Sekolah Lapang merupakan proses pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkat Pengetahuan dan ketrampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha, identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usahatani lebih efisien, berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan.Sekolah Lapang dipandang sebagai salah satu metode dalam proses belajar mengajar yang cukup efektif, karena sangat cocok sebagai metode pembelajaran bagi orang dewasa (Andragogi) karena sifatnya yang tidak formal. Proses belajar dilakukan dilapangan dimana tersedia obyek nyata berupa teknologi dan inovasi tumpang sari (turiman) tanaman jagung dan padi gogo yang dijadikan materi pelajaran. Sekolah Lapang (SL) ini merupakan salah koleksi Inovasi dan Teknologi pertanian dari BPTP Kaltim yang telah di terapkan di beberapa wilayah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. padi gogo yang digunakan adalah padi lokal atau padi ladang petani lokal yang berumur 5-6 bulan sedangkan jagung yang digunakan adalah jagung untuk pakan ternak, sehingga ada dua keuntungan yang didapat. (ramadhi)