Loading...

UPPB SEPAKAT DESA BANJAR BENAI KEC. BENAI GALAKKAN BOKAR BERSIH GUNA TINGKATKAN HARGA JUAL

UPPB SEPAKAT DESA BANJAR BENAI KEC. BENAI GALAKKAN BOKAR BERSIH GUNA TINGKATKAN HARGA JUAL
Pada saat ini sebagian besar Bahan Olah Karet (BOKAR) yang dihasilkan petani dalam kondisi tidak memenuhi standar yang ditetapkan (SNI). Kadar Air tinggi (> 20%), Produktifitas rendah, koagulan bervariasi mulai dari asam semut, sulfat, cuka, tawas, pupuk TSP, air perasan nenas/gadung serta terkontaminasi oleh tanah, lumpur, pasir, tatal, serat kayu/plastik. Rendahnya mutu bokar ini merugikan berbagai pihak, mulai dari menekan pendapatan petani, menekan keuntungan usaha pabrik, menurunkan daya saing keret di luar negeri, serta memperburuk citra perkaretan Indonesia. Perbaikan kondisi bokar, ditempuh melui pendekatan kelompok. Disamping lebih efisien dan efektif juga mampu menumbuhkan “ semangat kebersamaan petani’. Kelompok dimaksud berbentuk unit Usaha Petani yang disebut dengan Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) (Permentan No.38/2008 ps 17). Di kecamatan Benai, khusunya Desa Banjar Benai teleh terbentuk UPPB yang diberi nama UPPB Sepakat. Sebelum terbentuknya UPPB sebagian besar masyarakat menjual bokar kepedagang tengkulak yang ada disekitar. Rendahnya harga yang ditawarkan oleh tengkulak, petani mulai berpikir bagaimana cara meningkatkan harga jual bokar sehingga terbentuklah Kelompok Usaha Bersama (KUB) pada tanggal 30 April 2010 yang diberi nama SEPAKAT. Pada mulanya KUB Sepakat hanya beranggotakan 16 orang dengan mengandalkan modal secara swadaya dengan menjual bokar ke PT. Andalas Agro Lestari. Setelah itu KUB memutuskan untuk memasarkan bokar dengan sistem lelang terbuka, dimana jumlah penawar lebih dari 1 pedagang bokar, pemenang lelang adalah penawar dengan harga tertinggi. Berdirinya KUB Sepakat disambut baik oleh petani karet lainnya, sehingga anggotanya terus bertambah dan melahirkan 5 kelompok tani baru. Pada tanggal 21 Januari 2012 Enam kelompok tersebut tergabung menjadi Gapoktanbun “Sepakat” dengan jumlah anggota 140 KK. Adapun kelompok yang tergabung dalam gapoktanbun tersebut yaitu : Kelompok Tani Sepakat, Tunas Sepakat, Karya Sepakat, Semangat Bersama, Swadaya Bersama dan Berkah Sepakat. Pada tanggal 07 Desember 2013 dari Gapoktanbun Sepakat berubah menjadi UPPB Sepakat. Sampai saat ini keberadaan UPPB menjadi penting bagi posisi tawar petani karet. Perbedaaan harga antara petani yang menjual dengan tengkulak dengan sistem lelang di UPPB berkisar antara Rp. 2.000 sampai Rp. 3.500. Jika ditingkat petani harga karet saat ini Rp.7000 maka di UPPB sepakat mencapai 9400. Untuk menciptakan bokar bersih dan bermutu tinggi UPPB sepakat berkomitmen: Pembuatan bokar atau ojol dengan bentuk yang seragam dan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) Tidak menambahkan bahan-bahan non karet. Dibekukan dengan bahan pembeku sesuai anjuran seperti deorab dan asam semut Disimpan ditempat yang teduh dan terlindung Tidak direndam Sistem bangkit ojol minimal lima kali penyadapan. Selain menciptakan bokar bersih UPPB sepakat juga melaksanakan kegiatatan lainnya yang membantu peningkatan ekonomi masyarakat dan penciptaan lapangan pekerjaan antara lain: dibidang keuangan menghimpun kegiatan usaha simpan pinjam dalam bentuk tabungan, dimana sampai saat ini setiap anggota UPPB sudah bisa meminjam di UPPB maksimal RP.1.000.000. Selain itu juga Penyediaan jasa pengangkutan bokar, Penyediaan Jasa buruh penimbangan dan muat bokar, menjadi penjaga malam/ronda waktu penimbangan bokar serta Penebusan dan penyedian pupuk subsidi bagi anggota. Benai, 28 Oktober 2019 Penulis: Lauser Indrawadi SP NIP.19850418 201706 100 3 Penyuluh Pertanian Pertama BPP. Kecamatan Benai Dinas Pertanian Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau.