Loading...

Vertikultur Ditimba Penyuluh Pertanian Sulut di Lembang

Vertikultur Ditimba Penyuluh Pertanian Sulut di Lembang
Demi mengembangkan kapasitas profesionalisme penyuluh Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian Perikanan Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan magang bagi penyuluh pertanian di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang 3 -8 November 2014. Lebihnya magang ini dikhususkan bagi penyuluh pertanian yang punya minat dan keahlian tanaman hortikultura. Peserta magang ini diikuti oleh 40 orang penyuluh pertanian yang merupakan utusan dari Kabupaten/Kota yang ada di Sulut. Pembukaan acara magang penyuluh pertanian provinsi Sulut dihadiri Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan DR. Ibrahim Saragih, Ir Kusiaman selaku Ketua Panitia Magang, Fasilitator Yusuf Hidayat, dan Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan Bakorluh Sulut Ir. Helly Tampi .Saat membuka acara Saragih sangat respon dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh Bakorluh Provinsi Sulut. "Kegiatan ini sangat baik untuk dilaksanakan bagi penyuluh," ungkapnya. Selain itu ia menekankan enam dasar untuk mengikuti magang penyuluh pertanian ini. Pertama penyuluh jangan lupa akan prinsip-prinsip penyuluhan yakni pendidikan orang yang akan disuluhkan, kedua pengalaman dari petani, ketiga budidaya komoditi yang akan dikembangkan, keempat cara berkomunikasi di daerah yang disuluhkan, kelima ekonomi sasaran penyuluhan, dan keenam evaluasi penyuluhan. Menurut Ir Helly Tampi kegiatan magang ini merupakan salah satu program dari Sekretariat Bakorluh Sulut untuk tahun 2014. "Penyuluh perlu juga menimba informasi dan teknologi baru tentang vertikultur jangan hanya tinggal diam di daerahnya perlu diberikan wawasan serta pengalaman baru ," tutur Helly Tampi.Menariknya penyuluh pertanian begitu tergoda mempelajari tentang vertikultur tanaman hortikultur. "Ternyata pengembangan tanaman hortikultura untuk lahan sempit bisa dilaksanakan dengan verikultur bukan dengan menunggu harus ada lahan luas," ketus Ketua Kelas Magang Ir Adampe Sani. Kedepannya diharapkan di daerah Sulut akan dikembangkan tanaman hortikultura secara vertikultur terutama tanaman sayuran seperti chaisin, brokoli, petsai dll, untuk menambah gizi keluarga dan mengurangi biaya kebutuhan dapur. Ditambahkannya pembuatan vertikultur sangat mudah dan tidak mahal, karena kita dapat menggunakan bahan yang ada sekitar seperti bambu (bulu), atau paralon. Diakhir magang penyuluh pertanian Sulut melakukan Feeltrip di Cibodas dimana mereka mempelajari pemilihan buah tomat, pengepakan sampai pada pemasaran. Sedangkan di Mekarsari mereka mempelajari pengolahan nenas , meskipun petani di sana tidak memiliki lahan tetapi pengambangan usaha buah nenas sangat produktif dan punya prospek pasar yang tinggi. (Olviani Simbar)