Loading...

Ubikayu Untuk Bahan Pangan dan Bahan Industri

Ubikayu Untuk Bahan Pangan  dan Bahan  Industri
Ubi kayu dapat dimanfaatkan untuk keperluan pangan, pakan maupun bahan dasar berbagai industri. Oleh karena itu pemilihan varietas ubi kayu harus disesuaikan untuk peruntukannya. Di antara komponen teknologi produksi, varietas unggul mempunyai peran penting serta strategis, mengingat varietas unggul terkait dengan potensi hasil per satuan luas, kualitas produk yang menentukan preferensi pengguna, serta potensial mudah diadopsi petani apabila bibitnya tersedia. Karena varietas unggul merupakan komponen teknologi essensial dalam upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Dalam makalah ini disampaikan ketersediaan varietas-varietas unggul ubi kayu untuk bahan pangan dan bahan baku industri.Varietas Unggul Untuk Bahan PanganUbi kayu dapat dimanfaatkan untuk keperluan pangan, pakan maupun bahan dasar berbagai industri. Oleh karena itu pemilihan varietas ubi kayu harus disesuaikan untuk peruntukannya. Di daerah dimana ubikayu dikonsumsi secara langsung untuk bahan pangan diperlukan varietas ubi kayu yang rasanya enak dan pulen dan kandungan HCN rendah. Berdasarkan kandungan HCN ubi kayu dibedakan menjadi ubi kayu manis/tidak pahit, dengan kandungan HCN Empat varietas yang sesuai untuk pangan:(1) Adira 1: umur 7 - 10 bulan, hasil 22 t/ha, kadar pati 45% (bb), kadar HCN 27,5 mg/kg, tidak pahit, agak tahan tungau merah (Tetranichus bimaculatus), tahan bakteri hawar daun, penyakit layu (Pseudomonas solanacearum), dan (Xanthomonas manihotis)(2) Malang 1: umur 9 -10 bulan, hasil 36,5 t/ha, kadar pati 32-36% (bb), kadar HCN (3) Malang 2: umur 8 -10 bulan, hasil 31,5 t/ha, kadar pati 32-36% (bb), kadar HCN (4) Darul Hidayah : umur 8 -12 bulan, hasil 102,1 t/ha, kadar pati 25-31% (bb), kadar HCN Selain peruntukannya, pemilihan dan penerimaan suatu varietas ubi kayu oleh petani dan pengguna lainnya juga ditentukan oleh umur tanaman, keragaan dan sifat ketahanannya terhadap gangguan hama dan penyakit tanaman. Pada umumnya petani sangat fanatik terhadap varietas lama maupun unggul lokal yang telah dikenal luas oleh masyarakat luas sehingga pasarnya jelas.Varietas Unggul untuk Bahan IndustriDari produk antara berupa tepung dan pati ubikayu dapat dikembangkan berbagai produk industri baik melalui proses dehidrasi, hidrolisis, maupun fermentasi. Sebagai bahan baku industri, jenis ubi kayu yang memiliki potensi hasil tinggi, kadar bahan kering dan kadar pati tinggi, dianggap paling sesuai untuk bahan baku industri. Beberapa varietas unggul yang telah dilepas dan sesuai untuk bahan baku industri antara lain: Varietas Adhira-4,MLG-6, UJ-3, UJ-5, MLG-4Enam varietas yang sesuai untuk bahan baku industry :(1) Adira 2 : umur 8-12 bulan, hasil 22 t/ha, kadar pati 41% (bb), kadar HCN 124,0 mg/kg, pahit, cukup tahan tungau merah (Tetranichus bimaculatus), tahan penyakit layu (Pseudomonas solanacearum).(2) Adira 4 : umur 10 bulan, hasil 35 t/ha, kadar pati 20-22% (bb), kadar HCN 68,0 mg/kg, pahit, cukup tahan tungau merah (Tetranichus bimaculatus), tahan terhadap Pseudomonas solanacearum dan Xanthomonas manihotis(3) UJ-3 : umur 8-10 bulan, hasil 20-35 t/ha, kadar pati 20-27% (bb), kadar HCN >100,0 mg/kg, pahit, agak tahan CBB (Cassava Bacterial Blight) (4) UJ-5 : umur 9-10 bulan, hasil 25-38 t/ha, kadar pati 19-30% (bb), kadar HCN >100,0 mg/kg, pahit, agak tahan CBB (Cassava Bacterial Blight) (5) Malang 4 : umur 9 bulan, hasil 39,7 t/ha, kadar pati 25-32% (bb), kadar HCN (6) Malang 6 : umur 9 bulan, hasil 36,4 t/ha, kadar pati 25-32% (bb), kadar HCN Ruslia Atmaja (rusliatmaja.326@gmail.com)Sumber : Balitkabi - Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan 2012