Loading...

Ubi Kayu Sebagai Pangan Alternatif Di Kedungkandang

Ubi Kayu Sebagai Pangan Alternatif Di Kedungkandang
Pengembangan pangan lokal di wilayah Kecamatan Kedungkandang Kota Malang perlu sekali ditingkatkan. Hal ini sejalan salah satu program yang sedang digaungkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebagai upaya diversifikasi pangan di tengah Pandemi Covid 19. Beberapa jenis komoditas pangan lokal menjadi andalan untuk dikembangkan saat ini seperti ubi kayu, ubijalar, talas, ganyong, porang, sagu dan lainnya. Seperti halnya ubi kayu, menurut Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi, komoditas ini patut diberikan perhatian lebih karena memiliki prospek yang bagus. Ubi kayu ini gampang budidayanya, tidak memerlukan lahan yang spesifik dan bahkan bisa ditanam di pekarangan rumah. "Mari kita mulai manfaatkan lahan yang ada salah satunya ya dengan nanam ubi kayu ini," ujar Suwandi, Rabu (3/6) (Dikutip di Website Republika). Pada tanggal 2 Juli 2020, BPP (Balai Penyuluh Pertanian) Kecamatan Kedungkandang Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang melakukan ubinan ubi kayu Varietas Tambak Urang di Kelompok Tani Sido Makmur I Kelurahan Buring dengan hasil ubinan sebesar 33,51 kg atau dengan produksi sebesar 536,2 ton/ha. Pengembangan ubi kayu memang tidak bisa dipungkiri ada beberapa tantangan seperti bibit unggul bersertifikat, kondisi harga, umur panen panjang, produktivitas perlu ditingkatkan dan penanganan pasca panen. Namun demikian ubi kayu akan bisa menjadi komoditas primadona asalkan dikelola dengan baik. Oleh karena itu, BPP Kedungkandang Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang mendorong petani untuk bisa meningkatkan produktivitas ubi kayu, salah satunya dengan pemilihan varietas tersebut dan pemupukan. Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa pangan lokal menjadi pangan alternatif yang harus mulai diberi perhatian khusus. Manfaatkan lahan yang ada, bangun pangan lokal mulai dari skala rumah tangga supaya ketahanan pangan bisa terjaga. Hal ini kita wujudkan melalui gerakkan diversifikasi konsumsi pangan lokal, mengonsumsi olahan ubikayu, mari kita mencintai produksi petani sendiri.