Salah satu faktor ketidakstabilan produksi padi diakibatkan karena berbagai kendala baik dalam teknik budidaya maupun serangan hama dan penyakit. Hama yang sering menyerang tanaman padi salah satunya adalah ulat grayak (Spodoptera, spp). Umumnya ulat grayak menyerang tanaman padi pada semua stadia. Penyebab Ulat grayak (Spodoptera, spp) termasuk dalam Ordo Lepidoptera, Family Noctuidae, Genus Spodoptera dan Spesies Spodoptera, spp. Gejala Ulat grayak menyerang tanaman padi pada malam hari dan siang harinya bersembunyi pada pangkal tanaman, dalam tanah atau di tempat-tempat yang tersembunyi (Siti Nurjanah, 2010). Pada tanaman yang telah membentuk malai, ulat grayak kadang-kadang memotong tangkai malai, bahkan juga menyerang padi yang sudah mulai menguning . Batang padi yang mulai menguning itu membusuk dan mati yang akhirnya menyebabkan kegagalan panen. Serangga ini didapatkan pada pertanaman padi. Walaupun demikian, serangga ini juga menyerang jagung, tebu, sayuran crucifera dan spesies Graminae. Ulat yang kecil makan daun-daun padi yang berumur muda, yang untuk pertama kali dengan menggigit permukaan daun. Setelah ulat-ulat tumbuh besar, maka mereka menjadi sangat rakus dan menghancurkan seluruh tanaman dalam waktu yang relative singkat, sebelum berpindah ke daerah lain (Edo el Frado,2010). Faktor yang mempengaruhi Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap perkembangan ulat grayak adalah pengairan petak, keadaan lingkungan, kontur, sistem pengairan. Faktor – faktor tersebut berkorelasi positif, berarti semakin tinggi skor dari masing-masing faktor, semakin tinggi pengaruhnya terhadap perkembangan ulat grayak. Faktor-faktor lingkungan yang paling berpengaruh terhadap perkembangan ulat grayak adalah keadaan perairan petak yang kering, keadaan lingkungan yang kompleks, curah dan tadah hujan. Populasi ulat grayak tertinggi ditemukan pada padi fase generatif (pembentukan malai dan masak susu) dengan kondisi larva pada kondisi instar tua dan pra pupa. Vegetasi yang diduga menjadi inang perantara adalah jenis rumput-rumputan (Dirjen Tanaman Pangan, 2016). Pengendalian a. Kultur teknis b. Mekanis c. Kimiawi d. Hayati/alam Diposting oleh Norma Wael, S.P Basri Bacotan (PPL)