Menyongsong tahun 2017 BPTP Kalimantan Barat bekerjasama dengan Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP3K) Terentang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, melakukan uji adaptasi inovasi teknologi Jajar Legowo Super. Inovasi teknologi yang awalnya diarahkan pada lahan sawah irigasi menggunakan VUB Inpari-30, Inpari-32, dan Inpari-33 ini diujicoba pada lahan pasang surut di BP3K Terentang, Kab. Kubu Raya. Varietas padi yang digunakan adalah Inpari-22 yang juga tahan penyakit blas ras 073 yang juga memiliki potensi produksi tinggi 7,9 ton GKG/ha. Varietas ini juga tahan terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) patotipe III. Tekstur nasinya yang pulen akan memudahkan dipasarkan ke Kota Pontianak. Pengomposan jerami menggunakan decomposer eksisting merk BEKA sedangkan pupuk hayati menggunakan hasil penelitian Balai Penelitian Tanah, Bogor, yaitu merk Agrimeth. Persemaian dilakukan menggunakan Sistim Dapok. Umur semaian adalah 14 hari. Benih yang digunakan Varietas Unggul Baru Inpari-22. Alat tanam yang digunakan bukan Indojarwo Rice Transplanter tetapi menggunakan Rice Transplanter Kubota buatan swasta karena alsin yang diperlukan belum tersedia. Untuk mendiseminasikan informasi inovasi Jajar Legowo Super ini maka diadakan Temu Lapang yang dipimpin oleh Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Kubu Raya, Drs. Agus Supriadi, dan para penyuluh pertanian lapangan Kabupaten Kubu Raya. Dari hasil temu lapang ini diperoleh umpan balik sebagai berikut: (1)Penggunaan alat tanam Rice Transplanter ini masih menyebabkan ada tanaman yang lowong atau tidak tertanam sehingga mengharuskan petani menyulang tanaman yang kosong, (2) Dengan menggunakan bibit umur muda ternyata penggunaan alat tanam Rice Transplanter ini menyebabkan banyak bibit padi yang helai pelepahnya patah ketika terkena alat tanam, (3)Untuk satu hektar sawah diperlukan sekitar 200 dapok. Harga dapok masih relataif mahal bagi petani. Mereka menyarankan menggunakan sistim persemaian basah tetapi perlu meramu media tanamnya agar sesuai dengan kondisi persemian menggunakan dapok.(Ir. Sigit Sapto Wibowo, MSc)Sumber: Hasil Ujicoba Jajar Legowo Super di BP3K Terentang, Kubu Raya, Kalimantan Barat