Loading...

UKURAN UMBI DAN VARIETAS BAWANG MERAH

UKURAN UMBI DAN VARIETAS BAWANG MERAH
Umbi bawang merah termasuk umbi lapis yang juga sebagai cadangan makanan bagi pertumbuhan calon tanaman baru sebelum bisa memanfaatkan unsur hara yang terkandung di dalam tanah. Proses pertumbuhan awal tanaman sangat ditentukan oleh bobot umbi dan calon mata tunas yang terletak pada pangkal umbi lapis. Benih memiliki persentase pembiayaan yang paling tinggi terhadap total biaya produksi pada budidaya bawang merah. Seara umum, semakin besar bobot umbi bawang yang ditanam semakin tinggi peluangnya untuk memdapatkan produksi yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan benih dengan bobot ukuran lebih kecil. Umbi besar dapat menyediakan cadangan makanan yang cukup untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan di lapangan. umbi benih berukuran besar tumbuh lebih baik dan menghasilkan daun - daun lebih panjang, luas daun lebih besar, sehingga dihasilkan jumlah umbi per tanaman dan total hasil yang tinggi. Namun demikian, ukuran benih yang besar dapat meningkatkan biaya produksi, karena bobot umbi yang lebih tinggi dibandingkan dengan benih umbi yang lebih kecil. Efisiensi benih diupayakan dengan pengurangan bobot maupun ukuran benih tanpa mengurangi populasi pertanaman dengan produksi optimum yang diharapkan. Untuk mencapai produksi tersebut perlu diketahui ukuran benih minimal yang masih dapat menghasilkan produksi bawang merah yang berkualitas tinggi dengan ukuran umbi yang diterima pasar, sehingga dapat mengurangi biaya produksi budidaya bawang merah, dan memberikan keuntungan lebih tinggi bagi petani. Pemilihan benih yang baik untuk ditanam yaitu: tidak mengandung penyakit, tidak cacat, dan tidak terlalu lama disimpan di gudang. Kebutuhan benih antara 1,3-2,6 t/ha dengan ukuran diameter umbi benih 1,5-1,8 cm. Umbi benih yang baik ialah umbi yang telah pecah masa dormansinya, sehat, dan berukuran optimal. Berdasarkan ukurannya, umbi benih bawang merah dapat digolongkan menjadi 3 benih, yaitu umbi benih besar (Ø = >1,8 cm atau >10 g), umbi benih sedang (Ø = 1,5-1,8 cm atau 5-10 g), dan umbi benih kecil (Ø = < 1,5 cm atau < 5 g). Pemilihan ukuran bibit bawang merah mestinya juga mempertimbangkan aspek lain, seperti tindakan pemberian pupuk yang seimbang. Pemberian pupuk memungkinkan umbi dengan bobot kecil tumbuh sama baiknya dengan umbi berbobot besar. Hal ini karena pupuk yang diberikan pada tanaman sangat berperan dalam proses pertumbuhan vegetatif tanaman, termasuk pembentukan umbi tanaman bawang merah. Selain masalah pemupukan, masalah lain yang juga perlu mendapat perhatian adalah mencari dan menggali varietas-varietas bawang merah yang mempunyai sifat-sifat unggul terutama dalam hal produksi serta kemampuan tumbuh dengan baik sehingga varietas bawang merah tersebut mampu berproduksi walaupun ukuran umbinya relatif kecil. Pengkajian yang dilakukan oleh A’idah at al. 2021. yang dilakukan di Dusun Gaeng Desa Ngudikan Kecamatan Wilangan Kabupaten Nganjuk pada April sampai Juni 2020. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangaan acak lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama meliputi varietas benih yang terdiri dari 3 taraf, yaitu V1 (Varietas Bauji); V2 (Varietas Tajuk); V3 (Varietas Philip). Faktor kedua meliputi bobot umbi, terdiri dari 3 taraf, yaitu U1 [ukuran kecil (5 gram)]; U2 [ukuran sedang (10 gram)]; U3 [ukuran besar (15 gram)]. Media tanam pada penelitian ini menggunakan percampuran tanah:kompos sebanyak 2:1. Sebelum ditanam umbi bawang dipotong 1/3 bagian pada ujung umbi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa; Bobot basah tertinggi dicapai oleh kombinasi antara varietas Tajuk dan ukuran umbi sedang (40,66 g) dan berbeda dengan kombinasi lainnya. Bobot kering tertinggi dicapai oleh kombinasi antara varietas Tajuk dan ukuran umbi sedang yang menunjukkah bobot kering umbi (10,16 g) dan tidak berbeda dengan kombinasi antara varietas Tajuk dan ukuran umbi besar (10,00 g). Hasil ini berbeda dengan semua kombinasi lainnya (Ahmad Damiri). Sumber: A’idah IN, Supandji, Tjatur PR, Rasya dan Taufiq P. 2021. Pengaruh Macam Varietas dan Bobot Umbi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium cepa L.). Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional (JINTAN) 2(1): 87 – 94.