Loading...

UBINAN JAGUNG DI KELOMPOK TANI KARSA MANDIRI DESA RINGGIT KECAMATAN NGOMBOL

UBINAN JAGUNG DI KELOMPOK TANI KARSA MANDIRI DESA RINGGIT KECAMATAN NGOMBOL
Jagung siap panen ditandai dengan terbentuknya lapisan hitam di ujung biji dan kulit tongkol (klobot) sudah mengering atau berwarna coklat muda. Biasanya panen dilakukan pada saat tongkol berumur 7-8 minggu setelah keluar bunga dan dapat juga ditandai dengan penampakan biji jagung yang mengkilap jika tongkol dikupas. Selain itu, jika biji ditekan dengan tangan tidak meninggalkan bekas melekuk, dan kadar air dalam biji sudah mencapai 35 – 40%. Desa Ringgit Kecamatan Ngombol, pada musim tanam III tahun 2017 ini terdapat areal tanaman jagung seluas 30 Ha. Pada tanggal 27 Oktober 2017 pukul 08.00 dilakukan Ubinan Jagung di Kelompok Tani Karsa Mandiri Desa Ringgit Kecamatan Ngombol.Pengambilan sampel hasil tanaman jagung milik Dasno dan Budiyono disaksikan oleh A. Sartono Ketua Kelompok Karsa Mandiri, Eko Budi HWJ selaku Kepala Desa Ringgit, PPL Wibi Ringgit dan PPL Se Kec Ngombol serta anggota kelompok tani lainnya.Alat/bahan yang perlu dipersiapkan : meteran, karung dan timbangan. Waktu ubinan yang terbaik jam 8-12 siang.Cara ubinan : • Pilih 2 lokasi yang akan dijadikan tempat ubinan• Ukur menggunakan meteran kedua lokasi tersebut dengan jarak panjang dan lebar masing-masing 2,5 meter• Beri tanda hasil pengukuran dari kedua lokasi tersebut menggunakan ajir dan tali • Panen lokasi yang sudah diberi tanda • Ambil jagung dari tanaman jagung kemudian dikumpulkan dan dimasukkan di karung dengan menghilangkan klobot jagungnya.• Timbang hasil dari kedua lokasi ubinan tersebut Perhitungan Hasil Ubinan :Perhitungannya pertama diperoleh hasil 13,52 kg dan pengubinan kedua 11,20 kg. Pengubinan pertama = 13,52 kg x 16 = 216,32 kg (jagung beserta tongkol)216,32 x 70% = 15,1 ton/ha kering panen (konversi ke jagung pipilan)Pengubinan kedua = 11,20 kg x 16 = 179,2 kg (jagung beserta tongkol)179,2 x 70% = 12,5 ton/ha kering panen (konversi ke jagung pipilan)Menurutnya A. Sartono hasil tanaman jagung warga ini tergolong tinggi. Oleh karena itu, diharapkan dari pemerintah untuk bantuan benih jagung merupakan agenda rutin yang diberikan kepada Kelompok Tani, dengan catatan datangnya bantuan juga sesuai dengan waktu musim tanam jagung. Selain itu, Kun Taufik Ali Akbar menharapkan mendapat peralatan berupa mesin pemipil jagung, sehingga pihaknya terbantu dalam penyediaan bibit dan tidak lagi melakukan pemipilan manual. Diharapkan dari PPL juga memberikan penyuluhan dan arahan teknologi yang tepat agar hasilnya semakin meningkat sehingga dapat pendapatan perkapita warga sekitar.Disusun oleh :Bakti Woro Haryanti, SPPenyuluh Pertanian MudaDinPPKP Kab Purworejo