Loading...

Upaya Peningkatan Keterampilan Petani Sawah Desa Air Lengit Kabupaten Natuna

Upaya Peningkatan Keterampilan Petani Sawah Desa Air Lengit Kabupaten Natuna
Sekolah lapangan adalah proses pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkat Pengetahuan dan ketrampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha, identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usahatani lebih efisien, berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan. Sekolah Lapangan dipandang sebagai salah satu metode dalam proses belajar mengajar yang cukup efektif, karena sangat cocok sebagai metode pembelajaran bagi orang dewasa (Andragogi) karenasifatnya yang tidak formal. Proses belajar dilakukan dilapangan dimana tersedia obyek nyata berupa tanaman padi yang dijadikan materi pelajaran. Untuk menjamin proses belajar yang efisien, terarah kegiatan sekolah Lapangan dilakukan dengan berpedoman pada beberapa hal sebagai berikut : Peserta Sekolah lapangan adalah petani atau kelompok tani Suka makmur yang berada di wilayah kegiatan. Tempat belajar adalah di lahan kegiatan budidaya tanaman padi dengan mengamati peruses awal pemilihan benih, persiapan lahan dan perkembangan tanaman. Sekolah Lapangan dilaksanakan 2 kali rebuk tani dan monitoring kelokasi dilakukan setiap 2 hari sekali. Materi pelajaran pada praktek/penerapan, pengamatan, diskusi dan tukar menukar informasi dan pengalaman. Materi Pelajaran benar-benar merupakan kebutuhan petani dan disepakati bersama petani. Proses pembelajaran di pandu oleh fasilitator yang berfungsi mengarahkan proses belajar sebagai penengah dalam melakukan diskusi. Petani selaku peserta belajar memiliki hak yang sama untuk bicara dan berpendapat dan merupakan tugas fasilitator untuk menciptakan suasana harmonis dan berimbang dalam proses belajar. Pada setiap akhir proses belajar diharapkan adanya kesepakatan tindak lanjut diantaranya; kesiapan untuk menerapkan teknologi yang sudah dipelajari oleh peserta, pemecahan masalah (bagaimana dan kapan) prioritas materi pada pertemuan selanjutnya dan lain-lain. Hasil evaluasisekolahlapangtanamanpadi di desa Air lengit Dari kegiatan sekolah lapang yang berjalan kurang lebih 4 bulan yang dimulai pada bulan April dan berakhir di bulan juli 2019 dapat di evaluasi kendala dan tantangan di lapangan yang dihadapi petani dan penyuluh dalam kegiatan budidaya tanaman padi, terutama pada pengendalian gulma, hama dan penyakit. Dengan sisitem jajar legowo memungkinkan butuh waktu ektra dalam pengendalian gulma. Gulma merupakan tanaman pengganggu yang dapat mengurangi kualitas tanaman karna terjadinya persaingan antar tanaman utama dan gulma. Pertumbuhan gulma terjadi sangat cepat karna adanya ruang antar tanaman sehingga mempercepat pertumbuhan gulma. Gulma yang paling cepat pertumhannya adalah gulma padi-padian. Luas tanam sekolah lapang± 1 Ha dengan jumlah hasil panen ± 2,5 ton. Terjadi peningkatan panen yang biasanya hanya 1,5 ton. Jarak tanam, waktu tanam waktu pemupukan dan pengendalian gulma hama dan penyakit merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sehingga dengan adanya sekolah lapang di harapkan petani mampu menambah wawasan dan mampu meningkatkan hasil semaksimal mungkin. antusiasme petani juga menentuan hasil dilapangan semnagat belajar dan saling menggali potensi masing-masing petani mampu membuka ide- ide baru sehingga diskusi dan pembelajaran tidak menjadi jenuh dan kaku.