Turinam Jabe adalah tumpangsari tanaman jagung dan Cabe. Negara Indonesia umumnya khususnya Provinsi Sumatera Barat merupakan daerah yang sangat tinggi kebutuhan Jagung untuk pakan ternak maupun untuk konsumsi. Daerah-daerah sentra jagung tidak bisa memnuhi target yang diminta pemerintah untuk memenuhi target nasional,untuk itu didaerah-daerah yang tidak sentra jagung dianjurkan untuk tanam jagung sebagai pengembangan kawasan. Termasuk di Kecamatan Pariangan yang merupakan sentra tanaman sayuran seperti Cabe dan Bawang Merah. Dengan adanya kegiatan pemerintah dalam pengembangan kawasan jagung dan pengembangan kawasan cabe maka Kecamatan Pariangan ikut dijadikan sebagai daerah pengembangan kawasan jagung maka petani melakukan kegiatan ini secara bersamaan yaitu dengan cara TURINAM JABE (Tumpangsari tanaman Jagung dan Cabe). Cara penanaman tumpangsari jagung dan cabe ini adalah setelah tanah diolah sempurna dan dibuat bedengan-bedengan untuk cabe,tanah disekeliling bedengan cabe di tanami dengan jagung secara rapat dan ukuran ZigZag. Jagung ditanam 15 hari lebih sepat dibandingkan cabe. Setelah cabe ditanam maka jagung telah tumbuh dan bisa dilakukan pemupukan dan pembumbunan pertama.Waktu cabe berumur lebih kurang 3 bulan maka bisa dilakukan penanaman jagung kembali karena jagung pertama sudah masuk fase panen,sehingga produksi jagung bisa meningkat. Selain bisa meningkatkan produksi jagung dengan tumpangsari ini bisa saling menguntungkan antara jagung dan cabe. Jagung yang digunakan sebagai pagar bagi cabe bisa membantu pengendalian hama dan penyakit pada tanaman cabe. Jagung bisa dijadikan oleh hama sebagai tanaman tempat pertama makan sebelum sampai ke cabe,selain itu juga sebagai barier dari tanaman yang sama pada lahan disekitarnya,dengan adanya pertanaman jagung disekeliling cabe maka hama dan penyakit yang ada disekitarnya bisa memakan jagung dahulu baru ke tanaman cabe.Penulis : Hendria Herlina,SP