Loading...

UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN PADI DI BPP KECAMATAN POHJENTREK

UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN PADI DI BPP KECAMATAN POHJENTREK
Padi ( Oryza sativa L. ) merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting, karena padi adalah tanaman yang menghasilkan beras dan menjadi makanan pokok bangsa Indonesia. Oleh karena itulah pemerintah menaruh perhatian yang besar pada peningkatan produksi beras. Disamping itu ketersediaan beras di Indonesia merupakan komoditas yang berpeluang dalam mempengaruhi kondisi sosial dan politik. Kebutuhan konsumsi beras penduduk Indonesia rata-rata selalu ada peningkatan per tahun. Bila dibandingkan, peningkatan produksi beras selalu lebih rendah dari pertumbuhan penduduk. Sehingga pengadaan beras masih merupakan masalah nasional. Kondisi kurangnya stok beras nasional, mendorong pemerintah untuk berupaya memacu peningkatan produksi beras melalui program swasembada beras. Dalam upaya untuk mensukseskan program tersebut, banyak terobosan teknologi budidaya padi yang telah dilakukan. Berikut adalah beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi.1. Tanam Bibit Muda. Bibit sudah bisa dipindah tanam setelah 7-20 HSS. Semakin muda umur bibit yang di pindah tanamkan ke lahan maka diharapkan tingkat stres bibit akan semakin sedikit, selain itu dengan tanam bibit muda tanaman akan lebih cepat beradaptasi dan memiliki jumlah anakan yang lebih banyak. Berkaitan dengan jumlah anakan ada berbagai faktor penentu selain tanam bibit muda antara lain: tingkat kesuburan tanah, pembenaman sisa-sisa jerami kedalam tanah mampu meningkatkan kesuburan tanah, tetapi penting juga untuk melakukan pengomposan sisa-sisa jerami dan kotoran ternak sehingga tanah menjadi lebih subur. Keunggulan menanam bibit padi muda adalah:• Mengurangi stagnasi pertumbuhan setelah tanaman pindah tanam.• Pertumbuhan akar cepat / dalam sehingga tanaman menjadi tahan rebah.• Umur panen lebih cepat.• Tanaman lebih sehat sehingga hasil akan meningkat. 2. Penggunaan Sistem Tanam Jajar Legowo. Jajar legowo adalah penataan tanaman padi dengan mengatur jarak tanam sedemikian rupa sehingga populasi meningkat dan jumlah tanaman yang mendapatkan efek pinggir lebih banyak dibandingkan dengan cara tanam biasa. Pada jajar legowo, jarak tanam antara barisan sama dengan jarak tanam biasa, tetapi jarak tanam dalam barisan diperpendek hingga setengahnya dan pada setiap satu set legowo diselingi dengan jarak dua kali lebih panjang dari jarak tanam antar baris. Dengan menerapkan komponen teknologi jajar legowo produktifitas padi dapat ditingkatkan 30-40 %/hektar (rata-rata produktivitas padi nasional 5,3 t/ha melalui jajar legowo menjadi 9-10,6 t/ha).Tujuan implementasi cara tanam jajar legowo adalah :• Memanfaatkan sinar matahari bagi tanaman yang berada pada bagian pinggir barisan. • Mengurangi kemungkinan serangan hama, terutama tikus. • Menekan serangan penyakit. • Mempermudah pelaksanaan pemupukan dan pengendalian hama / penyakit. • Menambah populasi tanaman. • Hasil lebih tinggi dibanding jajar tegel karena tanaman berposisi sebagai tanaman pinggir sehingga memperoleh sinar matahari dan oksigen sesuai kebutuhan.• Kelembaban lingkungan tumbuh lebih rendah sehingga perkembangan penyakit khususnya yang disebabkan oleh jamur dan bakteri berkurang.• Walaupun ada lorong kosong diantara set legowo, populasi tanaman tidak berkurang karena dilakukan pemadatan pada setiap baris pinggir. 3. Tanam Bibit Dangkal. Bibit ditanam pada lahan sawah dengan kondisi air yang macak-macak / lahan tidak tergenang air. Penanaman dilakukan secara hati-hati dengan cara diselipkan. Jika bibit di tanam tidak dengan cara diselipkan kemungkinan besar akar akan tertekuk ke atas. Kondisi akar yang tertekuk ke atas menyebabkan tanaman memerlukan waktu kurang lebih 7 hari untuk tumbuh dengan baik. Akar bibit harus horisontal atau berbentuk huruf L. Bibi di tanam sedalam 1-2 cm. Setelah tanam tidak dilakukan pengairan hingga tanah agak retak. 4. Satu Lubang Satu Tanaman. Bibit ditanam satu lubang satu bibit tanaman, sehingga diharapkan tidak terjadi persaingan dalam pemenuhan kebutuhan akan air dan hara pada saat tanaman mulai akan tumbuh. Selain itu dengan penanaman satu lubang satu tanaman akan di peroleh manfaat peningkatana jumlah anakan dan penghematan kebutuhan benih. Tetapi perlu juga diperhatikan untuk menyiapkan bibit sebagai sulaman. Untuk daerah-daerah yang endemik serangan keong mas bisa menanam lebih dari satu bibit maksimal 3 bibit satu lubang tanam dengan umur bibit yang lebih tua. 5. Pengairan Berselang. a. Keuntungan pengairan berselang:• Menghemat penggunaan air irigasi , sehingga areal yang bisa di aliri lebih luas.• Memberikan kesempatan akar untuk tumbuh lebih bagus, karena ada udara yang masuk ke dalam tanah lebih banyak. Akar yang berkembang lebih dalam akan menyerap unsur hara dan air yang lebih banyak pula.• Mencegah timbulnya keracunan besi pada tanah baru digunakan untuk budidaya lahan kering.• Mencegah penimbunan asam organik dan gas hidrogen sulfida yang menghambat perkembangan akar.• Mengaktifkan jasad renik ( mikroba tanah yang bermanfaat ).• Mengurangi kerebahan tanaman karena terlalu sukulen.• Mengurangi jumlah anakan yang tidak produktif.• Menyeragamkan pemasakan gabah dan mempercepat waktu panen.• Memudahkan pengendalian hama keong mas, mengurangi penyebaran hama wereng coklat dan penggerek batang.b. Teknis penerapan pengairan berselang ini adalah:• Pada saat tanaman berumur 3 HST petakan sawah dialiri dengan tinggi genangan 5 cm dan selama 2 hari berikutnya tidak ada penambahan air sampai kondisi air dipetakan habis dan tanah mengering sedikit retak.• 7 HST petakan sawah dialiri kembali hingga genangan air setinggi 5 cm dan tidak ada penambahan air sampai kondisi air di petakan habis dan tanah mengering agak sedikit retak.• Pada saat mulai fase pembentukan malai ( Bunting ) sampai pengisian bulir, petakan sawah digenangi terus. Petakan dikeringkan kembali saat 10-15 hari sebelum panen. 6. Penambahan Bahan Organik. Dampak yang disebabkan oleh penggunaan bahan kimia dalam pengelolaan usahatani adalah degradasi lahan, jika penggunaannya tidak bijaksana. Oleh karena itu perlu adanya penambahan unsur organic di dalam lahan pertanian / sawah agar tanah tidak sakit. Tanah yang sakit menyebabkan terjadinya penurunan produksi, walaupun dilakukan penambahan pupuk tidak akan meningkatkan hasil secara signifikan. Tanah yang sakit tersebut juga akan menyebabkan pemborosan pupuk sehingga meningkatkan biaya produksi. Manfaat penambahan bahan organik pada lahan:• Memperbaiki struktur tanah.• Meningkatkan kesuburan biologi ( sumber hara ), kimia tanah.• Meningkatkan aktifitas mikroorganisme tanah.• Vigor dan kesehatan tanaman meningkat.Penambahan bahan organik dapat dengan cara pengomposan jerami sisa panen atau menggunakan pupuk kandang. Pemupukan harus dilakukan spesifik lokasi maksudnya adalah untuk meningkatkan efisiensi pemupukan yang didasarkan pada kemampuan tanah menyediakan hara, kebutuhan tanaman, dan target produksi.