Sebagian pertanaman padi di kawasan pesisir tidak mampu berproduksitinggi karena mengalami salinitas.Di lahan rawa pasang surut, tanamanpadi tidak jarang pula didera keracunan besi. Varietas unggul padi yangbaru dilepas toleran salinitas dan keracunan besi dengan potensi hasil5,6-8,3 t/ha.Pemerintah telah mencanangkan swasembada pangan,dalam tempo tiga tahun ke depanharus sudah terealisasi. Sementarakendala dan masalah yang dihadapidalam berproduksi semakinberat.Perubahan iklim,misalnya, kini telah mengancamproduksi pangan di berbagainegara.Panjangnya periodehujan yang merendam sebagianarea pertanaman adalah dampaklangsung dari perubahan iklim.Di sisi lain, perubahan iklimberdampak terhadap perkembanganhama dan penyakittanaman yang berkontribusimenurunkan produksi.Di kawasan pesisir, dampaklangsung dari perubahan iklimadalah naiknya permukaan danmasuknya air laut ke area pertanamansehingga tanaman yangdibudidayakan terancam salinitas.Kedua hal tersebut menuntutKementerian Pertanian untukbekerja lebih keras mengatasimasalah yang mengganjal upayapeningkatan produksi padi.Selain sebagai tanamanpangan penting di Indonesia,padi juga menjadi sumberperekonomian bagi sebagianbesar penduduk di pedesaan.Pemerintah pun memberikanprioritas yang tinggi bagi upayapeningkatan produksi padimenuju swasembada panganberkelanjutan.Rata-rata produktivitas padisecara nasional pada tahun2013 baru mencapai 5,15 t/ha,sementara di tingkat penelitiansudah menyentuh angka 7-8 t/ha, bahkan lebih tinggi. Fakta inimengindikasikan produksi padimasih dapat ditingkatkan melaluipenerapan teknologi dan penanamanpada lokasi yang tepat. Badan P e n e l i t i a n danPengembangan Pert a n i a nBalitbangtan) melaluii BesarPenelitian Tanaman Padi (BB Padi)terus melakukan penelitian untukmengatasi masalah yang dihadapipetani dalam berproduksi.Varietas unggul merupakan salahsatu komponen teknologi yangtelah berkontribusi nyata dalampeningkatan produksi padi. Padatahun 2014 Balitbangtan melepaslima varietas unggul baru padi, tigadi antaranya untuk lahan sawahirigasi dan dua untuk lahan rawapasang surut. Padi Sawah Irigasi; Tiga varietas unggul baru padisawah irigasi masing-masingVarietas Inpari 35 Salin Agritan toleran salinitas dengan potensi hasil 8,3 t/ha.dilepas dengan nama Inpari34 Salin Agritan, Inpari 35 SalinAgritan, dan Inpari Unsoed 79Agritan. Varietas Inpari 34 SalinAgritan lebih genjah, berumur 102hari, dengan potensi hasil 8,1 t/ha. Varietas Inpari 35 Salin Agritanberumur 106 hari dengan potensihasil 8,3 t/ha. Kedua varietasunggul ini agak tahan hamawereng cokelat (WCk) biotipe 1dan agak tahan penyakit hawardaun bakteri (HDB) patotipe III.Varietas Inpari Unsoed 79Agritan merupakan hasil rakitankerja sama antara BB Padi denganUniversitas Jenderal Soedirman.Varietas unggul ini berumur 109hari dengan potensi hasil 8,2 t/ha. Baik Inpari Salin 34 Agritan,Inpari Salin 35 Agritan maupunInpari Unsoed 79 Agritan tahanterhadap penyakit blas, yang selainmerupakan penyakit utama padigogo kini juga mulai mengancamtanaman padi sawah. Keunggulanutama dari ketiga varietas unggulpadi ini adalah toleran salinitaspada fase bibit. Padi Rawa; Masalah yang sering dihadapipetani dalam budi daya padidi lahan rawa pasang surutadalah keracunan besi disamping penyakit hawar daunbakteri (HDB).Varietas Inpara8 Agritan dan Inpara 9 AgritanVarietas unggul baru padi yang dilepas pada tahun 2014.Varietas Umur(hari)Potensi hasil(t/ha) Keunggulan lainnyaPadi sawah irigasiInpari 34 Salin Agritan 102 8,1 Tahan penyakit blas,toleran salinitas padafase bibitInpari 35 Salin Agritan 106 8,3 Tahan blas, toleransalinitas pada fasebibitInpari Unsoed 79 Agritan 109 8,2 Tahan blas, toleransalinitas pada faseBibitPadi rawaInpara 8 Agritan 115 6,0 Tahan penyakit hawardaun bakteri (HDB),toleran keracunanbesiInpara 9 Agritan 114 5,6 Tahan penyakit HDB,tahan tungro, tolerankeracunan besiPadi rawa pasang surut varietas Inpara 8 Agritan toleran keracunan besi dengan potensi hasil 6 t/ha, toleran keracunan besi dan tahanterhadap HDB. Inpara 9 Agritanjuga tahan terhadap penyakittungro yang pernah merusaksebagian pertanaman padi dibeberapa sentra produksi diJawa, Bali, dan Sulawesi Selatan.Varietas Inpara 8 Agritan berumur115 hari dengan potensi hasil 6,0t/ha, sementara Inpara 9 Agritanberumur 114 dengan potensi hasil5,6 t/ha.Dengan penerapan teknologibudi daya spesifik lokasi, pengembanganvarietas unggul baru padiini diharapkan dapat membantumempercepat upaya peningkatanproduksi menuju swasembadapangan (Ade Ruskandar). Penyunting : Ir. Ali Bosar Harahap. MMEmail : Ali.bosarharahap@yahoo.co.idSumber : Ade Ruskandar, WARTA, Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian, Vol 37 No 1.tahun 2015.