UJI SAMPEL TANAH, CARA TEPAT MENGETAHUI KEBUTUHAN HARA TANAH
Tanah merupakan unsur penting dalam perkembangbiakan tanaman. Tanah merupakan penyedia unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Dari setiap jenis tanah memiliki karakteristik dan kegunaan tersendiri yang bisa dimanfaatkan oleh tanaman. Secara umum tanah yang cocok untuk tanaman perkebunan dan pertanian adalah tanah yang memiliki karakteristik seperti, mengandung banyak unsur organik, Ph< 7, tidak mengeras setelah ditanami, punya kelembaban tinggi bahkan dimusim kemarau dan tidak ada lapisan padas. Analisis kimia tanah diperlukan untuk mengukur kadar hara tanah, menetapkan status hara tanah dan dapat digunakan sebagai petunjuk penggunaan pupuk dan kapur secara efisien, rasional dan menguntungkan. Namun hasil uji tanah tidak berarti apabila dalam pengambilan sampel tanah, tidak mewakili areal yang dimintakan rekomendasi dan tidak dengan cara yang benar. Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika mengambil sampel tanah yaitu jangan mengambil contoh tanah dari galengan, selokan, bibir teras, tanah tererosi sekitar rumah dan jalan, bekas penimbunan pupuk, kapur dan bahan organik dan bekas pengembalaan ternak ; Permukaan tanah yang akan diambil contohnya harus bersih dari rumput-rumputan, sisa tanaman, bahan organik/serasah dan batu-batuan atau kerikil ; Alat-alat yang digunakan bersih dari kotoran-kotoran dan tidak berkarat. Kantong plastik yang digunakan sebaiknya masih baru, belum pernah dipakai untuk keperluan lain. Poktan Sukorejo ingin mengetahui kondisi tanah di wilayahnya. Oleh karena itu, poktan sukorejo berinisiatif untuk mengambil sampel tanah untuk dianalisakan ke Laboratorium Tanah Dinas Pertanian Kabupaten Jombang. Pengambilan sampel ini dilakukan di tanah anggota kelompoktani yang berada di Blok 2. Ada empat titik yang diambil dengan alasan keempat titik ini sudah cukup mewakili kondisi tanah di poktan sukorejo. Ada yang masuk tanah sawah biasa, ada yang sudah masuk tanah pegunungan (tanah hitam). poktan sukorejo berpedoman bahwa antara tanah sawah biasa dan tanah sawah pegunungan (hitam) memiliki unsur yang berbeda dan harusnya kebutuhan pupuk yang berbeda pula. Akan tetapi, Petani saat ini lebih banyak tanpa berpikir ketika memberikan pupuknya ke sawah. Mereka menyamaratakan tanah tersebut. Dengan analisa tanah ini diharapkan petani jadi lebih paham mengenai jenis tanahnya dan pupuk yang harus diberikan sehingga usaha tani mereka bisa berjalan dengan baik dan hasil yang didapat sesuai harapan. (Binti Astuti)