VarietasVarietas bunga Krisan potong yang berkembang di Indonesia, berasal dari hasil introduksi yang diimpor dari Belanda, Inggris, dan Jepang, serta varietas Krisan nasional, baik dari hasil penelitian maupun varietas dari introduksi yang telah lama tumbuh dan beradaptasi di suatu daerah pada puluhan tahun yang lalu sehingga telah beradaptasi dan terjadi perubahan dari karakter aslinya. Banyak varietas Krisan hasil introduksi yang disukai oleh konsumen atau petani produsen sejak beberapa puluh tahun yang lalu hingga kini. Awalnya diintroduksi oleh beberapa perusahaan produsen Krisan besar di Indonesia, namun motherstock dari negeri asalnya tidak lagi diproduksi dan beberapa varietas telah habis masa hak patennya. Varietas Krisan hasil introduksi yang sudah habis masa hak patennya, prinsipnya didaftar ke Kementerian Pertanian oleh produsen di dalam negeri, kemudian dapat dilakukan peremajaan kembali untuk diperbanyak. Beberapa varietas Krisan di Indonesia: 1. Varietas Krisan dari Introduksi. Beberapa jenis Krisan dari varietas introduksi yang banyak berkembang di pasar dalam negeri dan expired atau habis masa hak patennya antara lain Varietas White Fiji, Yellow Fiji, Dark Fiji, Fiji Orange, Fiji Pink, Shamrock, Sheena, Yellow Sheena, Tawn Talk, Reagan, White Reagan, Salmon Reagan, Cream Reagan, Dark Red Reagan, Puma Putih, Yoko Ono, Enzo, Remix, Yellow Remix. 2. Varietas Krisan Nasional. Beberapa varietas Krisan dari dalam negeri atau nasional, yaitu varietas Krisan potong yang berasal dari hasil penelitian, asal kota Tomohon dan Kabupaten Solok yang semuanya telah dilepas atau didaftar pada Kementerian Pertanian. Varietas Krisan dari daerah disinyalir merupakan varietas Krisan yang sudah puluhan tahun beradaptasi dengan lingkungan tumbuh di daerah setempat sehingga telah beradaptasi dan umumnya telah berubah sifat dan karakter daun, batang atau bunganya. Tidak semua varietas Krisan yang dihasilkan Balai Penelitian disukai oleh petani atau konsumen. Hanya beberapa varietas saja yang diminati antara lain varietas Puspita Nusantara, Pasopati, Sakuntala, Mustika Kurnia, Puspita Pelangi, Wastukania, respati, dll. Hal tersebut antara lain disebabkan kualitas yang perlu ditingkatkan dan kurangnya promosi. Pengembangan benih sumber varietas Krisan nasional yang dapat bersaing terutama di pasar ekspor dan telah dikembangkan oleh PT. Alam Indah Bunga Nusantara seperti Puspita Nusantara/Bunga Nusantara, Swarna Kencana dan Respati. Varietas Krisan nasional yang memiliki potensi pasar, baik ekspor maupun domestik akan terus dipromosikan kepada konsumen terutama para dekorator melalui berbagai event (acara) yang diselenggarakan oleh Balithi, Ditjen P2HP, dan/atau Dinas Pertanian Provinsi dan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota. Varietas Krisan lokal Tomohon yang baru saja diluncurkan, yaitu Ririh dan Kulo akan dipromosikan dan dikembangkan di daerah lain, yang kemungkinan bisa sebagai subtitusi varietas introduksi White Fiji dan Yellow yang hak patennya masih berlaku sampai tahun 2016. Beberapa varietas introduksi lainnya yang telah banyak dibudidayakan di sentra produksi, seperti Tawn Talk, Reagan, dan Puma. Varietas introduksi yang masih berlaku hak patennya dapat dikembangkan menurut prosedur yang berlaku. Usia Tanam Sampai Dengan PanenUsia tanam sampai dengan masa panen akhir, cukup berpengaruh dan menentukan jumlah investasi yang ditanamkan dalam usaha budidaya Krisan. Masing-masing varietas memiliki umur tanam hingga panen yang berbeda-beda. Selain itu, juga dipengaruhi dengan cuaca setempat. Bila cuaca kering atau musim kering, akan mempercepat atau memperpendek waktu tanam hingga panen. Sebaliknya bila musim hujan akan memperpanjang umur tanaman sampai dengan panen Krisan potong. Masing-masing daerah atau lokasi akan cenderung berbeda, tergantung juga pada ketinggian lokasi dari permukaan laut serta intensitas dan lamanya penyinaran matahari yang ada. Berdasarkan pengalaman kelompoktani Krisan potong di Cianjur dan Sukabumi, menunjukkan bahwa umur tanam sampai dengan panen terakhir berkisar 80-125 hari. Dalam kodisi normal, umur tanam sampai dengan panen terakhir yang paling pendek pada varietas Jaguar dengan umur 90 hari, sedangkan pada musim kemarau akan berumur 80 hari dan pada musim penghujan akan berumur sekitar 100 hari. Umur tanam hingga panen terakhir yang paling lama yaitu varietas Captiva, pada kondisi normal akan berumur 110 hari bila musim kemarau berumur 100 hari dan bila musim penghujan akan berumur 125 hari. Mutu Krisan PotongMutu produk bunga potong Krisan cukup berpengaruh terutama dalam menentukan segmen pasar yang akan dituju dan harga. Krisan kualitas tinggi dengan grade AA atau A biasanya untuk segmen ekonomi tingkat atas, kemudian grade B dan C untuk segmen ekonomi tingkat menengah ke bawah. Semakin berkualitas, harganya semakin tinggi. Fasilitas penanganan pascapanen sangat dibutuhkan untuk peningkatan penanganan pascapanen sehingga kualitas dan nilai jual akan meningkat. Umummya petani masih kurang memperhatikan penanganan pascapanen sehingga kualitas Krisan kurang baik dibanding hasil Krisan dari perusahaan. Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan