Ayam buras yang sehat tentunya mampu menghasilkan produksi ayam buras maksimal. Salah satu tahapan langkah yang harus dilakukan adalah melakukan vaksinasi ayam buras secara teratur sebagaimana teknologi yang dianjurkan. Vaksinasi ayam buras perlu dlakukan untuk mencegah timbulnya penyakit yang disebabkan oleh virus pada ayam buras. Tujuan dari pemberian vaksin untuk merangsang tumbuhnya kekebalan pada tubuh ayamVaksin pada ayam buras ada 2 jenis yaitu 1) Vaksin aktif dan 2) Vaksin in aktif.1. Vaksin Aktif Merupakan vaksin yang berisikan mikroba agen penyakit dalam keadaan hidup tetapi sudah dilemahkan, Vaksin aktif biasanya diberikan pada ayam buras melalui cara tetes mata, hidung atau melalui air minum2. Vaksin In Aktif Adalah vaksin yang mengandung mikroba agen penyakit yang dimatikan. Vaksin in aktif penggunaannya melalui suntikanVaksin tetes melalui mata, hidung atau mulutTahapan proses penggunaan vaksin tetes pada ayam buras :1. Botol vaksin dibuka, masukkan cairan pelarut vaksin kedalam botol vaksin sampai setengah bagian. Kemudian dikocok secara perlahan sampai tercampur rata. Dan usahakan jangan sampai timbul buih2. Vaksin dan cairan pelarut yang sudah tercampur didalam botol vaksin, kemudian masukkan kembali ke botol pelarut. Kemudian lakukan pengocokan kembali dengan pelan pelan dan tercampur merata 3. Lakukan penyekatan kandang sebagai tempat pemisah antara ayam buras yang sudah divaksin dan belum divaksin. Setelah ayam buras dikumpulkan dalam satu bagian sekatan kandang, baru dilakukan vaksinasi. Vaksinasi yang dilakukan berupa vaksinasi tetes pada mata, hidung atau mulut. Pelaksanaan penetesan vaksinasi harus perlahan lahan cukup satu tetes dan pastikan vaksin benar benar masuk dalam mata, hidung atau mulut4. Pada saat pelaksanaan vaksinasi harus terhindar dari kondisi panas dan sinar matahari secara langsung. Waktu yang tepat melakukan vaksinasi dianjurkan pada pagi hari atau sore hariVaksinasi melalui air minumTahapan langkah yang harus dilakukan saat melakukan vaksinasi melalui air minum ;1. Sediakan gallon minuman ayam buras secukupnya agar semua ayam dapat minum tanpa berdesakan dan dalam waktu 2 jam air minum habis2. Sebelum vaksinasi dilakukan ayam buras harus dipuasakan selama 2 jam supaya ayam buras benar benar dalam keadaan kehausan3. Siapkan ember berisi air yang sudah dicampur susu skim. Susu skim berfungsi untuk mengekfektifkan dan memperpanjang umur vaksin4. Buka tutup botol vaksin dan masukan air kedalam botol vaksin setengah bagian. Selanjutnya kocok perlahan vaksin dalam botol sampai vaksin tercampur rata5. Kemudian tuangkan campuran vaksin dan air dalam botol vaksin kedalam ember yang berisikan susu skim. Selanjutnya aduk sampai larutan vaksin tercampur rata. Aetelah itu tuangkan pada masing masing gallon tempat minum ayam buras yang sudah disiapkan untuk minuman ayam buras dalam kandangVaksinasi melalui suntikanTahapan langkah persiapan untuk pelaksanaan vaksinasi ayam buras melalui suntikan1. Peralatan suntik yang akan digunakan untuk vaksinasi ayam buras harus disterilkan terlebih dahulu. Proses pensterilan peralatan suntik dapat dilakukan dengan cara merebus peralatan suntik dengan air mendidih selama 30 menit dan kemudian didinginkan.2. Lakukan pengocokan botol vaksin sampai tercampur rata dan tusukan jarum pada botol vaksin sebagai lubang udara. Kemudian tusukkan ujung slang ke tutup botol vaksin dan atur dosis penyuntikan yang dianjurkan.3. Lakukan penyekatan kandang sebagai tempat pemisah antara ayam buras yang sudah divaksin dan belum divaksin. Setelah ayam buras dikumpulkan dalam satu bagian sekatan kandang, baru dilakukan vaksinasi. Pelaksanaan vaksinasi harus dilakukan secara hati hati.Vaksinasi ayam buras yang dilakukan melalui suntikan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu subcutan dan intra muskuler.1. Suntikan subcutan adalah penyuntikan yang dilakukan dibawah kulit pada leher bagian belakang sebelah bawah. Arah jarum suntikan dari atas kepala kea rah punggung ayam buras2. Suntikan intra muskuler, penyuntikan yang dilakukan pada otot dada atau paha. Arah jarum suntikan sejajar dengan dada atau paha ke arah jantung Nani Priwanti Soeharto – PP PPMKP CiawiSumber : Team Penulis Agriflo, Ayam Kampung Agribisnis Pedaging dan Petelur, Cetakan 1, Penebar Swadaya, 2013