BPP benua lima bartim – Upaya khusus (Upsus) pendampingan ketahanan pangan terus dilakukan para PPL benua lima bartim, kali ini Koordinator BPP benua lima Lukmanul Chakim, jajaran PENYULUH PERTANIAN bersama PPL TEWAH PUPUH Zulkipli melakukan pendampingan pengubinan padi di lahan milik Poktan Putut pamelum Desa tewah pupuh Kecamatan benua lima Kabupaten bartim, Selasa pon (24/4/2018).Kegiatan pengubinan yang berlangsung di lahan seluas 0,5 Ha (100 Bata) diikuti Koordinator PPL Kecamatan benua lima Lukmanul Chakim, Petugas BPS Kabupaten bartim freddisen dan Anissa Wahyu Nurbaeti, 6 orang anggota PPL dari BPP Kecamatan benua lima, dan Ketua Poktan PUTUT PAMELUM beserta anggota.Koordinator PPL Kecamatan BENUA LIMA LUKMANUL CHAKIM, menyampaikan secara rinci hasil pengubinan dengan luas ubinan 2,5 meter x 2,5 meter, panjang malai 22 cm, jumlah bulir 140, jumlah anakan 15 – 22, jumlah rumpun 225, Varietas padi unggul lokal lungkung, berat ubinan, hasil produktivitas 1,6 ton dipotong 15% galengan/pematang = 1,3 ton.Untuk diketahui, pengubinan ini dilakukan untuk menghitung secara cepat dan sederhana hasil panen produk pertanian seperti padi dan jagung, dalam luasan 1 hamparan (1 ha). Pengubinan ini dilakukan pada tanaman padi yang sudah siap untuk dipanen. Peralatan yang perlu disiapkan diantaranya bilah besi yang dirangkai sebanyak 4 buah dengan ukuran 2,5 m2, alat timbang dan buku panduan dari BPS untuk mencari random kotak ubinan yang akan diambil sebagai sample perhitungannya. Selain peralatan utama tersebut, juga harus disiapkan alat bantu lainnya seperti sabit/pemotong padi, alat perontok padi dan sak/kantong plastik.Koordinator BPP benua lima bartim, mengatakan, pendampingan pengubinan padi siap panen hasil program optimasi dengan sistem tanam dengan varietas unggul lokal lungkung di lahan milik Poktan Putut pamelum ini, merupakan upaya khusus dalam mendukung dan mensukseskan program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.Pendampingan itu sendiri sebenarnya tidak hanya dilakukan pada saat pengubinan menjelang panen saja, namun dimulai sejak pengolahan lahan, masa tanam, perawatan hingga masa panen tiba, ini dilakukan secara berkelanjutan.“Pendampingan itu sendiri sebenarnya tidak hanya dilakukan pada saat pengubinan menjelang panen saja, namun dimulai sejak pengolahan lahan, masa tanam, perawatan hingga masa panen tiba, ini dilakukan secara berkelanjutan” tegas Koordinator BPP BENUA LIMA. PENULIS LUKMANUL CHAKIM PP. MUDA BARTIM KALTENG lukman23son@gmail.com