Loading...

Uji AEZ TANAMAN PADI MEDIA POT

Uji AEZ TANAMAN PADI MEDIA POT
Banyak cara untuk mengurangi kegagalan dalam uji AEZ padi, Yang umum dilakukansecara exksisting pada lahan petani. Usaha untuk mengurangi kegagalan tersebut salah satunya dengan metoda budidaya padi di media pot. Sekarang ini namanya varietas inpari ( inbrida padi irigasi ). Bisa juga di rawa-rawa makanya disebut inpara ( inbrida padi rawa ). Untuk di tegalan, biasa disebut padi gogo. Istilahnya: inpago (inbrida padi gogo). Ini untuk varietas non hibrida.Sekarang ini, banyak juga insan yang menanam padi di pot. Namanya apa ya? masa namanya: inpapot (inbrida padi pot). Sejak tahun 2008, sudah ada insan yang cinta pertanian, menanam padi dalam pot. Mereka memberi inspirasi kepada yang lain. Seakan-akan dia berkata: padi bisa juga tumbuh dalam pot. Dan subur lagi,,,Saya sempat meletakkan padi dalam pot di rumah, Bagaimana persiapannya: 1. Siapkan benih padiKebutuhan benih disesuiakan pot yang akan kita tanam. Bila kita ingin menanam 5 pot saja maka benihnya cukup 10-15 butir. Itu artinya, benih yang kita pakai 2-3 kali jumlah pot yang akan ditanam.Kalau kita ingin menanam 2 pot saja maka benihnya cukup 4-6 butir. Kalau tanam 20 pot, benih yang akan kita tanam mencapai 40 butir sampai 60 butir.Biasanya, kalau benih yang akan kita gunakan sebagai bibit diberi perlakuan dengan air garam. Karena benih yang akan kita gunakan sedikit sekali maka perlakuan dengan air garam bisa ya, bisa tidak. Cuma yang lebih baik, direndam di air garam.Berapa garamnya? ambil 1/2 gelas air. Kasih 1/2 sendok makan garam. Aduk sampai rata: masukan benih padinya. Dan diamkan selama 10 menit-15 menit.Benih yang mengambang dan melayang diambil dan dibuang. Jumlah benih yang kita pakai mengikuti kaidah di atas: 2-3 kali jumlah pot.Setelah itu, ambil benih padinya. Cuci bersih dari air garam. Baru direndam selam 24 jam.Bila 24 jam telah berlalu, tiriskan dan masukkan ke kertas koran yang agak basah atau tissu. Percikkan sedikit air agar kertas koran atau tikus agak basah. Kemudian letakkan di tempat yang agak gelap selama 24 jam.Biasanya, dalam 24 jam benih tersebut akan keluar titik tumbuh ( bila belum keluar simpan lagi selama 12-24 jam). Baru setelah itu, benih siap disebar di media persemaian. Cara lain mendapatkan bibitDari sekian banyak insan, ada juga yang punya cara lain. Insan ini ( baca orang) nga mau repot-repot tabur benih. Setelah pot dan medianya dia siapkan, dia ke sawah: minta sama petani beberapa bibit padi. Urusan benih selesai,,,Saya menganjurkan: tanamlah 1 pot dengan 1 bibit padi2. Media Tanam PotUntuk media tanam ini terbagi 2 :1. Media tanam persemaian dan2. Media tanam pot Untuk media persemaian, bisa gunakan besek atau yang lainnya. Untuk komposisinya tanah : sekam : pupuk kandang = 1:1:1. Atau bisa gunakan media lain seperti tanah : abu : pupuk kandang = 1:1:1. Masih banyak media yang digunakan,,,Bagaimana dengan pupuk kimia? dengan komposisi di atas sebetulnya cukup baik untuk perkembangan tanaman.Tapi anda bisa saja memberikan pupuk kimia. Saya lebih suka pakai pupuk ZA daripada urea. Cukup 1/3 sendok teh saja masukan ke dalam media persemaian (besek) dan aduk sampai merata. Bisa juga diberikan pupuk NPK dengan dosis serupa. Dan diaduk sampai rata.Setelah media persemain selesai, taburkan benih yang tsb ke dalam media persemaian. Jangan lupa dicatat tanggal sebar benihnya. Dalam beberapa hari ke depan, akan tumbuh bibit-bibit padi. Umur 14-20 hss, bibit siap dipindahkan ke dalam pot.Sekali lagi, jangan lupa beri kertas tempel di pot : ditanam umur sekian hss. Atau bisa juga dicatat dibuku.Saya lebih suka pindah bibit umur 14/15 hss. Makin muda bibit ditanam maka jumlah anakkan akan lebih banyak. Kalau pembaca ingin membuktikannya, coba 1 pot ditanam umur 15 hss dan 1 pot ditanam umur 25 hss.Media Tanam Pot, bisa digunakan pot atau ember atau lainnya. Kalau saya pakai pot yang tak ada lubang bawahnya. Pot malah saya lubangi 75-90 % dari tingginya. Ada 4 titik mata angin. Untuk buang air berlebih. Dengan cara ini, kita tak perlu tiap hari siram padi.Berdasarkan pengalaman Untuk musim kemarau, sebaiknya lubang pot disekitar kuping pot (75-90 % dari tingginya). Tapi bila musim hujan, lubangi pot 60-70 % dari tingginya.Saya pernah tanam di polybag. Jadi, hampir tiap hari tanaman padi itu disiram. Kalau polybag kita tempatkan di depan rumah, okelah. Tapi kalau ada tanaman padi di atas loteng, bagaimana?Komposisi media tanam dalam pot sangat beragam. Tapi, saya suka menggunakan tanah kering/tanah sawah : pupuk kandang : sekam padi = 2:1:1.“pak tanya, kalau sekam padi nga ada bagaimana?’” yang ada apa?”” kalau pakai jerami padi?”” bisa juga, cuma lebih baik dipotong-potong dulu”. Cuma cara ini memekan waktu lama sebab jerami harus mengalami proses pembusukan dulu,,, Sebaiknya, persiapan media dalam pot dilakukan sewaktu bibit padi masih kecil. Atau minimal 1 pekan sebelum pindah tanam. Lebih baik lagi, media tanam tsb dimasukan POC hayati seperti EM4, NASA, BASF, Doea Putri, dll. Ukurannya disesuaikan dengan dosis yang tertera di kemasannya.Artinya, memberikan persiapan kepada media tanam dalam pot untuk berkembang dalam proses yang rumit di dalamnya. Intinya, nutrisi dalam pot akan maksimal. 3. Penyiraman TanamanUntuk penyiraman tanaman, karena pot nya tak berlubang maka penyiraman bisa 3-4 hari sekali. Siram tanaman sampai macak-macak, kemudian biarkan selama 3-4 hari. Kemudian baru siram lagi. Begitu seterusnya.Ingat, padi bukan tanaman air, jadi tak selalu tergenang air. Yang penting, ada kecukupan air dalam siklus hidupnya.Cuma, sewaktu tanaman padi dalam masa bunting, berbunga dan masa pengisian bulir padi, sebaiknya penyiraman dilakukan 1-2 hari sekali. Sebab pada masa ini, tanaman padi membutuhkan suplai air yang banyak. 4. Penyiangan Tanaman PadiUntuk proses ini, sangat mudah dilakukan. Kita tinggal mencabut gulma yang ada di pot. Kemudian kita benamkan kembali ke dalam pot.Bagaimana dengan pemupukannya? 5. Pemupukan Tanaman PadiBanyak cara yang bisa digunakan, bisa pakai pupuk tunggal maupun majemuk.Ok, bagaimana menerapkannya dalam pot? sebab pupuk yang diletakkan dalam pot beda dengan yang ada di sawah. Tidak terbawa air, tak terhisap tanaman lain, dll.Karena bertanam padi dalam pot maka pola dosis dan aplikasi pemupukan berbeda tiap insan/petani padi dalam pot. Kalau saya sendiri lebih suka memakai 4 kali aplikasi dengan dosis tertentu. Pakai Pupuk Tunggal ( Urea/ZA, SP36 dan KCL) kebutuhannya sbb:1. pupuk dasar, 0-1 hst: 1 sendok teh pupuk SP36 dan 1/2 sendok teh pupuk KCL2. pupuk susulan ke-1 ( 7-10 hst) : 1/2 sendok teh urea3. pupuk susulan ke-2 (20 hst) : 1 sendok teh urea4. pupuk susulan ke-1 ( 35 hst) : 1 sendok teh ureaBila kita pakai pupuk ZA, maka dosisnya 2 x pupuk urea. Misal 1/2 sendok teh urea maka jadi 1 sendok teh ZA. Catatan:1. Bila di rumah kita ada sisa kopi atau teh manis atau susu bekas atau air kelapa tua dll maka jangan dibuang. Tuangkan saja sisi minuman tsb ke dalam pot padi.2. Bila ada bekas air beras, maka dapat digunakan buat penyiraman tanaman padi dalam pot. Pakai Pupuk Majemuk1. Pupuk pertama, 7 hst: 1/2 sendok teh NPK ponska2. Pupuk susulan ke-1 ( 14hst) : 1/2 sendok teh NPK ponska + 1/2 sendok teh urea3. Pupuk susulan ke-2 (25 hst) : 1/2 sendok teh NPK ponska + 1/2 sendok teh urea4. Pupuk susulan ke-1 ( 35 hst) : 1 sendok teh ureaSebaiknya pemupukan diberikan ketika air di dalam pot sedang macak-macak. Atau ketika kita memberikan pupuk maka usahakan tanaman padi disiram. 6. Hama dan PenyakitBiasanya, bila kita tanam padi dalam pot dalam jumlah sedikit hama dan penyakit relatif tak ada. Atau jarang dijumpai. Atau kalau pun ada terutama hama maka pengendaliannya lebih mudah. Misal ada ulat, maka tinggal kita ambil dan dibuang. Yang cukup merepotkan adalah hama tikus. 7. Panen PadiSebaiknya, bila 2 pekan sebelum panen, tanaman padi jangan disiram. Kalau pun mau disiram, siramlah dengan sedikit air. Menjelang 1 pekan panen, biarkan tanaman jangan disiram.Dengan kondisi demikian maka kemungkinan kegagalan uji aez dapat dikurangi tanpa langsung di lahan petani sekala luas. Oleh SUTOYO. SP.