Loading...

Upaya Mempertahankan Kesuburan Tanah

Upaya Mempertahankan Kesuburan Tanah
Upaya Mempertahankan Kualitas Kesuburan Tanah Mempertahankan kandungan bahan organik tanahApakah lahan yang digunakan tersebut secara alamiah memang subur dan memiliki kandungan bahan organik tanah yang tinggi atau termasuk dalam lahan yang kurang subur dengan kandungan bahan organik tanah yang rendah, tetap diperlukan penambahan bahan organik tanah secara periodik setiap tahun, untuk mempertahankan kualitas kesuburan tanah. Penambahan bahan organik tanah dapat meningkatkan pembentukan struktur tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman, meningkatkan kemampuan tanah menahan air dan unsur hara (meningkatkan kapasitas tukar kation tanah), melindungi tanah dari erosi dan pemadatan, serta mendukung perkembangan dan pertumbuhan organisme tanah. Usaha pemberian bahan organik ke tanah dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah : 1. meninggalkan sisa-sisa tanaman di lahan, seperti sisa jerami tanaman padi, batang dan daun tanaman jagung, dll,2. melakukan rotasi (pergiliran) tanaman, dengan memilih jenis tanaman yang mengandung sisa-sisa tanaman yang cukup banyak dan bermanfaat dalam penyediaan unsur hara, seperti pergiliran tanaman padi sawah atau jagung dengan tanaman kacang-kacangan, 3. melakukan praktek-praktek pengaturan pengairan dan pemupukan yang optimal sehingga tanaman dapat tumbuh lebih sehat dan menyisakan pertumbuhan akar dan sisa-sisa tanaman lainnya dalam jumlah yang besar sebagai bahan organik tanah 4. menanam tanaman penutup tanah (cover crop), biasanya di bawah tanaman perkebunan dan tanaman keras tahunan lainnya ditanam berbagai tanaman penutup tanah yang selain bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan gulma juga berguna sebagai sumber bahan organik tanah 5. menambahkan bahan organik dengan pemberian pupuk organik, pupuk kandang dan kompos 6. tidak melakukan pengolahan tanah atau jika harus dilakukan pengolahan tanah, maka harus dilaksanakan seminimal mungkin, 7. memberikan mulsa di pertanaman, yaitu bahan atau tanaman untuk menutup permukaan tanah yang terbuka, yang selain berfungsi mencegah pertumbuhan gulma, juga dapat menghindarkan tanah langsung dari terkena curahan air hujan yang dapat merusak struktur tanah. Menghindari pengolahan tanah yang berlebihanMenghindari praktek pengolahan tanah yang berlebihan dapat mengurangi dan meminimalisir kehilangan bahan organik tanah, selain itu permukaan tanah juga tetap terlindung oleh tanaman yang tumbuh di atasnya. Pengolahan tanah biasanya dilakukan untuk membentuk permukaan dan struktur tanah yang baik untuk pertanaman, mempersiapkan persemaian, mengendalikan gulma dan penyakit tanaman. Tetapi pengolahan tanah yang berlebihan harus dihindari karena dapat menghancurkan struktur tanah yang terbentuk secara alamiah, mempercepat dekomposisi (pembusukan) bahan organik tanah dan meningkatkan kehilangan bahan organik tanah, tanah lebih mudah tererosi, dapat menghancurkan habitat dan pertumbuhan organisme yang sangat bermanfaat untuk kesuburan tanah, serta dapat menyebabkan pemadatan tanah. Mengatur pemakaian pestisida dan melakukan pemupukan secara efisien Salah satu fungsi penting tanah adalah kemampuannya untuk menyangga dan menetralisir pengaruh meracun bahan kimia baik kepada tanaman maupun organisme tanah. Tetapi kapasitas tanah untuk menyangga dan menetralisir pengaruh meracun bahan kimia ini sangat terbatas. Penggunaan pestisida dan pupuk kimia di satu pihak memang sangat menguntungkan untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Tetapi di lain pihak bahan-bahan kimia tersebut juga dapat membunuh organisme tanah lainnya yang berguna dalam mempertahankan kesuburan tanah dan juga dapat mencemari air dan udara jika penggunaannya dilakukan dengan tidak bijaksana dan berlebihan.Yang dimaksud dengan penggunaan pestisida dan pupuk kimia secara efisien adalah:a. melakukan pemupukan kimia secara berimbang dan spesifik lokasi berdasarkan hasil pengamatan dan uji coba, serta melaksanakan pengendalian hama penyakit tanaman secara terpadu dengan melihat tingkat intensitas serangan dan tidak hanya dengan mengandalkan penggunaan pestisida kimia,b. hanya menggunakan bahan kimia yang betul-betul sangat diperlukan, pada waktu dan tempat yang tepat untuk memberikan hasil yang terbaik, c. sebisa mungkin lebih mengutamakan pendekatan dengan menggunakan bahan-bahan non kimia dalam kegiatan pemupukan dan pengendalian hama penyakit tanaman, seperti pergiliran tanaman, penanaman tanaman penutup tanah dan penggunaan pupuk organik, pupuk kandang, kompos, dll. Menghindari pemadatan tanahPemadatan tanah dapat mengurangi jumlah udara, air dan ruang untuk pertumbuhan akar tanaman dan organisme tanah. Pemadatan tanah disebabkan oleh kendaraan baik yang ringan maupun yang berat yang melalui lahan tersebut terutama pada saat tanah dalam keadaan basah. Pemadatan tanah berat yang disebabkan oleh kendaraan berat sangat sulit atau bahkan tidak mungkin diperbaiki lagi, sehingga pencegahannya menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Mempertahankan lahan selalu tertutup oleh tanamanLahan yang terbuka sangat rentan terhadap erosi oleh air dan angin yang akan menyebabkan kekeringan dan pengerasan lapisan permukaan tanah. Tanaman yang menutupi permukaan tanah akan melindungi tanah, mendukung perkembangan habitat organisme, seperti berbagai jenis serangga dan cacing tanah, dan dapat meningkatkan ketersediaan air di dalam tanah. Permukaan tanah dapat ditutup dengan sisa-sisa tanaman (daun, batang, dll) atau dengan menanam tanaman penutup tanah (cover crop). Selain manfaat di atas, penanaman tanaman penutup tanah ini dapat memberikan tambahan bahan organik tanah, dan menjaga keberlangsungan perlindungan habitat serta suplai makanan untuk organisme tanah. Tetapi penutupan permukaan tanah ini harus dilakukan secara baik untuk menghindari akibat yang kurang menguntungkan seperti timbulnya berbagai penyakit tanaman karena tingkat kelembaban permukaan tanah yang tinggi dan penimbunan fosfor secara berlebihan di permukaan tanah. Mempertahankan keberagaman jenis tanaman Mempertahankan keberagaman jenis tanaman ini sangat penting karena berbagai alasan diantaranya untuk mempertahankan kualitas kesuburan tanah. Setiap jenis tanaman akan memberikan kontribusi sesuai dengan struktur akarnya yang unik dan sisa-sisa bahan yang ditinggalkannya di dalam tanah, yang bermanfaat untuk mendukung keberagaman jenis organisme di dalam tanah. Keberagaman organisme tanah ini dapat membantu mengendalikan populasi hama, gulma dan menekan serangan wabah penyakit. Keberagaman jenis tanaman di atas lahan dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya penanaman tanaman pembatas di sekitar lahan pertanaman, penanaman secara bersama-sama pada satu areal pertanaman dengan pengaturan jarak tanam (sistem tumpang sari), atau penanaman tanaman untuk pembatas kontur tanah. Keberagaman jenis tanaman juga dapat dilakukan dengan pergiliran (rotasi) penanaman. Pergiliran tanaman ini tidak hanya bermanfaat dalam mempertahankan keberagaman jenis tanaman pada satu lahan, tapi juga dapat mendukung keberagaman pertumbuhan berbagai jenis serangga, mikro organisme dan kehidupan alamiah lainnya di lahan kita.Penulis: Fathor Rahman, S.TPPenyuluh Pertanian PertamaDinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kab. Situbondo