Loading...

VARIETAS UNGGUL KACANG TANAH

VARIETAS UNGGUL KACANG TANAH
Kacang tanah (Arachis hypogea) merupakan salah satu tanaman palawija yang cukup menjanjikan mendatangkan keuntungan. Kacang tanah merupakan sumber protein dari bahan pangan, yang keberadaannya mempunyai andil yang cukup besar setelah kedele, dalam kandungan protein. Dari segi manfaat kacang tanah untuk kesehatan manusia relatif tinggi, namun belum di dukung dengan produksinya. Kacang tanah relatif lebih unggul dibandingkan dengan komoditas palawija lainnya, karena harga jualnya relatif stabil dan tinggi. Berdasarkan klasifikasi tumbuhan, kacang tanah dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Devisi : Spermathophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Rosales Suku : Papilionaceae Marga : Arachis Spesies : Arachis hipogeae L. Nama Asing : Ground nut, pea nut, eart nut Nama Indonesia : Kacang Tanah Tanaman kacang tanah merupakan tanaman semusim yang berumur pendek sekitar 3,5 bulan tergantung ketinggian dan cuaca. Tanaman kacang tanah berakar tunggang dan membentuk akar serabut, batang tidak berkayu, berbulu halus, dan membentuk cabang. Tinggi batang sekitar 50 cm, ada yang bertipe tegak dan ada yang bertipe menjalar. Daun kacang tanah adalah daun majemuk bersirip genap, terdiri atas empat anak daun yang bentuknya bulat, elip atau agak lancip dan berbulu. Bunga kupu-kupu, tajuk 4 daun berjumlah 5 dan 2 di antaranya bersatu berbentuk seperti perahu. Mahkota bunga berwarna kunig kemerahan. Buah berbentuk polong berada didalam tanah. Buah berisi 1-4 biji sesuai varietas, kulit tipis ada yang berwarna putih dan ada yang merah serta biji berkeping dua. Dalam usahatani kacang tanah, penggunaan varietas merupakan salah satu penentu keberhasilan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, dalah hal ini melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) telah mengasilkan bergam varietas unggul baru kacang tanah. Pada tahun 2012, telah dilepas empat varietas baru kacang tanah, yaitu Hypoma 1, Hypoma 2, Takar 1 dan Takar 2. Hypoma 1Varietas Hypoma 1 memiliki toleransi pada lahan alfisol. Varietas ini memiliki ketahanan terhadap hama/penyakit: agak tahan penyakit layu, tahan penyakit karat dan bercak daun. Hypoma 1 dapat dipanen pada umur ± 91. hari. Varietas ini memiliki tipe tumbuh tegak. Rata-rata tinggi tanaman ± 38,4 cm. Potensi hasil Hypoma 1 ± 3,7 ton/ha, dengan rata-rata hasil 2,3 ton/ha. Kandungan protein pada biji kacang tanah Hypoma 1 sekitar 21,68%. Hypoma 2Varietas Hypoma 2 toleran kekeringan pada fase generatif. Varietas ini juga memiliki ketahanan terhadap hama/penyakit: Agak tahan penyakit layu, karat daun dan bercak daun. Tanaman dapat dipanen pada saat berumur ± 90 hari. Hypoma 2 memiliko potensi hasil sekitar 3,5 ton/ha, dengan rata-rata hasil 2,4 ton/ha. Takar 1Varietas Takar 1 mempunyai kemampuan adaptasi pada lahan masam (pH 4,5-5,6) dengan kejenuhan Aluminium sedang. Varietas ini memiliki ketahanan terhadap hama/penyakit: berindikasi tahan kutu kebul (Bemisia tabaci); tahan penyakit layu bakteri; tahan karat daun. Takar 1 dapat dipanen pada umur 90-95 hari. Rata-rata tinggi tanaman ± 68 cm. Potensi hasil varietas Takar 1 sekitar 4,3 ton/ha polong kering, dengan rata-rata hasil 3,0 ton/ha polong kering. Takar 2Varietas Takar 2 merupakan hasil persilangan persilangan antara varietas lokal Muneng dengan Varietas tahan karat ICGV 92088. Varietas ini mampu beradaptasi pada lahan masam (pH 4,5-5,6) dengan kejenuhan aluminium sedang. Keunggulan varietas ini diantaranya memiliki ketahanan terhadap hama/penyakit: Tahan penyakit layu bakteri dan karat daun. Umur 85-90 hari. Tipe tumbuh tegak. Rata-rata tinggi tanaman ± 54 cm. Potensi hasil 3,8 ton/ha polong kering, dengan rata-rata hasil 3,0 ton/ha polong kering. Sumber: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Utara. 2006. Teknik Budidaya Kacang Tanah.Informasi varietas unggul, tersedia di : http://www.litbang.pertanian.go.id Penyunting: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian)Email: ume_humaedah@