Loading...

UNSUR HARA UTAMA DAN PENDUKUNGPADA TANANAMAN TEBU

UNSUR HARA UTAMA DAN PENDUKUNGPADA TANANAMAN  TEBU
Beberapa istilah dapatdimengerti dengan jelas, namun beberapaadalah khas untuk perdagangan pupuk. Berikutini akan dijelaskan secara singkat beberapaistilah yang dipandang penting ; 1) Unsur hara utama (primary), merupakanunsur hara tanaman yang mencakup nitrogen(N), posfat (P20S) atau posfor (P), danoksida kalium (K20) atau kalium (K);2) Unsur hara pendukung (secundary) danunsur hara mikro, yaitu unsur-unsur selainunsur hara utama yang penting bagi pertumbuhan normal tanaman dan yangmungkin perlu ditambahkan ke mediapertumbuhan. Unsur hara pendukungmencakup kalsium (Ca), magnesium (Mg)dan belerang (S). Sedang unsur hara mikromeliputi boron (B), khlor (CI), kobal (Co),tembaga Cu), besi (Fe), mangan (Mn),molibdenum (Mo), natrium (Na), dan seng(Zn).; 3) Pupuk curah, yaitu pupuk komersial yangdiantarkan ke pembeli baik dalam keadaanpadatan atau cairan tidak dalam bentukdikemas (nonpakage form) sehingga labelnya tidak dapat dipasang; 4) Pengisi (filler), yaitu zat yang ditambahkanke bahan-bahan pupuk untuk memberikanisi (bulk), mencegah jadi adonan (caking),atau untuk keperluan beberapa maksud diluar pemberian hara yang penting; 5) Merek (brand) sebutan (term), model (pola)atau merek-dagang (trademark) yangdigunakan dalam hubungannya dengan satuatau beberapa kualitas (grade) pupuk; 6) Merek (brand) atau nama produk, yaitu suatupenandaan khusus digunakan untuk pupuk tersendiri (individual); 7) Grade (Imalitas) pupuk, merupakanjaminanminimum hara tanaman yang tersedia,dinyatakan dalam bentuk angka yangmenunjukkan total N, posfor dapat tersediadan kalium dapat larnt. Angka-angka yangmenyatakan untuk nitrogen (N), posfat dapat tersedia (P205) dan K20 hams sesuaidengan pernyataan hasil anal isis yangdijaminkan. Hanya satu rangkaian angkayang boleh digunakan dalam penandaan"grade".Grade dinyatakan sebagai suatu rangkaianterdiri dari tiga angka dalam urutan persen nitrogen(N) total, posfat dapat tersedia dan kaliumdapat larut. Jadi suatu grade 5-10-15,seperti yang tampak padaJika suatu hara tidak terdapat,ia dinyatakan sebagai nihil; misalnya 46-0-0untukUrea, 0-46-0 untuk TSP, 0-0,60 untukKCl,dan 18-46-0 untuk diamonium posfat; 8) Nisbah pupuk, yaitu nisbah antara persentasedua atau lebih macam hara pupuk dalam pemisahan (segregasi) selama pengangkutandan penyebaran. Dapat pula sama dalam berat jenisnya (misal urea banyakmenimbulkan masalah karena ringannya dibandingkan dengan pupuk lainnya). Sewaktu mencampur pupuk-pupuk tunggalperlu diperhatikan ketentuan-ketentuanberikut ini :a. Pupuk-pupuk amoniak tidak boleh dicampurdengan pupuk-pupuk yang mengandungkapur (CaO) bebas, bereaksi basa, sepertikapur, posfat alarn, CaCN2, dsb. karena unsur hara nitrogennya akan menguap sebagai gas amoniak; b. Semua pupuk posfat yang larut air (sepertisuperposfat, triple superposfat, amoniumposfat) tidak boleh dicampur dengan pupukyang mengandung kapur bebas, karenakelebihan kapur tersebut akan menekan larutannya asam posfat; c. pupuk-pupuk yang mempunyai higroskopisitasberbeda-beda dan mudah larut, jikadicampur higroskopisitasnya meningkatlebih tinggi dari higroskopisitas masingmasing.Campuran pupuk semacam itu akanmudah cair membentuk adonan dan kemudian menggumpal. Pupuk semacam ini(nitrat, urea, garam-garam kalium) hendaknyahanya dicampur segera menjelang digunakan atau ditabur; d. Pupuk superposfat yang agak masam dapatmembebaskan asam-asam dari pupuk-pupuktertentu (misal nitrat dan klorida) dan halyang demikian dapat mengakibatkankerusakan pada bahan pengemas (kantong)atau alat penabur pupuk.Untuk menghindariterjadinya hal-hal yang tidak dikehendaki, perlusekali mengetahui dan mengikuti prosedurpenyimpanan baik dan teknik penanganan yangaman terhadap bahan-bahan ini. Dengantindakan pencegahan yang tepat dan aman,pupuk menjadi sarana produksi pertanian yangtidak berbahaya, dan oleh karenanya dapatdisimpan dan digunakan dengan penuhkepercayaan oleh pedagang dan pengecermaupun petani atau pekebun.Macam bahaya yang mungkin timbuldari pupuk ; Bahaya dari pupuk biasa berupa gas,sebagai bahan korosif, oksidator, korosif danoksidator, menimbulkan gangguan (iritasi) padakulit, mata dan sebagainya. Misalnya gasamonia (NH3), sebagai gas tidak tampak (tidakberwarna),jika bersentuhan dengan udara yanglembab segera bereaksi membentuk "asap"seperti uap, berbau tajam yang menusuk, danorang tidak akan bertahan dalam kondisi udaraberamonia. Efek racun akibat amonia di tubuhmanusia tidak kumulatif, namun demikiansebagai alkali kuat akan bersifat sebagai bahankorosif yang membahayakan jaringan tubuhmanusia. Di samping itu menimbulkan iritasi(gangguan) pada selaput lendir hidung,tenggorokan dan mata. Kadar amonia udara yang lebih besar dari 0,2 % (2000 ppm) akanmenyebabkan kulit terbakar dan melepuh dalam waktu beberapa detik, dan menyebabkan matilemas (seperti tercekik) dalam waktu beberapa menit. Aqua amonia mempunyai sifat danbahaya yang serupa dengan amonia. Di Indonesia,keduajenis pupuk tersebut masih belum digunakan secara umum mengingat memerlukansarana atau peralatan yang khusus.Amonia nitrat sebagai pupuk dibuatkhusus untuk keperluan pertanian, dan tidak dipandang sebagai bahan peledak, serta dapatdisimpan dan diberlakukan dengan aman. Pupuk amonium nitrat mengandung tidak lebihdari 0,2 persen karbon. Meskipun demikian,bilamana dipanaskan akan mengeluarkan nitrogen oksida yang memacu pembakaran sepertilayaknya oksigen. Oleh karena itu pupuk amonium nitrat tergolong sebagai oksidator,dan dipandang sebagai bahan yang membahayakan.Sehubungan dengan itu memerlukansistem penyimpanan yang benar-benar memenubipersyaratan yang lebih ketat dibandingkanpupuk kering lainnya, seperti urea, amoniumsulfat dan sebagainya.Bila ada kontaminasi bahan karbon di dalampupuk amonium nitrat, dan subu menigkat hingga3020C (5750F) terjadi reaksi, timbul asap berwarna kecoklatanyang menandakan adanyagas ketawa yang bersifat racun. Dalam kondisigudang yang baik memang tidak akan terjadiledakan. Dalam keadaan terbakar yang perIumenjadi perhatian adalah "gas beracun" yangtimbul, sehingga petugas pemadam kebakaranperlu memakai "pakaian" yang sesuai yangdilengkapi pirantipernapasan. Dalammemadamkan kebakaran yang di dalamnyaterdapat pupuk amonium nitrat, perlu diperhatikandua hal, yaitu : (i) memadarnkan api bahan yang mudah terbakar, dan (ii) menurunkan suhu "panas" pupuk secepat mungkin. Keduatindakanini akan mencegah terjadinya reaksi lebili lanjutyang dapat menimbulkan gas racun akibat panasyang terjadi.Selain kemungkinan terj adinya bahayakarena cara dan keadaan tempat yang kurangmemenuhi syarat pada penyimpanan pupuk,terutama terhadap pupuk yang termasukkelompok fisik maupun kimia, antara lain :a. Terjadinya pemadatan (membatu), sehinggapupuk sukar dipakai atau bahkan tidak dapat dipakai sama sekali; b. Pupuk menjadi basah dan mencair, sehinggamenyukarkan dalam penggunaannya; c. Kadar haranya menjadi berkurang, bahkanpengurangannya dapat mencolok sekali.Selain kerusakan pada pupuknya sendiri,dapat pula menyebabkan terjadinya kerusakanpada tempat penyimpanan (gudang), antara laingudang menjadi lembab, lantainya menjadibasah dan rusak (terkorosi), besi bangunanmudah dapat berkarat sehingga mempercepat pengausan gudang. Penulis : AgusSutarman,PenyuluhPertanianPusat.Email :agussutarman56@gmail.comSumber Tulisan : Dasar-Dasar Teknologi Budidayat Tebu dan Pengolahan Hasilnya, Marsadi Pawirosemadi, UNM 2011 dan dari berbagai sumber.