Varietas Padi Yang Tahan Terhadap Wereng Batang CoklatDalam melaksanakan budidaya tanaman padi, hendaklah petani cermat dan memiliki perencanaan yang matang terutama dalam hal pemilihan teknologi terapan khususnya teknologi yang sudah direkomendasikan oleh pemerintah karena memang sudah teruji, teknologi yang direkomendasikan yakni komponen PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu). Salah satu komponen yang harus menjadi pilihan adalah penggunaan varietas unggul baru. Pada daerah yang endemis wereng dan musim –musim tertentu yang rawan terhadap serangan hama wereng , petani harus mengupayakan pencegahannya dengan penggunaan varietas yang tahan terhadap hama wereng batang coklat. Karena pengendalian dengan insektisida telah terbukti merusak lingkungan dan memicu ledakan serangan. Penyebab berkembangnya hama wereng cokelat antara lain perubahan biotipe dan penanaman varietas rentan. Petani juga harus memahami varietas unggul yang semula dinyatakan tahan hama wereng cokelat, beberapa musim kemudian berubah tingkat ketahanannya, sehingga perlu diganti dengan varietas unggul baru yang bereaksi tahan. Salah satu contoh adalah inpari 13, varietas ini dilepas oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi pada tahun 2010, pada awal penggunaannya memang tahan terhadap wereng batang coklat, namun beberapa tahun berikutnya ada beberapa kasus yang menyebutkan bahwa varietas inpari 13 sudah tidak tahan terhadap wereng batang coklat.Berikut ini adalah beberapa varietas yang tahan terhadap wereng batang coklat :1. CiherangPotensi 5-7 ton/ha, umur 112-125 hari, Terhadap Hama :Tahan terhadap wereng coklat biotipe 2 dan 3. Ketahanan Terhadap Penyakit: Tahan terhadap bakteri hawar daun (HDB) strain III dan IV. Anjuran : Cocok ditanam pada musim hujan dan kemarau dengan ketinggian di bawah 500 m dpl. Dilepas Tahun 2010.2. Way apo buruTinggi tanaman 105 – 113 cm dan umur tanaman 115-125 hari, Rataan hasil : 5,0- 8,0 ton/ha. Ketahanan terhadap hama : tahan wereng coklat biotipe 2 dan 3 . Ketahanan terhadap penyakit : tahan terhadap penyakit bakteri hawar daun strain III dan IV . Dilepas tahun : 1998 3. CigeulisPotensi 5-8 ton/ha, umur 115-125 hari. Rataan hasil : 5 - 8 t/ha Ketahanan terhadap hama : tahan terhadap wereng coklat biotipe 2 dan 3. Ketahanan terhadap penyakit : tahan terhadap bakteri hawar daun strain IV. Dilepas tahun : 2002 Disamping varietas –varietas tersebut, Badan Litbang Pertanian telah melepas beberapa varietas unggul baru padi tahan wereng cokelat, antara lain Inpari 18, Inpari 19, Inpari 31, Inpari 33, Inpari 34 Salin Agritan, dan Inpari 35 Salin Agritan.1. Inpari 18 mampu berproduksi hingga 9,5 t/ha dengan rata-rata 6,7 t/ha, umur genjah 102 hari, tekstur nasi pulen dengan kadar amilosa 18%. Selain tahan hama wereng cokelat biotipe 1, 2, dan agak tahan biotipe 3, Inpari 18 juga tahan penyakit hawar daun bakteri patotipe III dan agak tahan patotipe IV. Padi unggul ini cocok dikembangkan pada lahan sawah irigasi dan tadah hujan dengan ketinggian tempat 0-600 m dari permukaan laut (dpl).2. Inpari 19 memiliki potensi hasil 9,5 t/ha dengan rata-rata 6,7 t/ha, umur genjah 104 hari, tekstur nasi pulen dengan kadar amilosa 18%. Tahan terhadap hama wereng cokelat biotipe 1, 2, dan agak tahan biotipe 3, padi unggul ini juga tahan penyakit hawar daun bakteri patotipe III dan agak tahan patotipe IV. Inpari 19 sesuai ditanam pada lahan sawah irigasi dan tadah hujan dengan ketinggian lokasi pengembangan 0-600 m dpl.3. Inpari 31 berpotensi hasil 8,5 t/ha dengan rata-rata 6,0 t/ha, umur 112 hari, tekstur nasi pulen dengan kadar amilosa 21,1%. Tahan terhadap hama wereng cokelat biotipe 1, 2, dan 3, padi unggul baru ini juga tahan penyakit hawar daun bakteri patotipe III, tahan penyakit blas ras 033, dan tahan penyakit tungro ras Lanrang. Inpari 31 cocok dikembangkan pada lahan sawah dataran rendah sampai ketinggian lokasi 600 m dpl.4. Inpari 33 mampu berproduksi 9,8 t/ha dengan rata-rata 6,6 t/ha, umur 107 hari, tekstur nasi sedang dengan kadar amilosa 23,4%. Tahan terhadap hama wereng cokelat biotipe 1, 2, dan 3, padi unggul baru ini juga tahan penyakit hawar daun bakteri protipe III, dan tahan penyakit blas ras 073. Inpari 33 sesuai dikembangkan pada lahan sawah dataran rendah sampai ketinggian lokasi 600 m dpl dan tidak dianjurkan ditanam pada lahan sawah endemik penyakit tungro.5. Inpari 34 Salin Agritan berumur genjah 102 hari dengan potensi hasil 8,1 t/ha, rata-rata 6,0 t/ha, tekstur nasi agak pera dengan kadar amilosa 22,8%. Tahan terhadap hama wereng cokelat biotipe 1, varietas unggul baru ini juga tahan penyakit blas ras 033 dan 173, toleran salinitas, dan dapat dikembangkan pada lahan sawah dataran rendah sampai ketinggian lokasi 500 m dpl.6. Inpari 35 Salin Agritan berpotensi hasil 8,3 t/ha, umur 106 hari, tekstur nasi agak pera dengan kadar amilosa 24%. Agak tahan terhadap wereng cokelat biotipe 1, padi unggul baru ini juga tahan penyakit blas ras 073, dan tidak dianjurkan ditanam pada lahan sawah endemik tungro.Sumber : Badan Litbang Pertanian