Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), minyak, tepung dan bahan baku industri. Selain itu jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi.Pada tahun 2013 yang lalu, Balai Penelitian Tanaman Serealia, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah mengaluarkan beberapa varietas jagung terbaru diantaranya yaitu:a. Pulut Uri-1.b. Pulut Uri-2Kedua jenis jagung varietas ini dilepas pada tahun 2013, jagung ini merupakan koleksi atau Plasma nutfah lokal dari Sulawesi Selatan, yang merupakan hasil dari persilangan jagung lokal Takalar dengan populasi Ms2 dan dilanjutkan dengan metode persilangan backcross sebanyak empat kali dan dilanjutkan dengan seleksi massa positif. Kedua varietas jaging ini memiliki kemiripan seperti: batangnya besar dan kokoh, warna batang hijau tua, umur panen 85 hst, keseragaman tanaman mencapai 95-98%, sistem perakarannya kuat, warna anthera krem, malainya semi kompak, warna glume hijau, rambut 90% krem kemerahan, , kedudukan tongkol ± 85cm (berada dipertengahan batang), kelobotnya menutupi tongkol dengan baik, biji berwarna putih, jumlah baris/tongkol 14-16 baris, baris antar biji agak lurus dan rapat.Sedangkan untuk umur berbunga betina varietas pulut uri-1 adalah 50 hst, dan pulut uri-2 adalah 51 hst, tinggi tanaman varietas pulut uri-1 sekitar 177 cm sedangkan pulut uri-2 175 cm, bentuk tongkolnya sama yaitu besar kerucut, panjang tongkol pulut uri-1 mencapai 16cm, sedangkan pulut uri-2 hanya 15 cm, tipe biji pada pulut uri-1 adalah dent dengan bobot 1000 biji 356 g, rata-rata hasil 7,8 t/ha, namum sebenarnya jagung varietas pulut uri-1 ini memiliki potensi hasil mencapai 9,4 t/ha. sedangkan tipe biji pada pulut uri-2 adalah flint dengan bobot 1000 biji mencapai 347 g, rata-rata hasil 7,3 t/ha berupa pipilan kering, namun sebenarnya jagung varietas pulut uri-2 ini memiliki potensi hasil mencapai 9,7 t/ha yang berupa pipilan kering. Selain itu keistimewaan jagung variatas ini adalah agak tahan terhadap penyakit bulai (Peronosclerospora philipinensis L).Kedua varietas unggul baru ini, relatif genjah dengan umur masak 85 hari setelah tanam, agak tahan terhadap panyakit bulai. Upaya peningkatan produksi jagung tidak terlepas dari penerapan teknologi, terutama varietas unggul berdaya hasil tinggi dengan sifat-sifat penting lainnya, terutama rasa dan kandungan gizi. Sumber : 1. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 35 nomor 5, Badan Litbang Pertanian. 2013.2. http://aprianiika.blogspot.com/2014/11/varietas-jagung-terbaru.html3. Balitsereal.litbang.pertanian.go.id/:jagung-pulut-uri-untuk-rakyat-indonesia Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id