Keberadaan hama tanaman sagu tidak terlalu mengganggu pertumbuhan tanaman sagu; (1) Kumbang sagu ( Oryctes rhinoceros sp ) dengan ciri tubuhnya berbulu pendek dan sangat rapat pada bagian ekornya. Kepompong berwarna kuning dengan ukuran yang lebih kecil daripada lundi,terbungkus dalam bahan yang terbuat dari tanah,kumbang dewasa berwarna merah sawo,berukuran 3-5 cm. Imago ( kumbang dewasa ) meninggalkan rumah kepompongnya pada malam hari dan terbang ke pohon sagu. Menyerang pada pucuk daun sehingga rusak berat yang mengakibatkan sagu tidak dapat lagi membentuk daun dan bekas gerekannya setelah berkembang seperti terpotong seperti digunting dalam bentuk segitiga.Pengendaliannya dengan insektisida Heptachlor 10 gram, Diazenon 10 gram dan BHC bila dengan cara biologis menggunakn cendawan ( Meterrhizom anisopliae ). (2) Kumbang sagu (Rhynchophorus sp ) terdapat beberapa jenis Rhynchophorus furrugineus oliv, Rhynchophorus furrugineus oliv varietas Schach, F dan Rhynchophorus furrugineus varietas Papuanus, Kirsch. Gejala serangan terdapat telur bekas luka Oryctes bila menetas akan menyerang pada titk tumbuh sehingga tanaman sagu akan mati. (3) Ulat daun Artona catoxantha,Hams atau Brachartona catoxantha berukuran panjang 10-15 mm dengan jarak sayap 13-16 mm sayapnya berwarna hitam merah kecoklatan. Kupu ini bergerak aktif pada siang dan malam hari menyerang daun tua tanaman sagu sehingga dapat mengakibatkan kematian. Ulat artona berwarna putih kuning berukluran sampai 11 mm, pada punggungnya terdapat garis lebar berwarna kemerah merahan. Bagian depan badannya lebih besar dibanding bagian belakang,stadium ulat ini berlangsung selama 17-22 hari. Pada stadium inilah kerusakan tanaman sagu terjadi yaitu dengan menggerek anak daun sagu sehingga sanghat merugikan petani sagu dalam budidayanya.Pengendalian Biologis menggunakan parasit Apanteles artonae, lalat Ptychormyia remota atau Caudurcia leefmamsii Sedangkan pengendalian kimiawai menggunakan Arcotin D-25 EC dengan dosis 4 kg/ha. (4) Babi hutan, merusak tanaman sagu yang masih muda, memakan umbut,pengendaliannya dengan umpan yang diberi fosfor sebanyak 2-5 gram. (5) Kera ( Macaca irus ) seperti pada babi hutan merusak tanaman yang masih muda,pengendaliannya dengan menggunakan umpan yang diberi fosfor 2-5 gram. Oleh : Ir.Soehardi Kusumowarno,MS