Hari Selasa tanggal 02 Oktober 2018 dilaksanakan kegiatan ubinan di lahan demplot Sekolah Lapangan Upsus Kedelai Kelompok Tani Suka Makmur Desa Karangsoko. Kegiatan ubinan dilaksanakan oleh PPL (Ibu Vivin Letari, S.TP), Mantri tani (Bpk. Yohan Erfinanta, S.Pt) dan dihadiri perwakilan KJF Dinas Pertanian Kabupaten Trenggalek (Bpk. Ir. Suhartoyo dan Ibu Hetik Purwandari, S.ST, M.Agr), Koordinator PPL Kecamatan Trenggalek (Ibu Ir. Priantini), Babinsa Desa Karangsoko (Bpk Agus) serta petani peserta SL Upsus Kedelai Kelompok Tani Suka Makmur Desa Karangsoko. Paket teknologi yang dilterapkan pada tanaman kedelai di lahan demplot antara lain penggunaan benih unggul, jarak tanam jajar legowo, pemupukan berimbang dan aplikasi agensi hayati. Umur tanaman yang dipanen adalah 84 HST. Ubinan dilaksanakan pada 3 jenis perlakuan yaitu a) pemangkasan pucuk umur 20 HST, b) pemangkasan pucuk umur 30 HST, dan c) tanpa pemangkasan. Ukuran masing-masing petak ubinan adalah 2,5 m x 2,5 m. Petani peserta SL Upsus Kedelai mengikuti ubinan dengan antusias. Menurut Bapak Suprapto Ketua Kelompok Tani Suka Makmur Desa Karangsoko, ubinan ini memang ditunggu-tunggu oleh petani karena petani ingin mengetahui pengaruh pemangkasan pucuk tanaman kedelai terhadap produktivitas hasil panen. Hasil ubinan pada lokasi demplot SL Upsus Kedelai Kelompok Tani Suka Makmur Desa Karangsoko disajikan pada tabel berikut ini No Parameter Lokasi di Luar Demplot Lokasi Demplot dengan Perlakuan Pemangkasan Pemangkasan Umur 20 HST Pemangkasan Umur 30 HST Tanpa pemangkasan1 Jumlah lubang tanam 120 149 153 1552 Jumlah rata-rata polong berisi/ batang 35 44 45 473 Jumlah rata-rata polong hampa/ batang 3 3 2 34 Hasil ubinan (polong kering panen) 1,937 kg 2,290 kg 2,425 kg 2,635 kg5 Produktivitas a. Polong kering panen 30,99 ku/ ha 36,64 ku/ ha 38,80 ku/ ha 42,16 ku/ ha b. Biji kering 11,43 ku/ ha 13,52 ku/ ha 14,32 ku/ ha 15,55 ku/ ha Dari hasil ubinan dapat disimpulkan sebagai berikut :a. Hasil ubinan di lokasi demplot (dengan penerapan 4 teknologi anjuran) secara umum lebih baik dari hasil ubinan di luar lokasi demplot (tanpa penerapan 4 teknologi anjuran). Hal ini menunjukkan bahwa teknologi anjuran memberikan dampak hasil panen yang lebih tinggi.b. Ubinan pada perlakuan pemangkasan dengan waktu yang berbeda (umur 20 dan 30 HST) dan perlakuan tanpa pemangkasan, memberikan hasil panen tertinggi pada perlakuan tanpa pemangkasan, dan hasil terendah pada pemangkasan umur 20 HST. Namun perbedaan hasil ubinan di antara ketiganya tidak terlalu mencolok. c. Rata-rata produktivitas kedelai di Kelompok Tani Suka Makmur tahun 2018 ini lebih rendah dibandingkan tahun 2017 (18,00 ku/ ha biji kering). Salah satu penyebabnya adalah tanaman kedelai tahun ini mengalami kekurangan air karena musim kemarau yang lebih panjang. Padahal tanaman kedelai memerlukan air yang cukup terutama pada 3 fase kritis (fase vegetatif, fase pembungaan, dan fase pengisian polong)