Upaya Peningkatan Produksi dan Ketahanan Pangan di Kab. Raja Ampat Dengan Melibatkan Petani Sebagai Pelaku Utama dan Pelaku U
Upaya Peningkatan Produksi dan Ketahanan Pangan di Kab. Raja Ampat Dengan Melibatkan Petani Sebagai Pelaku Utama dan Pelaku Usaha. Kabupaten Raja Ampat yang dijuluki dengan Kabupaten Seribu pulau, dengan destinasi wisatanya yang mendunia, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah. Terbukti tidak hanya di bidang pariwisatanya saja yang mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah tetapi di bidang pertanian juga mendapat perhatian serius dari pemerintah Daerah. Melalui Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian Kabupaten Raja Ampat dalam rangka peningkatan produksi pangan guna pencapai swasembada pangan dengan menindaklajuti Program Upaya Khusus (UPSUS) Kementerian Pertanian (Kementan), maka Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Raja Ampat melalui Bidang Sarana, Prasarana dan Penyuluhan (PSP) membuat terobosan baru di tahun 2017 dengan membuka lahan pertanian baru berupa cetak sawah yang berlokasi di Kampung Limalas Distrik Misool Timur yang melibatkan anggota kelompok tani yang terdiri dari 102 (seratus dua ) Kepala Keluarga dengan luas lahan sawah baru yang di buka 150 Ha. Bukan hal mudah dengan merobah pola hidup masyarakat yang dulunya adalah nelayan menjadi petani padi. Namun Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melalui Bidang PSP dan Penyuluhan berupaya untuk membuat terobosan baru dengan melihat betapa pentingnya Ketahanan Pangan di daerah, dengan demikian maka Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melalui Bidang PSP dan Penyuluhan mengunakan pendekatan sosial kepada masyarakat yang dulunya notabene adalah nelayan untuk menjadi petani padi sawah dengan melihat kondisi wilayah yang sangat menjanjikan jika dapat di usahakan dengan menanam padi sawah. Dengan mengarahkan petani untuk menjadi pelaku utama dan pelaku usaha. Sampai pada berita ini diturunkan telah memasuki tahap persiapan penanam. (FEI)