Loading...

VARIETAS-VARIETAS TANAMAN KEDELAI DI INDONESIA ( BAGIAN II)

VARIETAS-VARIETAS TANAMAN KEDELAI DI INDONESIA ( BAGIAN II)
3. VARIETAS LOKONKedelai Lokon adalah hasil persilangan antara galur GM 26 atau TK5 atau GM 14 dan Genjah Slawi. Varietas ini dilepas tanggal 18 Januari 1982. Varietas ini termasuk tanaman bertipe determinate, tinggi tanaman antara 71-76 cm, dan berdaun hijau. Tanaman mulai berbunga pada umur 32 hari. Bunga tanaman berwama putih. Pada musim hujan, polong masak antara 71-75 hari dan pada musim kemarau antara 68 - 75 hari. Kulit polong masak berwama cokelat. Biji berwama kuning jerami. Hilum berwama cokelat dan berbentuk bulat telur agak gepeng. Hipokotil dan epikotil kecambah biji berwama hijau. Berat 100 biji sekitar 10,6 g dan kadar lemak 15,8%. Pada tanah subur, kedelai lokon cenderung rebah dan agak peka terhadap penyakit karat dan virus.Hasil rata-rata sekitar 1,1 ton per hektar.4. VARIETAS GALUNGGUNGKedelai Galunggung adalah hasil persilangan antara Davros (No. 1248) dan TK 5 (No. 1291). Varietas ini termasuk tanaman bertipe tumbuh determinate, tinggi tanaman antara 55 - 65 cm, jumlah percabangan antara 2-5, berdaun wama hijau, dan posisi tangkai agak tegak. Tanaman mulai berbunga pada umur antara 30 - 40 hari. Bunga tanaman berwama putih. Polong masak 80 - 90 hari setelah tanam. Biji berwama kuning mengilat. Hilum berwama coklat muda. Berat 100 biji sekitar 12,5 g, dengan kadar protein 44,4% dan kadar lemak 19,9%. Keunggulan kedelai Galunggung antara lain tahan rebah dan polong tua tidak mudah pecah. Namun, varietas ini agak peka terhadap penyakit karat.5. VARIETAS PETEK Kedelai Petek adalah varietas lokal Kudus, Jawa Tengah, yang telah dimumikan dan dilepas oleh pemerintah sebagai varietas unggul pada tahun 1988. Hasil rara-rata varietas petek sebanyak 1,2 ton per hektar. Varietas ini bertipe tumbuh determinate, dengan tinggi tanaman 32-41 cm. Tanaman mulai berbunga pada umur antara 31-36 hari. Bunga tanaman berwama ungu. Polong masak pada umur 80 - 83 hari, berwama cokelat tua, dan berbulu putih. Biji berwama cokelat tua dan berbentuk bulat. Hilum berwama cokelat. Berat 100 biji sekitar 8,37 g, kadar protein sekitar 38,78%, dan kadar lemak 19,38%. Hipokotil kecambah biji berwama ungu dan epikotil berwama hijau. Keunggulan varietas ini antara lain tahan rebah.6. VARIETAS LUMAJANG BEWUKVarietas Lumajang Bewok dilepas pada tahun 1989 yang berasal dari varietas lokal Jawa Timur yang telah diputihkan dan dilepas oleh pemerintah. Hasil rata-rata sebesar 1,52 ton/hektar. Varietas ini termasuk tanaman dengan tipe tumbuh determinate, tinggi tanaman antara 40 - 56 cm, dan berdaun hijau. Tanaman mulai berbunga pada umur 32 hari. Bunga berwama ungu. Polong mulai masak pada umur antara 75 - 80 hari. Polong tua ber wama cokelat tua dan berbulu panjang wama cokelat. Biji berbentuk bulat kecil dan berwama kuning. Berat 100 biji sekitar 9,63 g, dengan kadar protein 34,54% dan kadar lemak 16,72%. Hipokotil kecambah berwama ungu dan epikotil berwama hijau. Keunggulan varietas ini antara lain tahan rebah dan agak tahan terhadap karat daun serta lalat kacang Varietas Lumajang Bewok memiliki sifat polong tua yang tidak mudah pecah serta batang dan polong berbulu panjang. 7. VARIETAS KABA Varietas Kaba dilepas pada tanggal 22 Oktober 2001. Varietas Kaba berasal dari silang ganda 16 tetua. Varietas Kaba dilepas pada tahun 2001. Varietas ini berumur 85 hari dengan potensi hasil 2,13 ton/ha. Warna hipokotil ungu, warna epikotil hijau dan warna kotiledon kuning. Umur berbunga 35 hari dengan warna bunga ungu. Bentuk biji lonjing dengan warna kulit biji kuning. Pada polong masak berwarna coklat. Tinggi tanaman 64 cm. Varietas ini toleran terhadap karat daun. Varietas ini mempunyai sifat polong tidak mudah pecah saat panen. Wilayah adaptasi varietas ini adalah lahan sawah. 8. VARIETAS AGROMULYO Varietas Agromulyo berasal dari Thailand, oleh PT Nestle Indonesia pada tahun 1988 dengan nama asal Nakhon Sawan 1 varietas ini dilepas pada tahun 1998. Varietas ini berumur 80–82 hari dengan potensi hasil 1,5–2,0 ton/ha. Varietas ini toleran karat daun. Varietas ini memiliki sifat tahan rebah (Balitkabi, 2011). 9. VARIETAS GROBOGAN Varietas Grobogan berasal dari pemurnian populasi Lokal Malabar Grobogan. Varietas Grobogan dilepas pada tahun 2008. Varietas ini berumur sekitar 76 hari dengan potensi hasil 3,40 ton/ha. Varietas ini mempunyai sifat polong masak tidak mudah pecah dan pada saat panen daun luruh 95–100%. Varietas Grobogan beradaptasi baik di beberapa kondisi lingkungan tumbuh yang berbeda cukup besar, pada musim hujan dan daerah beririgasi baik 10. VARIETAS TANGGAMUS Varietas Tanggamus berasal dari hibrida (persilangan tunggal) Kerinci x No. 3911 varietas Tanggamus dilepas pada tahun 2001. Warna hipokotil ungu, epikotil berwarna hijau sedangkan warna kotiledon berwarna kuning. Umut berbunga 35 hari dengan warna bunga ungu. Warna kulit biji kuning dengan bentuk biji oval. Umur saat panen 88 hari dengan warna polong masak coklat. Tinggi tanaman sekitar 67 cm dengan percabangan sebanyak 3 atau 4 cabang. Bobot 100 biji seberat 11 gr. Rata-rata hasil sebesar 1,22 ton/hektar. Varietas ini toleran terhadap moderat karat daun. Varietas ini mempunyai sifat, polong tidak mudah pecah saat panen. Wilayah adaptasi varietas ini adalah lahan kering masam (Ir. Amirudin Aidin Beng, MM , Penyuluh Pertanian) Sumber :1. Anonim.Diorama Budidaya Kedelai Varitas Rajabasa Dengan Pola Bioto Grow Sebuah Solusi Untuk Pemanfaatan Lahan Yang Cocok Untuk KedelaI (http://content.biojanna6.com, diakses 10 Desember 2015)2. Pitojo,Setijo. 2003. Seri Penangkaran : Benih Kedelai . Yogyakarta : Kanisius. (https://books.google.co.id, diakses 10 Desember 2015)3. Suhartina (BPT Kacang dan Umbi). 2005. Anonim.Diorama Budidaya Kedelai Varitas Rajabasa Dengan Pola Bioto Grow Sebuah Solusi Untuk Pemanfaatan Lahan Yang Cocok Untuk KedelaI (https://bpksejangkung.files.wordpress.com, diakses 11 Desember 2015)