Loading...

UPAYA PENGENDALAIAN LALAT BUAH PADA TANAMAN HORTIKULTURA

UPAYA PENGENDALAIAN LALAT BUAH PADA TANAMAN HORTIKULTURA
Lalat buah merupakan salah satu hama yang sangat ganas pada tanaman hortikultura. Lebih dari seratus jenis tanaman hortikultura diduga menjadi sasaran hama lalat buah. Jika populasi lalat buah ini tinggi, maka intensitas serangannya dapat mencapai 100%, sehingga dapat menyebabkan gagal panen. GEJALA SERANGAN LALAT BUAH Gejala serangan awal ditandai dengan adanya noda atau titik hitam bekas tusukan ovipositor dan akibat serangan larva lalat buah. Titik hitam tersebut berkembang menjadi bercak cokelat. Tusukan ovipositor lalat buah tersebut mengakibatkan buah menjadi busuk dan gugur sebelum matang. Apabila buah dibuka akan ditemukan banyak larva dari lalat buah. CARA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN Pengendalian lalat buah dapatdilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT), antara lain : Pengendalian lalat buah dengan pembungkusan / pengerodongan buah. Keuntungan dari pencegahan dengan pembungkusan buah adalah buah terhindar dari serangan, bentuknya mulus, bersih, dan tanpa pencemaran bahan kimia. Namun untuk areal yang lebih luas, cara pengendalian hama lalat seperti ini tidak praktis. Pengendalian lalat buah dengan pengasapan. Pengendalian dengan cara ini hanya untuk mengusir lalat buah yang datang ke areal pertanaman. Pengasapan dapat dilakukan dengan membakar jerami atau sampah dibawah pohon buah-buahan tersebut. Namun cara ini kurang efektif karena apabila asapnya hilang, lalat buah ini akan kembali menyerang lagi. Pengendalian lalat buah dengan menggunakan perangkap dan antraktan. Perangkap dibuat dari botol bekas air mineral yang bagian moncongnya dipotong, kemudian dipasang secara terbalik sehingga menyerupai corong. Selanjutnya atraktan (zat perangsang) diteteskan di segumpal kapas yang telah digantung didalam botol atau langsung diteteskan kedalam air. Perangkap kemudian diletakkan di dekat tanaman. Lalat buah yang tertarik bau atraktan akan masuk kedalam botol dan terperangkap didalamnya. BAHAN-BAHAN PEMBUATAN ATRAKTAN Atraktan Kimiawi Atraktan kimiawi dapat dibuat dari methyl eugenol sebanyak 1 ml yang didteteskan pada segumpal kapas atau petrogenol 800 L dengan dosis seperti tertulis di kemasannya. Atraktan alami Atraktan alami dapat dibuat dari 100 gram kulit jeruk, 100 ml urin sapi, dan 500 ml air bersih. Cara pembuatannya yaitu masukkan kulit jeruk kedalam urin sapi dan air yang sudah tercampur rata, kemudian diamkan selama satu malam. APLIKASI ATRAKTAN Encerkan atraktan dengan 15 liter air bersih, masukkan kedalam botol perangkap dan simpan didekat tanaman KESIMPULAN Hama lalat buah merupakan hama yang sangat menganggu untuk jenis tanaman hortikultura, kerusakan yang ditimbulkan bisa sangat menurunkan kualitas dan kuantitas panen. Penanganan dan pencegahan sedari dini dapat meminimalisir jumlah serangan hama lalat buah, sehingga kualitas dan kuantitas hasil panen dapat terjaga dan pendapatan petani pun tidak menurun sumbe: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/88857/Cara-Pencegahan-Hama-Lalat-Buah-dacus-Sp/ Ditulis ulang oleh : Asbirudin, SP (Koordinator BPP Batin XXIV)