Ubi kayu atau yang banyak dikenal dengan sebutan singkong merupakan makanan yang banyak disukai dan dikonsumsi masyarakat Indonesia. Ubi kayu ini dapat diolah dengan berbagai cara, baik dengan cara digoreng, direbus, maupun dibakar. Selain dengan cara tersebut, ubi kayu dapat disajikan dengan menjadikan keripik singkong, yang saat ini sudah banyak dijual diberbagai supermarket maupun dijajakan keliling. Dengan kandungan karbohidrat yang tinggi, tak sedikit masyarakat Indonesia yang mengganti nasi menjadi singkong sebagai makanan pokok sehari-hari. Karena hal ini, banyak petani yang berlomba-lomba untuk membudidayakan tanaman ubi kayu. Namun, menanam ubi kayu perlu dilakukan dengan baik dan benar agar ubi yang dihasilkan nantinya memiliki kualitas yang bagus. Tanaman ubi kayu tak hanya ubinya saja yang berguna sebagai bahan makanan, tetapi daun singkong tersebut juga banyak dimanfaatkan sebagai sayuran. Jadi tanaman ubi kayu sangat banyak manfaatnya bagi masyarakat. Lahan yang baik untuk menanam ubi kayu adalah tanah yang memiliki struktur gembur, remah, tidak terlalu poros, dan memiliki banyak bahan organik. Dengan tanah yang berstruktur remah, memiliki tata udara yang lebih baik dan sangat tersedia unsur hara dan mudah untuk diolah. Dengan jenis tanah aluvial latosol, podsolik merah kuning, grumusol, mediteran dan andosol, sangat cocok untuk menanam ubi kayu. Untuk menanam ubi kayu, derajat keasaman (pH) tanah yang cocok yakni sekitar 4,5-8,0 dengan pH ideal berkisar 5,8. Tanah di Kecamatan Saluputti Kabupaten Tana Toraja rata-rata memiliki pH yang rendah (asam), yakni 4,0-5,5, sehingga tanah di Kecamatan Saluputti cukup seimbang untuk kesuburan tanaman ubi kayu. Hal ini dibuktikan dengan hasil yang diperoleh dari pertanaman ubi kayu di BPP Saluputti didapatkan ubi kayu dengan tekstur yang lembut dan renyah sehingga walaupun hanya direbus dapat memberikan rasa yang nikmat. Penulis : Eldiani Tolan