TUMPANG SISIP JAGUNG DAN KACANG TANAH DI LAHAN TEGAL
Dalam bercocok tanam, terdapat beberapa pola tanam agar efisien dan memudahkan kita dalam penggunaan lahan. Pola tanam yang biasa diterapkan adalah sebagai berikut : tumpang sari (intercropping) , tumpang gilir (multiple Cropping), tanaman bersisipan (relay cropping), dan tanaman Campuran (mixed Cropping). Keempat pola tanam memiliki nilai plus dan minus tersendiri. Pola tanam memiliki arti penting dala sistem produksi tanaman . dengan pola tanam ini berarti memanfatkan dan memadukan berbagai komponen yang tersedia (agroklimat, tanah, tanaman, hama dan penyakit, dan sosial ekonomi). Pola tanam di daerah tropis seperti di Indonesia, biasanya disusun selama 1 tahun dengan memperhatikan curah hujan (terutama pada daerah/ lahan yang sepenuhnya tergantung dari hujan). Maka pemilihan jenis/ varietas yang ditanampun perlu disesuaikan dengan keadaan air yang tersedia ataupun curah hujan. Pola tanam sisipan (relay cropping) merupakan pola tanam dengan cara menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang berbeda). Contoh: jagung disisipkan kacang tanah, waktu jagung menjelang panen disisipkan kacang panjang. Tujuan dari pola tanaman bersisipan adalah : 1. Menghemat pengolahan tanah2. Memanfaatkan kelebihan pupuk yang diberikan pada tanaman utama3. Menambah penghasilan tiap kesatuan luas tanah4. Karena ditanaman sisip ditanam lebih awal sehingga selama pertumbuhan tanaman masih cukup air Pola tanaman bersisipan (Relay Cropping) : tanaman jagung dan kacang tanah yang biasa dilakukan petani di kecamatan Palang di lahan tegal adalah sebagai berikut; jagung ditanam pada awal musim penghujan (bulan Nopember) dengan jarak tanam 60 cm x 40 cm dengan dua biji perlubang. Selanjutnya pemeliharaan tanaman jagung dilakukan sebagai mana umumnya, setelah jagung berumur kurang lebih 80 – 85 HST daun jagung yang ada dibawah tongkol diambil dan dibersihkan terlebih dahulu. Pembersihan batang jagung dan lahan selesai dibersihkan dilakukan barulah dilakukan penanaman kacang tanah di sela-sela larikan tanaman jagung . Kacang tanah ditanam dengan jarak tanam 20 cm x15 cm dua biji perlubang dengan cara ditugal. Setelah kacang tanah berumur 20 – 25 HST batang jagung diatas tongkol dipotong (ditronggoli) dengan harapan sinar matahari dan sirkulasi udara bisa masuk dan dimanfaatkan oleh tanaman kacang tanah. Pada waktu tanaman jagung berumur kurang lebih 120 HST dilakukan pemanenan dan selanjutnya dilakukan pembersihan batang jagung dengan cara memotong pada bagian pangkalnya. Setelah lahan bersih dari sisa-sisa tanman jagung barulah dilakukan perawatan tanaman kacang tanah melalui pembumbunan dan penyiangan, selanjutnyan dilakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk ponska 250 kg/ha. Dan kacang tanah siap dipanen pada umur 85 -90 HST. Penulis : KASMIRAN