Loading...

UPAYA MENEKAN KEHILANGAN SUSUT HASIL PENEN PADI

UPAYA MENEKAN KEHILANGAN SUSUT HASIL PENEN PADI
Data susut hasil panen padi di Indonesia saat ini masih cukup tinggi, yaitu sebesar 20,42%, yang terjadi pada saat panen (9,5%), perontokan (4,8%), pengeringan (2,1%), penggilingan (2,2%), penyimpanan (1,6%), dan pengangkutan (0,2%). Artinya, bila produksi padi tahun 2014 ditargetkan naik 8,04 persen dari 70,87 juta ton menjadi 76,57 juta ton, maka ada sekitar 6 juta ton padi yang hilang percuma dalam proses pasca panen. Langkah-langkah dalam penerapan Teknologi Penekanan Kehilangan Hasil Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan teknologi penekanan kehilangan hasil pascapanen padi adalah bahwa secara ekonomis penerapan teknologi tersebut memberikan keuntungan dan manfaat bagi pihak-pihak yang terkait, seperti petani, buruh tani, kelompok tani maupun pengusaha jasa alsintan. Adapun langkah-langkah yang harus ditempuh sebagai berikut. 1. Peningkatan Kemampuan dan Ketrampilan Petani. Upaya perbaikan penanganan pascapanen sebaiknya dimulai dengan peningkatan kemampuan dan ketrampilan petani dalam hal pascapanen padi, yang dimulai dengan pengenalan tahapan pascapanen, titik kritis tahapan pascapanen yang dapat menimbulkan potensi kehilangan serta cara mengatasi atau menekan kehilangan tersebut. 2. Teknologi Spesifik Lokasi Teknologi penekanan kehilangan hasil yang dipilih untuk diterapkan harus teknologi yang sesuai dengan spesifik lokasi. Teknologi tersebut tidak bertentangan dengan masyarakat pengguna, baik secara teknis, ekonomis maupun sosial budaya masyarakat setempat. Sebagai contoh, dalam pembentukan sistem panen beregu terdapat perbedaan pada masing-masing lokasi atau daerah. Pada daerah dengan pemilikan lahan sempit , penerapan teknologi yang dapat dilakukan yaitu dengan cara pengembangan sistem panen beregu dengan anggota 5 – 7 orang yang dilengkapi dengan 1 unit pedal thresher. Sedangkan ditempat lain dapat dikembangkan sistem panen beregu dengan anggota 15 – 20 orang yang dilengkapi 1 unit power thresher. 3. Pembentukan dan Pemberdayaan Kelompok Upaya perbaikan penanganan dan penekanan kehilanganh hasil panen dengan penerapan teknologi pascapanen yang baru, sebaiknya dilakukan secara berkelompok yang bersifat komersial dan mandiri, baik oleh kelompok tani, regu panen, dan pengusaha jasa alsintan dengan cara membentuk kelembagaan jasa pemanen, jasa perontok, jasa penjemuran, dan jasa penggilingan, sehingga nilai tambah yang diperoleh dapat dirasakan oleh seluruh anggota kelompok. 4. Manajemen Lapangan Penyusunan rencana operasional jasa pemanenan, jasa perontokan, jasa pengeringan dan jasa penggilingan dapat dihitung berdasarkan pesanan petani yang sesuai dengan RDK (Rencana Difinitif Kelompok), luas areal dalam satu kelompok sesuai dengan jumlah dan kapasitas alsintan pada satu daerah. Alokasi pekerjaan tersebut nantinya dapat diintegrasikan dalam penyusunan rencana kelompok. Dengan demikian penerapan teknologi penekanan kehilanganhasil yang sesuai akan sangat efektif dan efisien. 5. Pelatihan dan Pembinaan SDM Untuk menunjang keberhasilan dalampenerapan teknologi penekanan kehilangan hasil, sebaiknya disiapkan terlebih dahulu SDM yang mumpuni dan mampu untuk menjalankan segala kegiatan. Peningkatan kemampuan dapat dilakukan melalui pelatihan dan pembinaan SDM baik dalam penggunaan ataupengoperasian alat sampai dengan teknik-teknik perbengkelan. 6. Pembinaan Kelembagaan Penerapan teknologi penekanan kehilangan hasil perlu didukung kelembagaan yang kuat, misalnya kelembagaan keuangandesa, kelembagaan penyuluhan, kelembagaan teknis, penyebaran informasi, yang diperkuat dengan kebijakan dan aturan yang dikeluarkan dari instansi terkait dalam pelaksanaannya Sumber : 1. Ananto, E.E, Sutrisno, Astanto dan Soentoro 2002. Pengembangan alat dan mesin pertanian menunjang sistem usaha tania dan perbaikan pascapanen di lahan pasang surut Sumatera Selatan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. 2. Nugraha, S., A. Setyono dan Sutrisno, 1999.Perbaikan penanganan pascapanen padi melalui penerapan teknologi perontokan. Simposium penelitian tanaman pangan IV. Bogor, 22-24 November 1999. 3. http://www.litbang.pertanian.go.id/. Metode Menekan Kehilangan Hasil . 2012. Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id