Banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan terutama di lahan gambut. Terkait dengan hal tersebut Badan Litbang Pertanian, telah berhasil membuat demplot pengelolaanlahan gambut yang ditanami secara tumpang sari antara karet dan nenas dapat menghindarkan kebakaran hutan Kelebihan tanaman nanas dari tanaman lain yaitu, nenas mudah dikelola, adaptif terhadap lingkungan dan memberi nilai tambah cukup tinggi. Pengelolaan tanaman tumpang sari di lahan gambut terutama harus memperhatikan pengelolaan air dan memelihara kesuburan tanah dengan pemupukan.Pengelolaan air, lahan gambut mempunyai kendala yang besar dalam penyediaan air tanah, untuk itu perlu dibuat saluran draenase. Saluran draenase ini akan menurunkan permukaan air tanah sekaligus mengeringkan lapisan permukaan gambut. Pada musim kemarau, pengeringan lahan gambut sering berlebihan sehingga lebih dari satu meter sehingga mudah terbakar dan akan terjadi peningkatan emisi karbon/GRK. Untuk mengatasi hal tersebut, harus dibuat pintu air secara bertingkat. Pintu air berfungsi untuk mencegah lahan gambut mengering. Jika memasuki musim penghujan pintu air dibuka, sebaliknya memasuki musim kemarau petani dapat mengecek tinggi muka air dan menutup pintu air jika diperlukan. Untuk mengecek tinggi muka air, petani dapat menggunakan alat yang disebut piezometer, sehingga secara rutin petani dapat melakukan pengecekan tiap saat. Kedalaman muka air tanah di lahan gambut yang ideal ialah 40 cm, sehingga tanaman tahunan dan tanaman pangan dapat tumbuh dengan baik.Pemupukan, lahan sebaiknya dipupuk dengan menggunakan pupuk organik amelioran yang berasal dari pupuk kandang ayam. Dalam sebuah hasil perhitungan yang dilakukan oleh Balitbang Pertanian, ternyata pelepasan emisi karbon terendah diperoleh dari tanaman tumpangsari nanas yang dibubuhi dengan pupuk kandang ayam. Hasil pengukuran emisi menunjukkan lahan yang dikelola dengan model tumpangsari ini, jauh lebih rendah daripada kebun karet yang dibiarkan bersemak maupun lahan bersemak yang tidak diurus oleh petani. Hasil pengukuran kebun karet dengan pupuk kandang ayam kandungan CO2 48,86 to/ha/tahun dan kandungan CH4 0,0015 ton/ha/tahun, nenas dan pupuk kandang ayam kandungan CO2 45,57 to/ha/tahun dan kandungan CH4 0,0021 ton/ha/tahun, kebun karet bersemak kandungan CO2 63,95 to/ha/tahun dan kandungan CH4 0,0017 ton/ha/tahun dan lahan bersemak kandungan CO2 97,25 to/ha/tahun dan kandungan CH4 0,0030 ton/ha/tahunBudidaya nenas di lahan gambutBudidaya nenas di lahan gambut bersifat spesifik lokasi, untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang baik ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan yaitu: nenas ditanam pada awal musim hujan, pembuatan lubang tanam hendaknya disesuaikan dengan jarak dan sistem tanam, bibit yang digunakan harus sehat dan cukup 1 tiap lubang tanam, setelah bibit ditanam, tanah sekitar bibit dipadatkan agar tidak mudah roboh dan akar dapat kontak langsung dengan air, dilakukan penyiraman secara rutin sehingga tanah tetap lembab dan basah, bibit ditanam dengan kedalaman 3-5 cm bagian pangkal batang kemudian ditimbun dengan tanah, kemudian dilakukan pembubunan dari tanah sekeliling bedengan, dilakukan penyiangan agar tanaman bersihdari gulma, dilakukan pemupukan ketika tanaman berumur 2 - 3 bulan dengan pupuk buatan dan pupuk susulan pada tiap 3-4 bulan sampai berbunga dan berbuah, pengendalian hama dan penyakit dilakukan sedini mungkin agar tidak ada serangan hama lebih lanjut. Untuk penyakit yang perlu diwaspadai adalah serangan penyakit busuk pangkal yang disebabkan cendawan Thielaviopsis paradoxa (de Seyn). Pencegahan dapat dilakukan dengan perendaman bibit dalam larutan fungisida seperti Benlate. Bila ditanam secara tumpang sari dengan karet, produksi sekitar 15 ton pada tahun pertama panen dengan kerapatan tanam 20 ribu pohon/ha. Hasil nenas merupakan hasil sampingan bagi petani karet sehingga pendapatan meningkat dari hasil nanas sebagai tambahan. Mencegah kebakaran Tanaman sela nenas memberikan manfaat untuk mencegah kebakaran hutan gambut yang dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) kebun karet menjadi lebih terawat karena semak belukar dan tanaman/gulma yang dapat menjadi sumber kebakaran dibersihkan; 2) dengan tanaman nanas, para petani/pekebun akan lebih sering datang kekebun sehingga secara tidak langsung petani/pekebun setiap saat dapat mengawasi kemungkinan akan terjadinya kebakaran hutan;3) memberikan tambahan penghasilan ketika tanaman karet belum menghasilkan; dan 4) mampu meningkatan serapan karbon yang berdampak pada menurunnya gas rumah kaca (GRK). Selanjutnya untuk pencegahan kebakaran,di lokasi dibuat sekat bakar serta dipasang mesin pompa air yang digunakan ketika terjadi kebakaran pada jarak 2 km dari lokasi pertanaman serta. Budidaya tumpang sari antara karet dengan nenas, selain dapat mencegah terjadinya kebakaran di hutan gambut, sekaligus dapat meningkatkan pendapatan para petani dan menjaga kelestarian lingkungan. Jika budidaya ini dilakukan dengan baik dan meluas dilahan gambaut, diharapkan dpat mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan dan ramah lingkungan bagi masyarakat serta meningkatkan produksi tanaman karet. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : 1) Mengubah Lahan Gambut Terdegradasi Kembali Produktifi, dalam Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Vol 36 No.6 Th 2014;.dan 2) Dihimpun dari beberapa sumber