Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan menggelar kegiatan Tudang Sipulung Tahun 2020/2021 di Sanggar Tani Bocco-boccoe. Kegiatan ini merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan masyarakat Kota Parepare. Tudang Sipulung ini untuk membahas permasalahan pertanian secara umum dan memberikan solusi secara terpadu, baik di tingkat petani dan isu-isu strategis pertanian yang sedang berkembang. Tudang Sipulung ini diselenggarakan untuk menghasilkan rumusan kebijakan pertanian sebagai acuan dan dasar dalam pelaksanaan usaha tani di tingkat petani serta sebagai bahan evaluasi dan monitoring. "dua ompona ulengnge riuleng Rabiul awwal, esso jongai asenna, madecengngi rilaloang mabbalu, maroai balue, madeceng toi rijajiang ana`, sogi`i". Sebait kalimat yang mengalir dari bibir Sang Pembaca Lontara, yang membuat suasana Tudang Laongruma sedemikian ramai oleh para peserta Rembug. Mencari "Hari Baik" berdasarkan Kitab Pananrang (lontara) untuk melaksanakan segala tahapan bercocok tanam Padi adalah inti dari Tudang Laongruma. Dari mulai hari pertama pengolahan sawah, hambur benih, hingga Panen disepakati dan ditentukan disini. dan semua Petani harus mentaati kesepakatan rembug tersebut. Kolot dan terkesan ketinggalan zaman, namun kepercayaan Petani pada Kitab Klasik Pedoman hari baik dalam berusaha Tani ini melampaui batas teknogi terkini yang dimiliki BMKG. Hasil rembug tersebut disepakati acara Mappalili tanggal 23 Oktober 2020, hambur benih 1 Desember dan panen diperkirakan tanggal 15 Maret 2021. Kegiatan tersebut dibuka dengan sambutan tertulis Walikota Parepare yang dibacakan Kepala Dinas PKP, acara ini juga turut dihadiri Kepala Karantina Pertanian, Bulog Parepare, BPS Parepare, dan Camat Bacukiki. Seperti biasanya acara ini selalu ramai peserta terutama oleh Petani dan Pemerhati tani Parepare. Walau sedemikian ramai Panitia selalu mengingatkan akan Protokol Kesehatan (13/10/2020). Penulis : Sunaena Buraerah, S.TP (PPL KOta Parepare)