Tumpangsari merupakan salah satu strategi mengatasi keterbatasan lahan agar tetap berproduktivitas tinggi. Secara tradisional tumpangsari digunakan untuk meningkatkan diversivitas produk tanaman dan stabilitas hasil tanaman. Keuntungan penanaman secara tumpangsari antara lain dapat meningkatkan produktivitas lahan, lebih efisien tenaga dan waktu, hemat dalam pemakaian sarana produksi, dan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan lahan. Untuk mewujudkan swasembada jagung dan kedelai di Indonesia, cara tanam tumpangsari dapat dipertimbangkan sebagai salah satu solusi, dalam tumpangsari kedelai dan jagung, tanaman kedelai sebaiknya lebih diperhatikan daripada jagung karena fisiknya lebih pendek sehingga lebih mengalami keterbatasan ruang hidup. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam budidaya tumpangsari kedelai dan jagung antara lain: pengaturan jarak tanam, jumlah baris tanaman kedelai dalam jarak tanaman jagung, waktu tanam antara kedelai dan jagung serta jenis varietas kedelai.