Loading...

Upaya Mengendalikan Penyakit Tungro Pada Tanaman Padi Dengan Bakteri Fotosintesis

Upaya Mengendalikan Penyakit Tungro Pada Tanaman Padi Dengan Bakteri Fotosintesis
Penyakit Tungro merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang tanaman padi (Oryza sativa), yang disebabkan oleh virus. Virus tungro hanya dapat ditularkan oleh wereng hijau yang berperan sebagai vektor. Wereng hijau setelah mengisap tanaman yang terinfeksi virus kemudian berpindah dan mengisap tanaman sehat sehingga tanaman padi tersebut menjadi terinfeksi. Tanaman padi yang terinfeksi virus tungro menunjukkan gejala perubahan warna pada daun muda, yaitu menjadi kuning-oranye dan umumnya perubahan warna daun dimulai dari ujung daun, tanaman padi menjadi kerdil, jumlah anakan sedikit, dan pertumbuhannya terhambat. Berat dan ringannya gejala yang tampak menunjukkan tingkat keparahan penyakit pada tanaman padi yang terinfeksi virus tungro. Tingkat keparahan penyakit tungro sendiri tergantung pada tingkat ketahanan varietas padi dan umur tanaman padi pada saat terinfeksi. Tanaman padi yang muda umumnya lebih rentan terhadap infeksi virus tungro dibandingkan tanaman padi yang berumur tua.Penyakit Tungro telah menyerang tanaman padi yang ditanam secara organik di sebagian sawah yang terdapat di WKBPP Mijen pada bulan Juni Tahun 2019. Salah satu upaya dalam menghadapi serangan penyakit Tungro ini Petugas Penyuluh Pertanian BPP Mijen menganjurkan menggunakan Bakteri fotosintesis atau Photosynthetic Bacteria (PSB) untuk petani yang menerapkan Budidaya Padi secara organik. Adapun manfaat bakteri fotosintesa untuk tanaman antara lain : 1. Membantu menstimulasi kekebalan tanaman dengan baik. Membuat kulit kayu atau batang yang kuat. Lebih tahan terhadap serangan serangga.2. Membantu menstimulasi pertumbuhan akar tanaman untuk berkembang dan bercabang dengan baik, sehingga menghasilkan jumlah serat yang baik.3. Bila digunakan secara teratur dan terus menerus. Dapat mengurangi pemakaian suplemen. Pupuk bisa dikurangi hingga 50%, sehingga menurunkan biaya produksi.4. Jika PSB dikombinasikan dengan pupuk hasil fermentasi. Ini akan meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kualitas pupuk. Cara membuat Bakteri Fotosintesis :Bahan :1. 5 butir Telur Bebek2. 1 sacheet Kecap kedelai lokal 3. 1 sacheet saos tiram4. Botol bekas air mineral 1500 ml5. Air kolam ikan/ air sumur Caranya :1. campurakan telur bebek, kecap dan saos tiram lalu blender sampai tercampur rata.2. Masukan larutan yang sudah di blender sebanyak 100 ml ke dalam botol mineral 1500 ml.3. Tambahkan air kolam atau air sumur ke dalam botol, tetapi jangan sampai penuh, sisakan rongga udara.4. Tutup rapat, kocok botol sampai berwarna keruh, berikan 1 lubang pada tutup botol menggunakan jarum.5. Jemur di tempat yang terkena sinar matahari langsung minimal 8 jam sehari,tiap 1 kali sehari dikocok, penjemuran selama 15 s.d 30 hari, sampai larutan di dalam botol berwarna merah.6. Bakteri Fotosintesis atau PSB siap digunakan. Dosis dan Cara Aplikasi Bakteri FotosintesisGunakan 50 ml PSB per 20 LUmur tanaman Padi 14 hari setelah tanam. Siramkan ke seluruh tanaman Padi dengan selang waktu 5 s/d 7 hari. Penggunaan sebaiknya di siang hari karena bakteri ini membutuhkan sinar matahari. Penerapan Bakteri Fotosintesa pada Budidaya tanaman Padi yang ditanam secara organik di WKBPP Mijen, telah dapat membantu mencegah serangan penyakit Tungro meskipun disekitarnya sudah banyak yang terserang. Sumber :1. Id.wikipedia.org/wiki/tungro2. http://smanissain.blogspot.com/2018/11/cara-membuat-bakteri-fotosintesis-psb.html3. Wawancara dengan Ir. Sutanta, Penyuluh Pertanian BPP Mijen Penulis : Indah Kartika Dewi, S.ST