Kadis selama 5 tahun 4 bulan, tenaga dan pemikirannya masih sangat diperlukan, olehnya itu saya mengangkat dia sebagai Staf Khusus Dinas Pertanian" ungkap Bupati Pinrang Aslam Patonangi. Dalam tradisi budaya politik lokal Bugis Makassar dikenal istilah tudang sipulung yang secara harfiah berarti "duduk bersama", namun secara konseptual merupakan ruang kultural yang demokratis bagi publik (rakyat) untuk menyuarakan kepentingan- kepentingannya dalam rangka mencari solusi atas permasalahan yang mereka hadapi."Tudang sipulung ini menjadi ruang demokrasi bagi publik untuk memperoleh kata mufakat atas pertikaian atau permasalahan yang sedang dihadapi khususnya dalam dunia pertanian,"ungkap bupati Pinrang. (Abdul Salam Atjo)