Kedelai ( Glycine max/soja L. Merrill ) dalam penerapan teknologi dan penggunaan VUB spesifik lokasi dalam rangka peningkatan produktivitas kedelai diterapkan teknologi dan penggunaan VUB spesifik lokasi. Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) adalah suatu tempat pendidikan non formal bagi petani dan petugas lapangan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengenali potensi, mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usahatani menjadi efisien, berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan. Untuk penerapan teknologi yang akan diterapkan maka dilakukan dengan cara SL secara bertahap. Lokasi/tanah kering yang akan dijadikan untuk pertanaman kedelai perlu diolah secara sempurna. Tanah diolah satu kali kemudian dibalik, ratakan lalu buat bedengan dengan lebar 150 Cm, sedang panjang disesuaikan dengan petakan. SL pemupukan dasar dan SL penanaman kedelai dilaksanakan sebagai awal dari penerapan teknologi yang dilaksanakan secara bertahap yang sudah disiapkan. SL pemupukan dasar, dengan memberikan pupuk organik sebanyak 500 kg perhektar dan kapur sebanyak 50 kg perhektar. Pemberian pupuk dasar ini dengan komposisi tersebut didasarkan pada analisis tanah dengan menggunakan PUTK. Hasil analisis menunjukkan tanah agak masam dengan PH berkisar antara 5-6, sehingga perlu penambahan kapur pertanian. Pemberian pupuk organik dimaksudkan untuk memperbaiki tektur tanah, sehingga dapat mengikat air karena lokasi Demfarm merupakan lahan kering. Sedang kapur ini dimaksudkan agar menaikan PH tanah mendekati normal yakni PH 6,5 - 7. Pupuk organik dan kapur diaduk kemudian dihambur secara merata pada areal pertanaman kedelai. Benih Kedelai yang akan ditanam terlebih dahulu dibasahi air secukupnya kemudian dicampur dengan bakteri perangsang tumbuh ( Rhizobium ), agar rizhobium menempel pada benih. Setiap satu kg benih digunakan 2,5 gram rhizobiun, sehingga setiap 20 kg benih dibutuhkan rhizobium 50 gram. Rhizobiun dicampur merata dengan benih, sehingga dipastikan bahwa setiap benih benar-benar telah tercampur dengan baik dan merata. Pemberian pestisida ini dimaksudkan untuk mencegah serangan lalat bibit, karena kedelai sangat rawan dengan serangan lalat bibit pada awal pertumbuhan hingga umur 10 hst. Benih yang sudah dicampur dengan rhizobium segera ditanam, dengan jarak tanam 40 x 15 cm atau 20 x 20 cm. Oleh : Ir.Soehardi Kusumowarno,MSBalai Besar Pengakajian dan Pengembangan Teknologi PertanianJl. Tentara Pelajar No.10 Bogor, 16114E-mail : ksoehardi@yahoo.comSumber : Teknologi Budidaya kedelai,Badan Litbang Pertanian,2012