VERIFIKASI PENILAIAN PENYULUH PERTANIAN SWADAYA TINGKAT PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2016 DI KABUPATEN NGANJUK
Salah satu upaya untuk mewujudkan keberhasilan pencapaian produksi dalam program swasembada dan swasembada berkelanjutan padi, jagung dan kedelai adalah dengan meningkatkan kinerja penyuluh pertanian melalui Revitalisasi Penyuluhan Pertanian. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2006 menyatakan bahwa penyuluhan dilakukan oleh Penyuluh Pertanian Pegawai Negeri Sipil (PNS), Penyuluh Pertanian Swadaya dan / atau Penyuluh Pertanian Swasta. Hal ini sebagai indikasi bahwa keterbatasan pemerintah dalam menyelenggarakan kegiatan penyuluhan pertanian memerlukan mitra kerja yang memadai sesuai azas-azas dalam pasal 2 Undang-undang tersebut.Penyuluh Pertanian Swadaya adalah pelaku utama yang berhasil dalam usahanya dan warga masyarakat lainnya yang dengan kesadarannya sendiri mau dan mampu menjadi penyuluh. Juwadi, adalah sosok yang mewakili Penyuluh Pertanian Swadaya Kabupaten Nganjuk tahun 2016 ini. Verifikasi lapang dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2016 lalu oleh tim verifikator dari Bakorluh Provinsi Jawa Timur. Pria kalem ini sebenarnya sudah lama menjadi "Penyuluh" kiprah dan inovasinya senantiasa dinanti oleh petani sekitarnya dan bimbingannya selalu diharapkan oleh siswa dan mahasiswa yang magang P4S Rejo Tani yang dinahkodainya.Usahanya dibidang pertanian telah menyerap banyak tenaga kerja di tempatnya dia tinggal di Desa Kemlokolegi Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk, tidak hanya di Desa Kemlokolegi saja tetapi di desa sekitarnya yaitu Desa Jekek. Telah banyak demplot yang dilaksanakan salah satu inovasi terbaru yang sedang dikembangkan adalah budidaya melon dengan buah 2-3 per pohon dengan berat buah yang sama rata-rata 2-3 Kg dan pengembangan durian dataran rendah dengan teknologi top working dan hasilnya diberi nama "MONGA" alias Montong Nganjuk. Kelebihan Monga adalah genjah, dapat berbuah pada umur 3-4 tahun, buahnya yang spesial manis dan pulen, selain itu masih banyak inovasi yang dihasilkan oleh bapak Juwadi. "Gang Dollar" juga merupakan bukti nyata upayanya menggerakkan swadaya ibu-ibu rumah tangga di Desa Jekek dalam mengelola pekarangan. Tidak hanya itu pengembangan rumah kompos juga mampu menyerap tenaga kerja pemuda di desanya dan menyediakan kebutuhan kompos untuk memenuhi pupuk organik pada budidaya padi, jagung dan sayur-sayuran. Di salah satu sudut desa telah dirintis kawasan buah naga yang sudah mulai berproduksi.Luar biasa cita-citanya, pak Ju begitu biasa dia dipanggil, dia ingin mewujudkan Desa Wisata berbasis agribisnis. Semoga dengan perjuangan dan semangatnya semua cita-citanya dapat terwujud dan mengantarkan beliau menjadi Penyuluh Pertanian Swadaya berprestasi dan menginspirasi petani lainnya di Kabupaten Nganjuk. (Penulis : Rini Purwiyati, SP – Admin Cybex Kabupaten Nganjuk)