Loading...

UNGGAS BEBAS FLU BURUNG (AVIAN INFLUENZA)

UNGGAS BEBAS FLU BURUNG (AVIAN INFLUENZA)
Wabah flu burung/Avian Influenza (AI) banyak menyerang usaha peternakan unggas di Indonesia saat ini, yang membuat usaha perunggasan mengalami kerugian. Kerugian peternak secara langsung akibat kematian unggas dan juga kerugian dapat terjadi akibat kematian unggas dan juga kerugian dapat terjadi akibat masyarakat enggan mengkonsumsi produk unggas (daging dan telur), sehingga harga ayam/telur ditingkat bawah modal produksi. Untuk menghindari kerugian tersebut ditas peternak dan produsen serta masyarakat perlu memperhatikan hal-hal yang bersifat pencegahan penyakit, memperkecil peluang terjadinya kontak dengan unggas.Pengertian flu burung :1. Flu burung adalah penyakit unggas sangat menular yang disebabkan oleh virus2. Penyakit ini bersifat menular pada manusia (Zoonosis), namun mudah mati oleh panas, sinar matahari dan desinfektan (deterjen dan lainnya)3. Media pembawa virus dapat beasal dari ayam sakit, burung dan hewan lainhnya, pakan , kotoran ayam, alat transportasi, rak telur, peralatan yang tercemar. Sifat – sifat virus flu burung :1. Virus akan mati dengan deterjen, desinfektan, misalnya formalin, cairan yang mengandung iodine, dipanaskan.2. Pada bahan organic akan hidup lama (seperti tinja)3. Virus hidup diair pada suhu 22oC selama 4 hari, suhu 00C lebih dari 30 hari.4. Virus mati dalam suhu 800C selama 1 menit atau 700C selama 30 menit (jadi dengan dimasak daging ayam maupun telur aman untuk dikonsumsi) Penularan dan penyebaran virus flu burung :1. Cairan/lendir yang berasal dari hidung, mulut, mata dan kotoran unggas yang sakit.2. Kontak langsung dengan ternak yang sakit.3. Melalui udara, percikan cairan/lender dan muntahan cairan.4. Air dan peralatan yang terkontaminasi virus Ciri unggas yang terkena flu burung :1. Jengger biru keunguan2. Mengeluarkan cairan dari mata dan hidung3. Pembengkakan padamuka dan kepala4. Diare, batuk,bersin dan ngorok5. Kematian terjadi cepat. Cara beternak yang baik :1. Lokasi sesuai dengan rencana umum tata ruang (RUTR)2. Kandang bersih, terpisah dari rumah tinggal, sirkulasi udara baik, sinar matahari dapat masuk kekandang3. Bibit sehat, lincah, bulu mengkilat4. Pakan mengandung gizi yang dibutuhkan5. Bebas penyakit6. Tenaga kerja, sehat dan terlatih7. Biosecurity8. Peternakan ayam tidak boleh berdekatan dengan peternakan babi, karena babi merupakan induk semang atau carier/pembawa virus influenza. Tindakan biosecurity :1. Untuk peternak/pekerja :a. Pekerja harus berbadan sehat apabila memasuki kandangb. Pekerja menggunakan pakaian pelindung sesuai standar (sarung tangan, masker, tutup kepala, kacamata, dan sepatu boot)c. Pekerja harus melakukan desinfeksi dirinya sendiri sesudah dan sebelum masuk kandang. 2. Untuk ternak :a. Isolasi bagi ternak yang tertularb. Mambatasi lalulintas unggas, produk unggas, orang, pakan, litter dan kotoranc. Mencegah kontak antara unggas dengan burung liar/uanggas air, rodensia/tikus, lalat dan hewan lain.d. Kendaraan harus disemprot dengan didesinfektan sebelum dan sesudah. 3. Khusus untuk penyayang unggas :a. Meletakkan kandang/sangkar di sebelah rumahb. Bersihkan kandang secara periodic setiap 2- 3 haric. Hindari membeli unggas baru dari luar/jangan menambah kepemilikan. Hal yang perlu diperhatikan oleh peternak :1. Apabila dalam satu kandang terdapat unggas yang sakit, maka ternak yang sehat,kotoran, peralatan kandang, pakan dilarang dikeluarkan dari kandang tersebut.2. Peternakan yang sudah tertular harus diisolasi dan dikosongkan selama 1 – 2 bulan untuk mencegah terjadinya penularan3. Semua hewan yang mati (bangkai) yang terkena virus flu burung, material yang terkontraminasi, peralatan, limbah yang tertular harus dibakar dan dikubur. (TIM BPP GEDUNG AJI)