Upaya Peningkatan Produksi Beras Melalui Teknologi Tanam Jajar Legowo (Jarwo) Teknologi produksi padi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produksi diantaranya adalah tanam dengan jajar legowo. Istilah legowo di ambil dari bahasa jawa, yaitu berasal dari kata”lego” berarti luas dan ”dowo” berarti memanjang. Sistem tanam jajar legowo merupakan sistem tanam yang memperhatikan larikan tanaman, tanam berselang seling antara 2 atau lebih baris tanaman padi dan satu baris kosong. Beberapa tipe sistem tanam jajar legowo antara lain: Jajar legowo 2:1, dimana setiap dua baris diselingi satu baris kosong dengan lebar dua kali jarak dalam barisan, Jajar legowo 3:1, setiap tiga baris tanaman padi diselingi satu baris kosong dengan lebar dua kali dengan jarak tanam yang ditengah, jajar legowo 4:1, setiapa empat baris tanaman padi diselingi satu baris kosong dengan lebar dua kali jarak dalam baris, jajar legowo 12:1 setiap 12 baris tanaman padi diselingi dengan satu baris kosong (Bagus, 2012). Keuntungan sistem tanam jajar legowo Keuntungan sistem tanam jajar legowo adalah menjadikan semua tanaman atau lebih banyak tanaman menjadi tanaman pinggir. Tanaman pinggir akan memeroleh sinar matahari lebih banyak dan sirkulasi udara lebih baik, unsur hara lebih merata, serta mempermudah pemeliharaan tanaman (Mujisihono et al., 2001). Pengaruh tanaman pinggir Penerapan sistem tanam jajar legowa bertujuan memperbanyak pengaruh tanaman pinggir (border effect). Sistem jajar legowo 2:1 akan memeroleh 100% pengaruh tanaman pingir, sedangkan legowo 4:1 hanya baris pertama dan keempat yang menjadi tanaman pinggir. Menurut Wang et al. (2013), tanaman luar memberikan hasil gabah yang lebih tinggi di bandingkan dengan tanaman yang ada dibarisan kedua dan ketiga, pengaruh tanaman pinggir juga ditujukan oleh tingginya produksi biomassa, lebih banyak malai per satuan luas, dan lebih tinggi persentase gabah isi. Mohaddesi et al. (2011) menjelaskan bahwa tanaman yang berada pada berisan pinggir memeroleh sinar matahari secara maksimum sehingga proses fotosintesis oleh daun tanaman semakin tinggi dan persaingan tanaman dalam pemanfaatan hara dan air lebih kecil. Meningkatkan populasi Jika dikaji dari jumlah populasi tanaman, sistem tanam jajar legowo dapat meningkatkan polulasi tanaman jika dibandingkan dengan jarak tanam sistem tegel 25x25 cm. Penerapan sistem tanam jajar legowo 2:1 ternyata dapat meningkatkan populasi tanaman menjaadi 213.333 rumpun/ha atau meningkat 33%. Sementara itu, bila menggunakan sistem tanam jajar legowo 4:1 penbingkatan populasi menjadi lebih banyak yaitu jumlah populasi tanaman menjadi 256.000 rumpun/ha atau meningkat 60%. Mempermudah pemeliharaan tanaman Manfaat lain yang dapat dipetik dari penerapan sistem tanam jajar legowo adalah pemeliharaan tanaman menjadi lebih mudah. Adanya lorong kosong yang memanjang dan sejajar dengan barisan tanaman padi pada sistem jajar legowo akan memudahkan pemeliharaan tanaman, seperti aplikasi pupuk, pengendalian organisme pengganggu tanaman (hama, patogen, dan gulma). Selanjutnya, siring dengan berjalannya waktu, teknologi jajar legowo terus dikembangkan dan dilakukan perbaikan. Saat ini telah dikenal sistem tanam jajar legowo super. Jajar legowo super merupakan pengembangan teknologi menggunakan sistem tanam jajar legowo 2:1 sebagai basis penerapan di lapangan, dengan menekankan penerapan beberapa teknologi penunjang yaitu: Penggunaan varietas unggul baru yang memiliki potensi hasil tinggi. Penggunaan benih VUB dengan potensi hasil tinggi mutlak diperhatikan agar peluang untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak makin besar. Biodekomposer, diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah (pembajakan ke dua). Aplikasi biodekomposer dianggap sangat penting karena berperanan dalamm meningkatkan tingkat kesuburan tanah sebagai media tumbuh tanaman padi. Tanaman padi akan tumbuh dan berkembang baik pada tanah yang memiliki tingkat kesuburan yang tinggi. Tanah yang subur akan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Pupuk hayati diberikan pada benih diaplikasikan melalui (seed treatment). Pupuk hayati mengandung mikroba berguna yang mempunyai peranan sangat penting dalam mendukung tumbuh dan berkembangnya tanaman. Selain itu, pupuk hayati biasanya mengandung mikroba yang juga memiliki peranan untuk melindungi tanaman dari serangan jamur maupun bakteri patogen. Pemupukan berimbangberdasarkan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS). Pemupukan secara berimbang mutlak diperhatikan untuk memastikan tanaman padi memeroleh kebutuhan nutrisi secara proporsional. Pemupukan yang dilakukan secara tak-berimbang dapat mengakibatkann gangguan bagi tanaman padi. Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) menggunakan pestisida nabati dan pestisida anorganik berdasarkan ambang kendali. Dalam pengendalian OPT, petani kerapkali menggunakan pestisida kimia sebagai pilihan untuk mengendalikan OPT. Pada hal penggunaan pestisida kimia secara tak-bijaksana menyebabkan dampak negarif bagi aplikator maupun bagi lingkungan serta membahayakan keseimbangan agroekosistem. Oleh karena itu, pada pengendalian OPT yang aman dan ramah lingkungan menjadi teknologi penunjang jajar logowo super. Alat dan mesin pertanian, khususnya untuk tanam (jarwo transplanter) dan panen (combine harvester). Minimnya ketersediaan tenaga kerja untuk tanam menyebabkan sukarnya perluasan diseminasi teknologi jajar legowo. Dalam hal ini, diperlukan alat mesin pertanian yang mampu menggantikan tenaga kerja manusia. Adanya alat tanam jajar legowo akan lebih mempercepat proses tanam dan biaya yang dikeluarkan akan lebih efisien. Sumber: http://distankp.tegalkab.go.id/index.php/artikel/167-upaya-peningkatan Penulis : ISTRI WURIYANTI SP