Loading...

VARIETAS-VARIETAS TANAMAN KEDELAI DI INDONESIA ( BAGIAN I)

VARIETAS-VARIETAS TANAMAN KEDELAI DI INDONESIA ( BAGIAN I)
Upaya-upaya pengembangan varietas tanaman kedelai sebenarnya dimulai dengan cara memasukkan varietas dari luar negeri antara lain Cina, Taiwan, Manchuria dan Amerika Serikat, Untuk kegiatan hibridisasi atau persilangan-persilangan baru dimulai pada tahun 1930. Varietas-varietas kedelai introduksi pada umumnya kurang cocok ditanam di Indonesia, karena faktor per bedaan panjang hari dan suhu. Meskipun demikian. melalui serangkaian penelitian yang berkesinambungan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Tanaman Pangan. dapat dihasilkan berbagai varietas kedelai yang dapat beradaptasi di Indonesia.Di samping itu, juga dihasilkan varietas-varietas unggul baru. Introduksi dan pelepasan varietas unggul kedelai di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1918.Banyak sekali varietas kedelai di Indonesia yang dikembangkan.Proses pembentukan varietas kedelai unggul dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu introduksi, seleksi galur, dan persilangan varietas atau galur yang sudah ada. Tujuan pembentukan varietas unggul kedelai ini yaitu untuk meningkatkan produktivitas kedelai yang tidak dapat dipecahkan melalui pendekatan agronomi. Ada beberapa aspek yang dapat dicapai melalui pembentukan varietas unggul ini, antara lain sebagai berikut :Meningkatkan potensi daya hasil biji; Memperpendek umur masak atau panen; Memperbaiki sifat ketahanan terhadap serangan penyakit utama kedelai (karat daun dan virus); Menambah sifat ketahanan terhadap hama utama; Mempunyai daya adaptasi luas terhadap berbagai keadaan lingkungantumbuh; serta peningkatan mutu biji, (kandungan protein, lemak, dan unsur lainnya).Berikut beberapa varietas kedelai diantaranya :• Varietas Merapi: galur Jawa Timur, dilepas pada tahun 1938, umur tanaman 85 hari, potensi hasil 1,5 ton, dan berwama hijau gelap. • Varietas Shakti: galur Se Massa, dilepas pada tahun 1965, umur tanaman 86 hari, potensi hasil 1,5 ton, dan sesuai untuk dataran tinggi.• Varietas Davros: galur Garut, dilepas pada tahun 1965, umur tanaman 86 hari, potensi hasil 1,5 ton, cocok ditanam di dataran tinggi, dan daerah adaptasi Jawa Barat.• Varietas Taichung: introduksi dari Taiwan, umur panen 85 hari, potensi hasil 1,5 ton, dan tahan rebah.• Varietas TK 5: introduksi dari Taiwan, umur tanaman 85 hari, potensi hasil 1,5 ton, dan peka terhadap penyakit karat.• Varietas Orba: hasil persilangan antara Davros dan Shakti, dilepas pada tahun 1974, umur tanaman 90 hari, dan potensi hasil 1,5 ton.• Varietas Burangrang berasal dari segregat silangan alam, diambil dari tanaman petani di Jember, Seleksi lini murni, tiga generasi asal segregat alamiah. Varietas ini dilepas tahun 1999. Varietas ini berumur 80–82 hari dengan potensi hasil 1,6–2,5 ton/ha. Varietas ini toleran karat daun. Varietas ini memiliki sifat tahan rebah.• Varietas Galunggung: hasil persilangan Davros dan TK 5, dilepas pada tahun 1981, umur tanaman 90 hari, potensi hasil 1,5 ton, dan tahan lalat bibit.• Varietas Lokon: hasil persilangan TK 5 dan Genjah Slawi, dilepas pada tahun 1982, umur tanaman 75 hari, potensi hasil 1,75 ton, dan peka terhadap penyakit karat dan virus.• Varietas Guntur: hasil persilangan TK 5 dan Genjah Slawi, dilepas pada tahun 1982, umur tanaman 79 hari, potensi hasil 1,85 ton, dan peka terhadap penyakit karat.• Varietas Dempo: introduksi dari USA, dilepas pada tahun 1984, umur panen 95 hari, potensi hasil 1,5 ton, tahan rebah. dan tahan terhadap penyakit karat.• Varietas Wilis: hasil persilangan No. 1682 dan Orba, dilepas pada tahun 1985, umur tanaman 88 hari, potensi hasil 1,6 ton, dan tahan terhadap penyakit karat.• Varietas Kerinci: hasil persilangan Davros dan No. 1682, dilepas pada tahun 1985, umur tanaman 87 hari, potensi hasil 1,7 ton, dan tahan terhadap penyakit karat.• Varietas Merbabu: hasil persilangan Orba dan Sinyonya, dilepas pada tahun 1986, umur tanaman 85 hari, potensi hasil 1,6 ton, dan tahan terhadap penyakit karat.Varietas yang disebutkan diatas hanya sebagian dari varietas yang telah dikembangkan di tanah air.Berikut merupakan penjelasan ringkas terkait beberapa varietas yang banyak ditanam di Indonesia :1. Varietas Wilis. Kedelai Wilis adalah hasil persilangan antara galur No. 1682/143-1-10. Varietas ini termasuk tanaman dengan tipe tumbuh determinate, tinggi tanaman berkisar antara 40 - 50 cm. Warna hipokotil ungu, warna batang hijau, warna daun hijau- hijau tua, warna bulucoklat tua. Pembungaan dimulai pada umur 39 hari, bunga berwama ungu. Polong masak pada umur 88 hari, dengan wama kulit cokelat kehitaman dan berbulu cokelat tua. Biji berwama kuning dan berbentuk oval agak lonjong. Berat 100 biji sekitar 10 g, dengan kadar protein 37% dan kadar lemak 18%. Sifat unggul kedelai Wilis adalah tahan rebah dan agak tahan terhadap penyakit karat (Phakospora pachyrhizy) dan virus.2. Varietas Orba. Kedelai Orba adalah hasil seleksi pedigree dari persilangan antara Davros dan Shakti. Varietas ini dilepas tahun 1974. Varietas ini termasuk tanaman dengan tipe tumbuh semi-determinate, tinggi tanaman antara 50 - 60 cm. Wama hipokotil ungu, dan berdaun hijau tua. Tanaman mulai berbunga pada umur 35 hari. Bunga tanaman berwama ungu. Polong masak dalam waktu antara 85 - 90 hari. Kulit polong masak berwama cokelat muda dan berbulu cokelat. Biji berwama kuning kecokelatan. Hilum berwama cokelat kehitaman dan berbentuk bulat. Hipokotil kecambah biji berwama ungu. Berat 100 biji berkisar antara 12 - 14 g, kadar protein 38,5%, dan kadar lemak 18,6%. Keunggulan kedelai Orba adalah toleran terhadap penyakit karat dan polong tua tidak mudah pecah. (Ir. Amirudin Aidin Beng, MM (Penyuluh Pertanian) Sumber :1. Pitojo,Setijo. 2003. Seri Penangkaran :Benih Kedelai .Yogyakarta : Kanisius. (https://books.google.co.id, diakses 10 Desember 2015)2. Anonim.Diorama Budidaya Kedelai Varitas Rajabasa Dengan Pola Bioto Grow Sebuah Solusi Untuk Pemanfaatan Lahan Yang Cocok Untuk KedelaI (http://content.biojanna6.com, diakses 10 Desember 2015)