Loading...

Varietas Unggul Ubi Jalar

Varietas Unggul  Ubi Jalar
Varietas atau klon ubi jalar yang ditanam di berbagai daerah jumlahnya cukup banyak, antara lain lampeneng, sawo, cilembu, rambo, SQ-27, jahe, kleneng, gedang, tumpuk, georgia, layang-layang, karya, daya, borobudur, prambanan, mendut dan kalasanDaerah yang paling ideal untuk budidaya ubi jalar adalah daerah yang bersuhu 21-27ºC. Tanaman ubi jalar membutuhkan hawa panas dan udara yang lembab.Daerah yang mendapat sinar matahari 11-12 jam/hari merupakan daerah yang disukai. Tanaman ubi jalar dapat ditanam di daerah dengan curah hujan 500-5000 mm/tahun, optimalnya antara 750 – 1500 mm/tahunPertumbuhan dan produksi yang optimal untuk usahatani ubi jalar tercapai pada musim kering (kemarau). Di tanah kering (tegalan) waktu tanam yang baik untuk tanaman ubi jalar yaitu pada waktu musim hujan, sedangkan pada tanah sawah waktu tanam yang baik yaitu sesudah tanaman padi panenMedia tanamHampir setiap jenis tanah cocok untuk membudidayakan ubi jalar, jenis tanah yang paling baik adalah pasir berlempung, gembur, banyak mengadung bahan organik, aerasi serta drainasenya baik, derajat keasaman tanah adalah pada PH 5,5 – 7,5. Penanaman ubi jalar pada tanah kering dan pecah-pecah sering menyebabkan ubi jalar mudah terserang hama penggerek (Cylas sp). Sebaliknya, bila ditanam di tanah becek atau berdrainase buruk, dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman ubi jalar kerdil, ubi mudah busuk, kadar serat tinggi, dan bentuk ubi benjol. Ubi jalar cocok ditanam di lahan tegalan atau sawah bekas tanaman padi, terutama pada musim kemarau. Pada waktu muda tanaman membutuhkan tanah yang cukup lembab. Oleh karena itu, untuk penanaman pada musim kemarau harus tersedia air yang cukupKetinggian TempatTanaman ubi jalar membutuhkan hawa panas dan udara yang lembab. Tanaman ubi jalar dapat beradaptasi luas terhadap lingkungan tumbuh karena daerah penyebarannya terletak pada 300 LU dan 300 LS. Di Indonesia yang beriklim tropik, tanaman ubi jalar cocok ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 500 m dpl. Di dataran tinggi dengan ketinggia 1000 m dpl, ubi jalar masih dapat tumbuh dengan baik, tetapi umur panen menjadi panjang dan hasilnya rendahTeknologi Budidaya Dalam budidaya ubi jalar agar menghasilkan produksi yang tinggi sehingga pendapatan petani meningkat, maka teknologi budidaya ubi jalar dikemas dalam bentuk PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu)Pengelolaan tanaman terpadu (PTT) ubi jalar merupakan pendekatan inovatif dan dinamis dalam meningkatkan produksi dan pendapatan petani melalui perakitan komponen teknologi secara partisipatif bersama petani. Prinsip utama PTT adalah penerapan inovasi teknologi secara partisipatif, spesifik lokasi, terpadu, sinergi atau serasi, dan dinamis.Penggunaan varietas unggul merupakan salah satu komponen teknologi dalam PTT yang sangat dianjurkan untuk diterapkan dalam budidaya ubi di semua wilayah pertanaman ubi jalar. Varietas unggul yang sesuai spefikasi lokasi sangat menentukan prouduksi ubi yang dihasilkan, berikut varietas unggul ubi yang dapat digunakan sesuai spesifikasi lokasi.Varietas unggul ubi jalar1. Varietas Daya dilepas tahun 1977 mempunyai sifat penting: 1) umur 4 bulan; 2) produktivitas 23 ton/ha; 3) agak tahan hama boleng, tahan penyakit keriting.2. Varietas Borobudur dilepas tahun 1982 mempunyai sifat penting: 1) umur 3,5 – 4,0 bulan; 2) produktivitas 20 ton/ha; 3) toleran terhadap hama penggerek, toleran penyakit kudis3. Varietas Prambanan, dilepas tahun 1982 mempunyai produktivitas 28 ton/ha4. Varietas Mendut dilepas tahun 1989 mempunyai sifat penting: 1) umur 4 bulan; 2) produktivitas 35 ton/ha; 3) mampu beradaptasi pada lahan marginal, dapat ditanam sampai ketinggian lokasi 900 dpl5. Varietas Kalasan dilepas tahun 1991 mempunyai sifat penting: 1) umur 3 - 4 bulan; 2) produktivitas 40 ton/ha; 3) agak tahan karat daun, mampu beradaptasi pad lahan marginal6. Varietas Muaratakus dilepas tahun 1995 mempunyai sifat penting: 1) umur 4,0 – 4.5 bulan; 2) produktivitas 30- 35 ton/ha; 3) tahan penyakit kudis, agak cocok di lahan kering dan sawah7. Varietas Cangkuang dilepas tahun 1998 mempunyai sifat penting: 1) umur 4,0 – 4,5 bulan; 2) produktivitas 30 – 31 ton/ha; 3) agak tahan hama boleng, tahan penyakit kudis8. Varietas Sewu dilepas tahun 1998 mempunyai sifat penting: 1) umur 4,0 – 4.5 bulan; 2) produktivitas 28 - 30 ton/ha; 3) agak tahan boleng, tahan penyakit kudis.9. Varietas Sari dilepas tahun 2001 mempunyai sifat penting: 1) umur 3,5 – 4.0 bulan; 2) produktivitas 30 - 35 ton/ha; 3) agak tahan boleng, tahan penyakit kudis10. Varietas Boko dilepas tahun 2001 mempunyai sifat penting: 1) umur 4,0 – 4.5 bulan; 2) produktivitas 25 - 30 ton/ha; 3) agak tahan boleng, toleran penyakit kudis11. Varietas Sukuh dilepas tahun 2001 mempunyai sifat penting: 1) umur 4,0 – 4.5 bulan; 2) produktivitas 25 – 30 ton/ha; 3) agak tahan boleng, tahan penyakit kudis12. Varietas Jago dilepas tahun 2001 mempunyai sifat penting: 1) umur 4,0 – 4.5 bulan; 2) produktivitas 25 – 30 ton/ha; 3) agak tahan boleng, agak tahan penyakit kudis13. Varietas Kidal dilepas tahun 2001 mempunyai sifat penting: 1) umur 4,0 – 4.5 bulan; 2) produktivitas 25 – 30 ton/ha; 3) agak tahan boleng, tahan penyakit kudis14. Varietas Papua Salossa dilepas tahun 2006 mempunyai sifat penting: 1) umur 6 bulan; 2) produktivitas 24 – 30 ton/ha; 3) tahan penyakit kudis, agak peka hama boleng15. Varietas Papua Pattippi dilepas tahun 2006 mempunyai sifat penting: 1) umur 6 bulan; 2) produktivitas 26 – 32 ton/ha; 3) agak tahan penyakit kudis, agak peka hama boleng16. Varietas Sawentar dilepas tahun 2006 mempunyai sifat penting: 1) umur 6 bulan; 2) produktivitas 24 – 30 ton/ha; 3) tahan penyakit kudis, agak peka hama boleng17. Varietas Beta 1 dilepas tahun 2009 mempunyai sifat penting: 1) umur 4,0 – 4,5 bulan; 2) produktivitas 25 – 30 ton/ha; 3) agak tahan penyakit kudis dan hama boleng18. Varietas Beta 2 dilepas tahun 2009 mempunyai sifat penting: 1) umur 4,0 – 4,5 bulan; 2) produktivitas 25 – 30 ton/ha; 3) agak tahan penyakit kudis dan hama boleng19. Varietas Antin 1 dilepas tahun 2009 mempunyai sifat penting: 1) umur 4,0 – 4,5 bulan; 2) produktivitas 26 – 36 ton/ha; 3) agak tahan penyakit kudis dan hama boleng dan toleran kekeringanSumber: 1) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian2) http://tipspetani.blogspot.com/2011/02/cara-budidaya-ubi-jalar-lengkap.htmlGambar:: 1) http://budidayamenjanjikan.blogspot.com/2013/05/budidaya-ubi-jalar.html2) http://duniafitnes.com/nutrition/6-fakta-sehat-mengonsumsi-ubi.html3) http://mazarinahg.blogspot.com/2015/03/manfaat-ubi-jalar.html4) http://umkmjogja.com/kreasi-minuman-wine-dari-ubi-ungu.htmlPenulis : Marwati (Penyuluh Pertanian BPPPSDMP-Kementan)