Penyebaran aktivitas penyebaran usaha tani bagi masyarakat tani di pedesaan harus terus di upayakan secara ilmiah. Sawah merupakan lahan atau tempat usaha pertanian yang memiliki permukaan rata, dibatasi pematang dan bisa ditanami padi serta aneka tanaman Palawija.Berbagai faktor dapat menyebabkan unsur-unsur dalam tanah diantaranya perubahan pH tanah, Unsur Makro dan Mikro tanah. Tanah sawah yang baik untuk ditanami harus memilki kadar pH serta unsur-unsur hara lainya pada batas tertentu.Sasat ini sudah ada alat untuk mengetahui kandungan unsur hara tanah sawah (N,P,K, dan pH) tanah yaitu Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS). Perangkat tersebut dikembangkan oleh Balai Penelitian Tanah tahun 2004. PUTS adalah suatu alat untuk analisis kadar hara tanah secara langsung dengan relatif cepat, mudah dan cukup akurat. Satu Unit Perangkat Uji Tanah Sawah terdiri dari: Satu paket bahan kimia dan alat untuk ekstraksi N, P, K dan pH. Bagan warna untuk penetapan kadah pH, N,P dan K. Buku Petunjuk Penggunaan serta Rekomendasi Pupuk untuk padi sawah. Bagan Warna Daun (BWD) rekomendasi pemupukan pada berbagai kelas status hara tanah yang diberikan mengacu pada kalibrasi uji tanah.Pada kegiatan di BPP Pamulhan pengujian menggunakan PUTS di laksankan di kantor BPP Pamulihan. Sampel tanah yang di uji diambil dari beberapa wilayah di Kecamatan Pamulihan. Hasil dari pengujian menggunakan PUTS merupakan dasar rekomendasi pemupukan di lahan yang di uji dengan PUTS, sehingga dalam penggunaan pupuk kimia dosis pupuk yang di gunakan petani sesuai dengan kebutuhan unsur hara yang di butuhkan tanaman padi(Beni Subarkah Ramdanni. SP)