Loading...

UJI COBA MELON HIJAU GRACIA DI POKTAN SUMBER REJEKI BPP PROPPO PAMEKASAN

UJI COBA MELON HIJAU GRACIA  DI POKTAN SUMBER REJEKI BPP PROPPO PAMEKASAN
Melon (Cucumis melo L) merupakan tanaman buah semusim yang berasal dari Lembah Panas Persia atau daerah mediterania yang merupakan perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika. Tanaman melon termasuk jenis tanaman labu yang masih satu keluarga dengan semangka, blewah dan mentimun. Melon memiliki cita rasa yang manis dan khas, melon juga mengandung gizi yang cukup tinggi dan komposisi yang lengkap, tiap 100 g bagian buah melon mengandung 23 kalori energi, 0,6 g protein, 17 mg kalsium, 2.400 IU vitamin A, 30 mg vitamin C, 0,045 mg thiamin, 0,0065 mg riboflavin, 1,0 mg niacin, 6,0 g karbohidrat, 0,4 mg zat besi, 0,5 mg nikotinamida, 93 ml air dan 0,4 g serat. Usaha tani melon diminati petani karena cukup menguntungkan dan memiliki umur panen yang pendek yaitu 55 - 65 hari, dan harga buah melon yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan komoditas hortikultura lainnya. Namun melon memerlukan penanganan intensif dalam budidayanya. Tanaman melon dapat tumbuh pada kisaran ketinggian 0 - 2.000 m dpl (di atas permukaan laut). Namun, setiap varietas melon membutuhkan ketinggian tertentu untuk dapat tumbuh dengan optimal. Kebanyakan melon ditanam pada ketinggian optimal yaitu 200 – 1.000 m dpl. Komoditas melon mulai dicoba dikembangkan di kelompok tani Sumber Rejeki Desa Panglemah, Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan yang merupaka wilayah binaan BPP Proppo. Tanaman ini ditanam di sawah tadah hujan milik bapak Abd. Hayyi (Ketua poktan) pada bulan Juli 2018 dengan luas areal 1000m2. Varietas yang ditanam adalah melon hijau Gracia yang merupakan melon hibrida yang sesuai ditanam di dataran rendah, ketahanan penyakit gemini virus, tekstur padat, renyah, rasa manis, bobot 1,5-2 kg, umur panen 70 hst dan potensi hasil 40 ton/ha. Buah melon Gracia memiliki bentuk buah yang padat dan pada bagian ujung tidak mudah lunak sehingga memilik daya simpan, pengangkutan dan tunda panen yang baik. Per tanaman bisa dibuahkan sebanyak 2-3 buah. Rata – rata petani di Desa Panglemah pada musim kemarau adalah menanam tembakau, namun BPP Proppo mulai mengembangkan komoditas lainnya sebagai alternatif bagi petani binaan yang tidak menanam tembakau. Salah satunya adalah uji coba komoditas melon. Kondisi sawah tadah hujan tidak menjadikan kendala bagi budidaya melon, asalakan kebutuhan air tetap tercukupi. Pengaturan air dan kelembapan tanaman sangat berpengaruh pada perkembangan penyakit yang sering dihadapi petani melon. Selain jenis benih yang berkualitas dan pemenuhan kebutuhan pupuk. (Oleh : Eris Wulandari, S.TP, BPP Proppo)