Kacang tanah (Arachis hypogea L.) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang banyak mengandung protein. Selain itu, kacang tanah juga dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, seperti: membantu menjaga tingkat kolestrol, mencegah keriput, membantu mengurangi tingkat gula darah, mengurangi depresi, sumber energi yang tinggi, membantu mencegah berbagai kanker, membantu pertumbuhan rambut, dan mengurangi risiko batu empedu. Komoditas ini dapat dikonsumsi segar maupun sebagai bahan baku industri makanan. Mengingat kegunaan dan manfaat komoditas ini, tidak heran kebutuhan akan komoditas ini terus meningkat. Upaya pemenuhan kebutuhan kacang tanah salah satunya dilakukan melalui penerapan teknik budidaya tanaman yang baik dan benar. Praktek budidaya tanaman yang benar diantaranya dilakukan melalui: pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terkontrol, perbaikan pemenuhan kebutuhan hara tanaman melalui pemupukan/pengapuran, atau melalui perbaikan sistem perbenihan dan penggunaan varietas unggul. tidak akan terlepas dari upaya produksi yang baik, salah satunya dilakukan dengan penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB). Penyakit karat daun termasuk penyakit utama pada tanaman kacang tanah Akibat serangan penyakit ini dapat menyebabkan daun-daun tanaman berwarna coklat dan mongering serta dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 70% akibat dari polong-polong yang tidak berisi penuh dan biji keriput saat kering. Salah satu cara untuk mencegah kehilangan hasil yang lebih besar adalah dengan aplikasi fungisida secara tepat, atau dengan menanam varietas tahan dan berdaya hasil tinggi. Berikut ini beberapa rekomendasi varietas unggul baru kacang tanah yang tahan penyakit karat daun, berdaya hasil tinggi, tahan kekeringan, serta tahan penyakit berak. 1. Varietas Hypoma 1 Varietas Hypoma 1 dilepas pada tahun 2012. Varietas ini merupakan hasil persilangan tunggal Lokal Lamongan dengan Lokal Tuban. Termasuk verietas unggul dengan potensi hasil cukup tinggi, yaitu mencapai 3,7 ton/ha. Memiliki tipe tumbuh tegak, dengan bentuk polong agak berpinggang, bentuk biji oval dan warna biji merah muda. Posisi polong varietas ini berada di dalam tanah dari batang utama dan cabang primer. Jumlah polong pertanaman sekitar 26,8 polong dengan biji perpolong 1-3 biji. Bobot biji 100 biji sekitar 36,4 gram (termasuk biji kecil).Varietas Hypoma 1 memiliki kandungan kadar protein sekitar 21,68%, kadar lemak sekitar 47,22%. Kandungan lemak esensial yang terkandung ada Oleat sekitar 39,32%, Linoleat sekitar 35,34% dam Arachidonat sekitar 2,98%. Terkait ketahanan terhadap hama penyakit, selain tahan penyakit karat daun, varietas ini juga tahan penyakit layu, dan bercak daun. 2. Varietas Hypoma 2 Sama halnya dengan varietas Hypoma 1, varietas Hypoma 2 duja dilepas pada dilepas pada tahun 2012. Merupakan hasil persilangan tunggal Lokal Lamongan dengan Lokal Tuban. Termasuk verietas unggul dengan potensi hasil cukup tinggi, yaitu mencapai 3,5 ton/ha. Memiliki tipe tumbuh tegak, dengan bentuk polong agak berpinggang, bentuk biji oval dan warna biji merah muda, serta dapat dipanen pada umur 90 hari setelah tanam. Posisi polong varietas ini berada di dalam tanah dari batang utama dan cabang primer. Jumlah polong pertanaman sekitar 29,3 polong dengan biji perpolong 1-3 biji. Bobot biji 100 biji sekitar 31,2 gram (termasuk biji kecil).Varietas Hypoma 2 memiliki kandungan kadar protein sekitar 23,08%, kadar lemak sekitar 47,97%. Kandungan lemak esensial yang terkandung ada Oleat sekitar 37,41%, Linoleat sekitar 33,26% dam Arachidonat sekitar 2,96%. Terkait ketahanan terhadap hama penyakit, selain tahan penyakit karat daun, varietas ini juga tahan penyakit layu, dan bercak daun. 3. Varietas Hypoma 3 Varietas baru ini mempunyai tinggi tanaman rata-rata sekitar 40?54 cm, pada lingkungan subur atau saat ditanam musim hujan (MP) tinggi tanaman dapat mencapai 85–92 cm. Jumlah polong rata-rata 42–54 polong/tanaman dari kemampuan tertinggi 62–69 polong/tanaman, bobot polong kering sekitar 1–1,25 g/polong dengan ukuran biji sekitar 50,0–51,7 gr/100 biji termasuk berbiji sedang, pada lingkungan atau musim optimum bobot tersebut dapat meningkat menjadi 61,1–63,7 gr/100 biji. Secara umum ukuran biji Hypoma 3 lebih besar dari ukuran biji varietas Jerapah dan Singa yang masing-masing memiliki bobot 100 biji sekitar 47,8–48,7 g/100 biji. Hypoma 3 memiliki umur masak antara 97–115 hari tidak berbeda dengan varietas Singa. Indeks panen Hypoma 3 sekitar 29–32%, menggambarkan bahwa varietas baru ini mempunyai postur pertumbuhan yang agak rimbun. Dengan tingkat ketahanannya yang baik terhadap penyakit bercak dan karat daun membuat varietas ini masih segar hingga mencapai saat panen. Dalam program pengembangan bio-industri primer, biomass varietas ini berpotensi dijadikan sumber bahan hijauan pakan ternak. Secara umum ketahanan Hypoma 3 terhadap penyakit utama tanaman kacang tanah lebih baik dibandingkan dengan lima varietas Domba, Kancil, Bima, Talam 1, Hypoma 1, Jerapah, dan Singa. Sumber : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2012. Deskripsi Varietas Unggul Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. Kementerian PertanianPurnomo, Joko. 2016. Hypoma 3, VUB Kacang Tanah Tahan Penyakit Karat dan Bercak Daun. Tersedia di: http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id. Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian); Email: ume_humaedah@yahoo.com