Tumpangsari Budidaya Tanaman Jagung Dengan Kedelai
TUMPANGSARI BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG DENGAN KEDELAI DI GAPOKTAN MULYO RAHARJO_DESA POMAH KECAMATAN TULUNG_KABUPATEN KLATEN Lahan yang semakin menyempit dan biaya produksi yang semakin meningkat memaksa kita untuk berinovasi agar penghasilan dalam bercocok tanam mampu memenuhi kebutuhan hidup. Upaya untuk meningkatkan penghasilan dari bercocok tanam bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan menanam jenis tanaman budidaya yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Atau dengan menggunakan benih unggul yang berkualitas, perbaikan teknik dan sistem bercocok tanam serta pemanfaatan bahan-bahan organik untuk penghematan biaya produksi. Untuk memaksimalkan penggunaan lahan dan meningkatkan pendapatan beberapa petani menerapkan budidaya dengan teknik campuran atau tumpang sari. Pola tanam tumpangsari, memanfaatkan ruang kosong pada jarak tanam tanaman utama, bisanya tanaman lebih tinggi, seperti jagung atau tanaman tahunan yang lainnya. Ruang kosong tersebut dimanfaatkan untuk pertanaman tanaman lain sehingga penggunaan lahan lebih efisien. Penerapan tumpangsari dapat menghasilkan lebih dari satu jenis panenan dalam waktu yang bersamaan atau hampir bersamaan. Selain itu pada tumpangsari juga mampu meningkatkan produktivitas lahan, walaupun ada juga yang menurunkan hasil pada komoditas yang ditumpangsarikan karena adanya pengaruh kompetisi. Contoh tumpangsari yang mampu meningkatkan produktivitas lahan adalah tumpangsari antara jagung dengan kedelai dan juga tumpangsari antara jagung dengan kacang hijau. Pada tumpangsari, tanaman yang diusahakan lebih beragam. Perawatan yang dilakukan untuk setiap jenis tanaman kebanyakan juga tidak dalam waktu yang sama. Dengan demikian, petani akan selalu memiliki pekerjaan selama siklus hidup tanaman. Pada tumpang gilir, segera setelah suatu tanaman hampir menyelesaikan siklus hidupnya, langsung ditanami tanaman yang lain. Akibatnya, tidak ada waktu lebih untuk melakukan pengolahan tanah. Salah satu kelebihan tanpa pengolahan tanah atau dengan pengolahan tanah minimal adalah tidak terjadinya kerusakan struktur tanah karena terlalu intensif diolah. Selain itu, pada pengolahan tanah minimal atau tanpa oleh tanah resiko erosi akan lebih kecil daripada yang diolah secara sempurna. Di daerah kecamatan tulung kabupaten klaten terdapat wilayah yang daerah tegalan / lahan kering. Yaitu antara lain Desa Mundu, Sedayu, Pomah dan Kemiri. Tanaman pokok yang ada adalah sengon, pada saat musim penghujan daerah tersebut banyak ditanami tanaman jagung. Untuk meningkatkan hasil dan diversifikasi tanaman maka sangat cocok untuk di tumpang sari dengan tanaman kedelai. Dalam tahun 2019 ini kegiatan tersebut dilakukan di Gapoktan Mulyo Raharjo Desa Pomah kecamatan tulung. Dalam pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar dan dapat menghasilkan produksi jagung dan kedelai. ADMIN BP3K TULUNG_KECAMATAN TULUNG Tanggal Artikel : 19-09-2019