Loading...

UBI KAYU SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PANGAN DAN OBAT BERBAGAI PENYAKIT

UBI KAYU SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PANGAN  DAN OBAT BERBAGAI PENYAKIT
Ubi Kayu atau singkong (Manihot utilisima) merupakan salah satu hasil pertanian yang bagi kita yang tinggal di Indonesia, tentu sangat mudah untuk mendapatkan bahan pangan satu ini. Apalagi Indonesia merupakan negara penghasil singkong terbanyak ke empat dunia setelah Negeria, Thailand dan Brasil. Ubi kayu segar ini tidak tahan lama dan mudah rusak dan hanya dapat disimpan selama 3 hari. Jika disimpan lebih dari 3 hari, umbinya akan berwarna coklat kebiruan. Oleh karena itu, setelah dipanen ubi kayu harus segera dikonsumsi atau diproses lebih lanjut, menjadi aneka makanan, mulai hanya di rebus atau di jadikan aneka jajanan tradisional. Singkong kaya akan kandungan beta karotin, senyawa organik yang juga banyak di temukan secara alami dalam buah dan sayur – sayuran, yang banyak manfaat untuk kesehatan tubuh manusia. Oleh sebab itu, singkong merupakan sumber pangan lokal yang berkwalitas. Beta karotin memiliki karakter berupa senyawa organik golongan terpenoid 40 rantai C, bersifat non polar bersifat larut dalam lemak, selain itu beta karotin juga merupakan senyawa piqmen (pewarna alami dalam buah atau sayur ) yang dominan berwarna merah atau jingga, makanya kalau pingin tahu ubi yang bagus itu harus tau warnanya. Yang kuning lebih bagus karena ada beta karotenya, juga lebih manis rasanya, kalau yang berwarna putih terkadang pait rasanya, semakin pait maka tingkat kandungan pati dan sianidanya semakin tinggi, walaupun ubi kayu yang jenis tersebut juga bisa di gunakan untuk melawan kanker pada porsi medisnya sendiri. Mesti begitu kebutuhan beta karotin manusia tergantung pada usia seseorang. Sebagai catatan,ada beberapa jenis singkong yang memeiliki kandungan beta karotin tinggi dan baik untuk kesehatan. Diantaranya jenis ubi kayu atau singkong lokal unggulan yaitu seperti mentega 2, adira 1, nangka , ubi kuning, bokor dan carvita 25 berasal dari penelitian. Yang paling tinggi kandungan beta karotinya yaitu jenis ubi kayu mentega 2 dan carvita 2. itu yang paling tinggi. Selain sebagai sumber beta karotin singkong juga mengandung kalori yang cukup tinggi. Dalam 100 gram singkong, terkandung 110-150 kalori. Jumlah kalori ini lebih tinggi dari pada kalori pada umbi jenis lain, seperti kentang dan ubi. Oleh karena itu,anda bisa mendapatkan energi ekstra untuk menjalani aktifitas sehari – hari jika mengkonsumsi singkong. Selain kalori, singkong juga kaya akan karbohidrat kompleks dan serat. kedua nustrisi ini berfungsi untuk menjaga kesehatan saluran pencernakan, mengurangi radang dan mengendalikan kadar gula darah dan ini masih perlu diteliti lebih lanjut. Manfaat lainya bisa didapat dari kandungan vitamin C, vitamin A, vitamin C dan A merupakan antioksidan yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari efek radikal bebas, mencegah penyakit jantung hingga mengatasi kerutan di kulit. Selain manfaat di atas ,singkong juga di klaim dapat di gunakan sebagai obat alternatif untuk mengatasi kelelehan, diare, infeksi, masalah kesuburan dan menginduksi persalinan. Untuk mengkosumsi singkong, pastikan anda mengolahnya dengan benar. Mesti proses pengolahan dapat mengurangi nustrisi yang terkandung dalam singkong, hal ini perlu di lakukan untuk menghilangkan zat sinida yang berbahaya pada singkong, agar lebih aman dikonsumsi, perlu diolah dengan cara mengupas kulitnya terlebih dahulu, kemudian merendam bagian batangnya yang berwarna putih di dalam air bersih selama 48-60 jam. Setelah proses perendaman selesai lanjutkan dengan memasak singkong hingga benar-benar matang sempurna, anda bisa menggoreng atau mengukus minimsl 25 menit hal ini untuk mencegah keracunan sianida akibat mengkunsumsi singkong mentah atau yang di masak kurang mateng. (Hartati,SP, Penyuluh THL-TBPP, BPP Kecamatan Kemusu Kabupaten Boyolali) Sumber : http://mc-tester.com Pembuatan gaplek dari singkong http://hellosehat.com Mengenal Kandungan Nutrisi dan Manfaat Singkong 3. http://www.alodokter.com Manfaat Singkong Bagi Kesehatan dan Cara Mengolahnya