Padi merupakan tanaman pangan pokok bagi penduduk Indonesia. Tiap tahunnya produksi padi perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus bertambah. Sejarah pertanian nasional telah pernah mencatat terjadinya peningkatan produksi padi yang sangat tinggi hingga 276%, yaitu dari 13,6 juta ton pada 1966 menjadi 51,2 juta ton pada 1996 (Khush dan Virk, 2002). Tingginya produksi, yang diperoleh petani setelah mengadopsi teknologi revolusi hijau, ternyata bermata ganda. Pasokan beras yang memadai dan datang tepat pada waktunya merupakan salah satu sisi positifnya, karena banyak jiwa manusia telah terhindar dari bahaya kelaparan dan kematian. Di sisi yang lain ditemukan akibat yang merusak yang waktu itu (1970-an) belum sepenuhnya diperhitungkan. Pertanaman varietas-varietas padi unggul generasi pertama, seperti PB5, PB8 dan beberapa nomor sesudahnya pada hakekatnya telah mengubah ekosistem pertanian yang ada. Suatu hal yang pada periode sebelumnya jarang terjadi, karena varietas lokal yang banyak ditanam petani diyakini mampu menjaga keseimbangan genetik pada agroekosistem setempat.Tungro adalah penyakit virus pada padi yang biasanya terjadi pada fase pertumbuhan vegetatif dan menyebabkan tanaman tumbuh kerdil dan berkurangnya jumlah anakan. Pelepah dan helaian daun memendek dan daun yang terserang berwarna kuning sampai kuning-oranye. Daun muda sering berlurik atau strip berwarna hijau pucat sampai putih dengan panjang berbeda sejajar dengan tulang daun. Gejala mulai dari ujung daun yang lebih tua. Daun menguning berkurang bila daun yang lebih tua terinfeksi. Dua spesies wereng hijau Nephotettix malayanus dan N.virescens adalah serangga yang menyebarkan (vektor) virus tungro.Cara pengendalianVarietas tahan. Penggunaan varietas tahan seperti TukadUnda, Tukad Balian, Tukad Petanu, Bondoyudo, dan Kalimas merupakan cara terbaik untuk mengendalikan tungro. Rotasi varietas penting untuk mengurangi gangguan ketahanan. Pembajakan di bawah sisa tunggul yang terinfeksi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi sumber penyakit dan menghancurkan telur dan tempat penetasan wereng hijau. Bajak segera setelah panen bila tanaman sebelumnya terkena penyakit.1. Cabut dan bakar tanaman yang sakit. Ini perlu dilakukan kecuali bila serangan tungro sudah menyeluruh. Bila serangan sudah tinggi maka mungkin ada tanaman yang terinfeksi tungro tapi kelihatan sehat. Mencabut tanaman yang terinfeksi dapat mengganggu wereng hijau sehingga makin menyebarluaskan infeksi tungro. Tanam benih langsung (Tabela): Infeksi tungro biasanya lebih rendah pada tabela karena lebih tingginya populasi tanaman (bila dibandingkan tanam pindah). Dengan demikian wereng cenderung mencari dan makan serta menyerang tanaman yang lebih rendah populasinya.2. Waktu Tanam: Tanam padi saat populasi wereng hijau dan tungro rendah.3. Tanam serempak: Upayakan petani tanam serempak. Ini mengurangi penyebaran tungro dari satu lahan ke lahan lainnya karena stadium tumbuh yang relatif seragam.4. Bera atau rotasi. Pertanaman padi terus-menerus akan meningkatkan populasi wereng hijau sehingga sulit mencegah infeksi tungro. Adanya periode bera atau tanaman lain selain padi dapat mengurangi populasi wereng hijau dan ketersediaan inang untuk virus tungro. Nara Sumber : Anonimous, Cara pengendalian penyakit tungro, Balitpa, Sukamandi 2012Foto : Anonimous, Cara pengendalian penyakit tungro, Balitpa, Sukamandi 2012Ditulis kembali oleh : Kukuh Wahyu W (BBP2TP)Tanggal : 26 Mei 2015Alamat e-mail : widjajantokukuh@yahoo.com